
Sampai di apartemen Nicko terduduk lemas di lantai , ia kembali menangis....
Fandi , meskipun ia pernah kesal dengan Nicko , tapi pria itu masih setia menemani Nicko di sana.
" Minumlah Nick....elo sudah lebih tenang?".
Nicko meraih air yang di ambilkan oleh Fandi, dan meminumnya sekali teguk.
" Makasih Fan ".
" Fan , Mika anak gue , anak gue Fan....gue yakin itu...elo denger sendiri kan waktu itu , kalo bayi yang di gendong adiknya Fea itu adalah bayi Fea....berarti itu anak gue kan Fan ?".
" Iya gue denger , tapi elo beneran yakin kalo Mika itu anak elo ".
" Emang elo gak lihat , anak itu mirip banget sama gue Fan , rambutnya aja pirang kayak gue ".
" Rambut elo asli tuh Nick, gue kira elo pake cat rambut..". pertanyaan Fandi memang kadang bikin kesel.
Nicko memutar bola matanya " Asli lah...elo lupa dari jaman SMA juga rambut gue udah begini , emang elo gak perhatiin gue... ngeselin lo Fan ".
" Gue merhatiin elo...ogah amat lah , gue aja gak ada yang perhatiin kok ". kelakar Fandi akhirnya bisa mengalihkan perhatian Nicko , kini air matanya pun sudah berhenti.
" Gue harus gimana ya Fan ?".
" Elo nanya ??? Elo nya sendiri mau nya gimana Fan , malah nanya ke gue ".
" Gue kepengen peluk anak gue , salah gak sih Fan ?".
" Ya engga lah , elo kan bapaknya , cuma masalahnya elo di bolehin engga sama OM dan Tante buat meluk anak elo....secara elo gak ada tanggung jawabnya pada Fea , masih mending kalo Fea masih hidup , elo bisa minta ke Fea langsung sambil minta maaf...la ini , Fea nya udah gak ada , tiba - tiba elo ngaku jadi bapaknya...".
" Coba elo pikir Nick , yang realistis aja ya , orang tua mana yang akan mudah membiarkan orang yang sudah buat anaknya menderita sampai meninggal , terus dengan mudahnya elo datang mau mengakui bayi itu....berat Nick , perjuangan elo gak mudah ".
" Gue tau gue banyak salah , tapi tetap saja gue bapaknya Fan , darah lebih kental dari apapun.....Mika darah daging gue , gue akan berjuang meskipun banyak rintangan ".
" Nah gitu dong , yang semangat ...jangan melow lagi , gak cocok kalo elo nangis - nangis kayak tadi !".
" Oh ya gue baru ingat , masalah elo sama duo ular itu sudah selesai ?".
" Sudah lah , berkat saran dari elo ".
" Hah ..seriusan , elo ikuti saran gue Nick ?".
" Ya , dan ternyata manjur....gue udah bongkar semua kebusukan mereka , dan satu lagi , for your information...gue udah putus hubungan sama mereka....end pokoknya ".
" Hahaha....baru sadar elo sekarang Nick...Nick..".
" Fokus gue sekarang adalah Mika..Mika..dan Mika.....come to Daddy.....Baby....".
" Sok inggris lo !".
__ADS_1
" Lah , gue emang bule kali....ngomong bahasa inggris mah dah biasa...bahasa sehari - hari gue itu mah ".
" Iya Kang Bule Depok....gue pulang dulu, otak elo kayaknya udah balik , balik ngeselin maksudnya... jadi gue gak perlu khawatir lagi elo berbuat nekad....".
" Jangan Fan...!".
Fandi berhenti berjalan dan membalikkan badannya...." Apa "..." Gue mau pulang ".
" Maksud gue , Jangan....Jangan lupa nutup pintu nya lagi kalo udah keluar !" Nicko pun tertawa .
Fandi mendengus kesal....." Sialan...dasar bule gila ". Fandi menutup pintu dengan kencang.
Brakkkk...
" Fandiiii....rusak pintu apartemen gueeee....!!! teriak Nicko sia - sia....karena si Fandi sudah melesat jauh.
*
*
Fia dan Abizar masih berdiri di depan pintu kamar hotel yang mereka tempati, di depannya berdiri seorang lelaki dengan pakaian rapi bernuansa hitam.
Tadi itu pintu kamar mereka diketuk , dan Fia lah yang membukakan pintu.
" Ada siapa sayang ?" . teriak Abizar dari dalam.
" Gak tau Mas , Mas kesini deh , buruan !". Fia menunggu suaminya datang , ia hanya memandangi lelaki tersebut dengan penuh tanya.
Abizar berjalan cepat menghampiri istrinya.
" Anda siapa ya ?". tanya Abizar.
" Saya kesini hanya menyampaikan pesan dari Nyonya Kezia dan Tuan Zefrano , mereka mengundang anda berdua untuk makan malam di rumah mereka malam ini ".
" Siapa Fi , kamu mengenal mereka ?".
" Nyonya Kezia ya....Kezia...apa Bu Zia ya Mas , yang waktu itu kita ketemu dia di taman....Mas ingat engga?".
" Ah iya , Maksud anda Bu Zia ?".
" Benar , nanti kami akan menjemput anda berdua , jadi bersiaplah , saya permisi !". ucap lelaki itu lalu berlalu pergi.
( Anggap aja mereka ngomong bahasa inggris ya gaes...)
" Yahhh...kita kan belum jawab mau apa engga , makin pergi aja tuh orang ". gerutu Fia.
" Sudahlah kita turuti aja undangan mereka , lagi pula Bu Zia kelihatannya orang baik , iya kan ?".
" He em...berarti kita datang Mas ?".
__ADS_1
" Iya sayang....siap - siap yuk..!". Abizar menarik tangan istrinya pelan.
" Mau apa sih Mas ".
" Mandi sayanggggg ".
" Berdua ?".
" Iyalah...masak mau ajak lelaki tadi , ganggu dong ".
" Tapi masih lama Mas ".
" Mas tau itu , karena waktunya masih lama , ya kita bermain - main aja dulu..".
" Dasar suami ommesh....". Fia masuk terlebih dahulu ke kamar mandi , dan langsung menutup pintunya kemudian menguncinya.
" Fiaaa sayanggggg , Mas juga mau mandi , buka pintunya sayang !!". Tak mendapat respon dari dalam...abizar beranjak dari sana , munuju sofa...Abizar pun akhirnya sampai ketiduran di sofa .
Fia yang sudah selesai mandi , membangunkan suaminya. .. Malam menjelang, akhirnya pria tadi sore itu datang kembali untuk menjemput Fia dan suaminya. ".
Mereka berdua dudu di dalam mobil ...suasana di dalam mobil hening bagaimana mau berbicara...sang sopir dan lelaki tadi memasang wajah datar , semuanya diam tak ada pembicaraan sedikitpun. Fia pun ikut diam , tapi matanya terus memperhatikan jalanan....indah menurutnya.
Sampailah mereka di sebuah rumah besar dan megah , terlihat juga banyak penjaga di sana.
" Siapa sebenarnya Bu Zia ya....rumah saja banyak pengawalnya , orang penting kah ". tanya Fia dalam hati.
Abizar menggenggam erat tangan istrinya." Silahkan masuk Tuan , Nona !".
" Duduklah ,saya akan panggilkan Tuan dan Nyonya!".
Tak lama datang lah Kezia bersama sang suami. " Fia...kamu sudah sampai nak...selamat datang di rumah Ibu !". Bu Zia langsung memeluk Fia .
Sedangkan Zefrano masih terpaku , ia tak menyangka ada Kezia versi muda di depan matanya..sungguh bak pinang di belah dua...benar - benar mirip.
Abizar yang melihat itu pun tentu saja kecemburuannya mulai keluar....
" Mas Zef , sini ...aku kenalkan, ini yang namanya Fia dan ini suaminya ".
" Eh....saya suaminya Kezia ".
" Saya Abizar , suami Shafia ".
Kezia terkikik...ia tau suami Fia dalam mode cemburu.
" Kita langsung makan saja dulu ya , baru nanti kita ngobrol....".
Abizar merengkuh pinggang Fia agar berjalan merapat dengannya , Fia sampai menoleh ke arah suaminya....kenapa, tanya Fia dengan mengkode suaminya....Abizar hanya tersenyum , dan makin merapatkan rengkuhannya .
Dukung othor selalu...biar semangat nulisnya....
__ADS_1
Tinggalkan jempol dan juga hadiahnya....😊