Suami Warisan Kakak

Suami Warisan Kakak
49. Bertemu ulet keket


__ADS_3

Abizar sudah sampai di kantor setelah mengantar istrinya pulang. Baru saja ia mendudukan pantatnya di kursi, pintu ruangannya tiba - tiba di ketuk.


Tok...Tok...Tok..


" Pak Abizar , boleh saya masuk ? ". panggil Lisa sekertaris Papa Haris.


Menghembuskan nafasnya...untung hari ini ia sedang berbahagia karena kehamilan Fia, coba kalo tidak.....


" Masuk saja Lis !".


Abizar tau kedatangan Lisa ke ruangannya pasti akan ada perintah dari Papa mertuanya.


" Maaf Pak , mengganggu ". basa basi Lisa...sedikit tersenyum melihat muka Abizar yang di tekuk , ia tau Bos muda nya ini baru saja datang.


" Itu kamu tau Lis , nafas aja belum , kamu sudah kesini bawa kerjaan....pantat saya baru nempel loh Lis ".


" Sekali lagi maaf , saya sudah menunggu bapak dari tadi , ini perintah dari Pak Haris , anda di suruh meeting siang ini Pak ".


" Di mana ?".


" Restoran Andalusia seperti biasanya Pak ".


" Baiklah , nanti tolong ingatkan kembali ya , sekalian panggilkan Toni , biar dia nanti ikut bersama saya ".


" Pak Haris juga akan ikut bersama anda Pak , sekedar mengenalkan calon penerusnya, setelah ia langsung balik pulang ".


Papa Haris rupanya membalasku, sekarang dia yang mau pulang duluan....padahal aku sudah rindu sama Fia, kepengen ngelus perutnya...gerutu Abizar .


Melihat Abizar melamun, Lisa pun menegurnya.


" Pak Abizar !..kalo sudah tidak ada lagi yang ingin di tanyakan , saya permisi keluar, pekerjaan saya masih banyak Pak ". sindir Lisa, masak ia suruh nungguin orang yang lagi melamun .


" Sok sibuk kamu Lis , ya sudah sana , dan suruh OB buatin saya teh panas ya, eh itu sekalian belikan rujak buah , jangan terlalu pedas sambelnya , ingat ya Lis !". Abizar tak tau kenapa tiba- tiba ia menginginkan yang segar - segar , mulutnya berasa asam.


Lisa tak ambil pusing, ia mengiyakan saja semua permintaan Abizar...meski dalam hatinya bertanya- tanya , tumben sekali Bos nya ini minta rujak , seperti orang ngidam saja...., pikir Lisa.


Abizar begitu menikmati rujak buah yang ada di depannya ini , Toni yang melihatnya sampai menelan ludah nya beberapa kali.


" Kamu mau Ton ?". melihat Toni yang sesekali meliriknya, Abizar pun menawarinya.


" Gak Pak , terima kasih...buat bapak saja ". sebenarnya air liur Toni mulai keluar , ia menelannya kembali dengan kasar.


Bagaimana tidak tergiur , Abizar begitu menikmati makannya , sesekali mendesis kepedasan , tapi mulutnya juga berbunyi eemmm.....eemmm..

__ADS_1


" Cobalah Ton , ini banyak sekali , saya gak mungkin menghabiskannya..". Akhirnya Toni pun mencicipinya, dan ia pun keterusan.


Abizar terkekeh pelan, " Enak kan Ton , malu - malu meong kamu mah ".


Karena pintu ruang Abizar sedikit terbuka , ketiga temannya masuk setelah mengetuk pintu .


" Assalamualaikum Pak Bos ". ucap mereka bersamaan.


" Waalaikumsalam ". jawab Abizar dan Toni bersamaan.


Tanpa di persilakan mereka bertiga langsung duduk, Toni sudah tidak heran lagi , ketiga teman Bos nya ini memang punya kesopanan yang perlu di pertanyakan.


" Sorry Bos, langsung duduk nih , nunggu di suruh kelamaan , soalnya kan anda lagi makan ". ucap Nazar.


" Kalian ganggu aja , istirahat ke kantin , bukan malah kesini ".


" Kita kan bestie , jadi nyamper Bos dulu, gak lengkap rasanya kalo personilnya kurang satu ". balas Jeki.


" Bagi apa Bos ". ijin tapi langsung ngambil , begitulah Dede.


" Clamitan ". kata Nazar , tapi ikut mencomot juga.


" Sama aja lo Naz ". Apalagi Jeki, ia juga gak ketinggalan.


" Sabar Pak ". kata Toni.


" Tuh dengerin asisten anda Pak Bos, banyakin sabar deh ". tambah Nazar.


" Iya memang harus banyak sabar buat menghadapi kalian, kalo engga bisa stress ".


" Enak nih Bos rujaknya...eh ngomong- ngomong kayak lagi ngidam aja nih ". kata Dede yang tak berhenti ngunyah.


" Iya lah kan gratis , for your information Abizar junior sudah otw soalnya ".


" Serius?". kompak ketiganya...Toni pun ikut senang dengar kabar ini.


" Ya seiuslah, kalian semua mau jadi Om , doakan istriku dan calon debay kami sehat selalu ya ".


" Tentu Bos , doa terbaik buat kalian ". Nazar yang mewakili.


" Sekarang bagaimana , mau ikut makan di kantin engga Bos?". tanya Jeki.


" Kayaknya engga , soalnya habis sholat mau meeting keluar , di restoran , jadi kemungkinan sekalian makan siang sama Papa Haris juga ".

__ADS_1


" Yo wis, kita duluan ya Bos , terima kasih buat rusaknya, endes pisan ". kata Dede yang makan paling banyak.


Sampai di pintu si Jeki balik badan, " Boleh ikut engga Bos ?". dengan memasang muka memelas.


" Boleh, tapi ngomong sendiri ya sama Papa Haris ".


" Gak jadi ". ucap Jeki ngeloyor pergi.


Hahaha.." Gak berani dia Ton ". Toni ikut tertawa.


Mereka berangkat bersama meski dalam mobil yang berbeda. Karena waktunya makan siang jadi Papa Haris mengajak tamu nya untuk makan siang terlebih dahulu.


" Maaf Pak Rudi , saya gak bisa lama , cuma buat mengenalkan Abizar pada anda , dia yang nantinya akan menggantikan saya di perusahaan , maklum sudah tua , jadi ingin pensiun untuk menikmati hidup ". ucap Papa Haris.


" Bisa saja Pak Haris ini , anda masih terlihat gagah loh , gak menyangka kalo sudah punya cucu ". Pak Rudi ikut berkelakar.


" Saya tinggal gak apa - apa kan Pak Rudi, saya titip anak saya dan tolong sekalian ajarin Abizar ya Pak , saya permisi dulu ". mereka semua berdiri , Papa Haris pun menyalami Pak Rudi dan kemudian meninggalkan tempat itu untuk pulang.


Pak Rudi dan Abizar pun mendapatkan kesepakatan, Pak Rudi begitu senang, menurutnya Pak Haris tak salah memilih Abizar, pemuda ini begitu smart dan sangat sopan.


Selain Pak Rudi ada lagi yang sedari tadi mengagumi sosok Abizar, dia terus mencuri pandang ke Abizar yang tak sedikitpun memandang ke arahnya.


Masih muda ,tampan , pintar, pemimpin perusahaan, lelaki idaman nih...batin Risa, sekertaris Pak Rudi.


" Sebentar Pak , saya ke toilet dulu ". ucap Pak Rudi.


" Silahkan Pak , saya tunggu ". balas Abizar.


Risa memberanikan diri untuk berbicara pada Abizar, ini kesempatan baginya.


" Pak Abizar , apa saya bisa meminta nomor HP anda , untuk memudahkan saya memghubungi anda , jika ada sesuatu yang ingin saya tanyakan ". ucap Risa dengan melembutkan suaranya.


" Maaf Mbak , saya tidak sembarangan membagi nomor HP saya....silahkan anda hubungi Toni saja seperti biasa ".


Sialan , susah amat nih Bos satu ini , biasanya tanpa aku berbicara pun , para pria akan langsung tertarik padaku ,ini malah memasang muka datar , sok acuh gitu , tapi menantang sih...aku harus bisa mendapatkannya.


Sekembalinya Pak Rudi , Abizar langsung pamit pulang , ia sudah tidak tahan dengan kelakuan sekertaris Pak Rudi yang semakin mendekatinya.


Dasar ulat keket gatel......geram Abizar .


Makasih yang sudah mampir 😘


Mampir juga di karya othor yang lain ya 😊

__ADS_1


Tinggalkan jejak buat othor😘


__ADS_2