Suami Warisan Kakak

Suami Warisan Kakak
53. Kelahiran Baby Boy


__ADS_3

Abizar duduk dengan gelisah. Memang sejak tadi pagi perasaannya sudah tidak enak . Ia ingin tinggal dan menemani Fia , tapi hari ini ada pertemuan yang tidak bisa ia tinggalkan.


Semenjak kehamilan Fia masuk sembilan bulan , Abizar memang semakin was - was pikirannya , ini anak pertama mereka dan juga pengalaman pertama bagi Fia melahirkan.


" Kenapa Pak , saya lihat dari tadi anda gelisah sekali ?".


" Aku memikirkan istriku Ton , perkiraan dokter dalam minggu ini Fia akan melahirkan ,entah maju atau mundur tanggalnya ".


" Pak Abizar apa ingin pulang , tapi sebentar lagi rapatnya akan di mulai ".


" Tamu nya sudah datang Ton ".


" Sepertinya sudah ".


" Kalo begitu kita mulai saja sekarang , biar cepat selesai, pikiran saya tidak tenang, kepikiran Fia terus ".


" Oke Pak ".


Rapat berjalan dengan lancar dan cukup cepat tak seperti biasanya, sepertinya klien nya kali ini juga mudah di ajak kerja sama , engga neko - neko .


Abizar sengaja menyalakan HP nya , ia taruh di atas meja supaya kalo ada apa - apa ia bisa langsung mengangkatnya.


Benar saja selesai ia berjabat tangan telponnya berdering dengan nyaring , secepat kilat Abizar meraih HP nya ketika terlihat di layar nama My Sweety Love .


" Assalamualaikum sayang ".


" Waalaikumsalam, ini Mama Bi , cepat ke rumah sakit ya Bi , Fia perutnya mulas , mungkin mau melahirkan , Mama mau bawa ke rumah sakit sekarang , kamu langsung ke sana saja ya ".


" Baik Ma , Abizar berangkat sekarang ".


Abizar menutup telponnya.


" Maaf Pak , saya tinggal dulu, istri saya mau melahirkan....anda bisa di temani Toni , jika masih ada yang mau di tanyakan ".


" Oh silahkan Pak Abizar, gak masalah , ini juga sudah selesai, saya doakan semoga lancar melahirkannya , Pak Abizar hati - hati di jalan jangan terlalu panik , ada istri dan calon anak Pak Abizar yang sedang menunggu anda !".


" Terima kasih doanya Pak...saya Permisi dulu ". setelah mengucapkan salam, dan menyalami kliennya , Abizar bergegas ke rumah sakit.


Tunggu aku sayang.....


Abizar sedikit berlari, ia sudah sampai duluan karena memang letak rumah sakit lebih dekat dari perusahaannya.


Abizar langsung meminta para perawat bersiap menyambut istrinya yang sedang dalam perjalanan.

__ADS_1


Mobil yang membawa Fia tiba , dengan sigap Abizar pun mengangkat istrinya untuk di taroh di kursi roda.


" Sakit Mas ".


" Iya sayang , Mas tau ...kamu bertahan ya demi anak kita ". Fia mengangguk lemas...mulut kecilnya terus merapalkan doa dan menyebut asma Allah.


Tangan Abizar di remas kencang oleh Fia ketika sakit itu datang , semakin lama memang sakit itu lebih sering datangnya.


" Kita cek dulu ya berapa pembukaannya ". ucap dokter perempuan yang bernama Nila itu.


" Masih pembukaan tiga , bu Fia masih bisa bangun tidak , kalo bisa di buat jalan - jalan sebentar , di sini saja gak usah jauh - jauh , supaya pembukaan nya lebih cepat ".


" Tapi istri saya kesakitan dok ". tolak Abizar...ia tak tega melihat raut muka Fia yang terkadang meringis menahan sakit.


" Bagaimana Bu Fia ?".


" InsyaAllah bisa dok ".


" Pelan - pelan saja , biar pak suami membantu bu Fia , berhenti kalo sakit itu terasa lagi ".


" Baik dok ". Dengan di papah Abizar, Fia melangkah sedikit demi sedikit.


" Memang sampai berapa pembukaannya dok ?" Abizar penasaran.


" What , banyak sekali, apa tidak terlalu lama itu , kasihan istri menahan sakit terlalu lama dok ".


Fia tak bisa mengomentari suaminya, karena ia sedang merasakan sakit yang kembali datang.


Dokter Nila tersenyum " Memang begitu kodratnya Pak , kita tidak bisa merubahnya ".


" Apa cecar saja sayang ". Fia menggelengkan kepalanya.


" Aku mu normal Mas ".


" Mas yang tega lihat kamu begini ".


" Fia menikmati rasa sakit ini Mas , ini perjuangan Fia menjadi ibu sesungguhnya....aakkhhhhh ".


" Tolong Pak Abizar baringkan bu Fia di sini ".


" Alhamdulillah sudah sepuluh , ini termasuk cepat loh bu Fia , tunggu aba - aba dari saya baru ibu boleh mengejan!".


Abizar terus berada di samping istrinya , menggegam erat tangan Fia dan sesekali menciuminya, menyalurkan tenaga agar Fia bersemangat.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian terdengarlah suara nyaring bayi menangis.


" Alhamdulillah ". ucap semua yang ada di ruangan itu.


" Alhamdulillah Pak Abizar , bayinya laki - laki sehat dan lengkap ". ucap dokter Nila.


Abizar dan Fia tak berhenti bersyukur..


" Terima kasih sayang sudah berjuang untuk putra kita ". Fia mengangguk, ia meneteskan air mata bahagia.


Setelah di pindahkan ke ruangan VVIP, Papa Haris, Mama Elma pun masuk ke dalam ruangan Fia.


" Mana cucu Mama Bi ?"


" Sebentar Ma , itu dia !". tunjuk nya pada seorang perawat yang membawa putranya.


" Sini biar saya gendong ....tampan sekali cucu oma ini , lihat Pa !". Mama Elma menunjukkannya pada Papa Haris.


" Iya tampan, Mika pasti senang nih punya adik ".


" Besok kita bawa Mika ke sini ".


Ceklek....Assalamualaikum....ucap Elzard .


Waalaikumsalam...


" Masuk kak El !".


" Om ...Tante.....Selamat ya Fi Bi ". Elzard terlebih dahulu menyapa Papa Haris dan Mama Elma.


" Terima kasih El ". balas Abizar.


" Mami dan Papi sedang otw ke sini Fi ?".


" Iya Kak , tadi sebelum melahirkan Mas Bizar sempat memberi tau Mami ".


" Kalo begitu aku pamit dulu ya , masih ada tugas soalnya...maaf hadiahnya nanti menyusul ya Fi ".


" Its oke kak , Fia senang Kak El sudah mau menjenguk Fia ". Elzard tersenyum tipis.


Elzard segera berlalu dari sana , hatinya senang sekaligus sedih . Senang melihat Fia bahagia dengan pernikahan ditambah sekarang sudah mendapatkan buah hati , sedih karena ia harus merelakan cintanya untuk orang lain


Hampir Tamat ya.....

__ADS_1


Nanti akan ada cerita buat Mikayla...di tunggu


__ADS_2