Suami Warisan Kakak

Suami Warisan Kakak
41. Penguntit


__ADS_3

Fandi kembali mendesah kesal...ada penampakan Nicko di dalam ruangannya.


" Elo lagi Nick....pantes perasaan gue kagak enak dari tadi ".


" Cuma elo yang ngerti gue Fan ".


" Gue terpaksa tau ".


" Sekarang apa lagi ?". Sudah tau kedatangan Nicko yang buntutnya pasti minta pertolongan, Fandi langsung to the point aja.


" Gue susah banget mau nemuin Mika, apa dia sengaja di umpetin ya ....tapi yang gue takutkan kalo Mika sakit , itu saja Fan ".


" Bukannya elo biasanya datang langsung ke rumah om Haris ya ?".


" Nah itu dia, sekali dua kali boleh masuk , itu juga yang nemenin gue asisten rumah tangga mereka...terakhir malah cuma sampai di pos satpam doang ...dan Mika tak pernah kelihatan batang hidungnya...adik Fea juga gak kelihatan....apa jangan - jangan mereka pindah ya Fan?".


" Mana gue tau , gue bukan bapaknya Mika ".


" Serius apa Fan !".


" Gue juga serius dodol ".


" Engga usah ngegas ".


" Elo dulu yang ngegas ".


" Maaf Fan , gue pusing makanya gue agak emosi, apalagi gue belum bertemu Mika sama sekali....kangen berat gue ".


" Ck , gaya lo Nick ".


" Gue minta saran sama elo , kalo lagi mumet gini , otak gue buntu gak bisa mikir ".


" Kebiasaan , gue udah kayak penasehat aja ini , bayar makanya Nick...biar otak cerdas gue bisa berfikir ".


" Perhitungan ".


" Biarin , gue heran sama elo Nick , ini kan waktu jam kerja , elo sebagai Bos seneng nya keluyuran gak jelas begini , contoh yang buruk bagi karyawan elo !".


" Mereka gue bayar , ya harus nurut ".


" Kalo perusahaan elo bangkrut gimana , elonya gak pernah disiplin gini ".


" Ya tutuplah ".


" Segampang itu Nick elo bilang ?".

__ADS_1


" Bangkrut ya tutup , gitu aja kok bingung sih ".


" Elo gak kasihan sama karyawan elo nanti kalo pada nganggur?".


" Ya kasihan , trus harus gimana dong ".


" Terserah elo dah...trus Elo jadi pengangguran gitu ?".


" Ya Engga lah, elo pikir perusahaan gue cuma satu, banyak tau ....bangkrut satu gak masalah bagi gue ".


" Cih...makin belagu lo , saran gue ..elo datang aja ke kantor Om Haris , percuma kalo elo nongkrong di sini , gak bakalan kekar you punya urusan "


" Temeninnnn gue ya Fannnn !". suara Nicko dibuat mendayu.


" Dih jijay tau engga Nick...sono , sorry gue benar- benar gak bisa anter kali ini...Nyali Elo mana , ngehamilin anak orang aja lo berani ".


" Oke deh , tapi kalo dalam dua puluh empat jam gue gak ada kabar , elo lapor Polisi ya Fan !".


" Buat apa , laporan orang hilang gitu ?".


" Tuh pinter ".


" Gue lapor , kalo gue di cantumin di surat wasiat elo...gak banyak kok Nick , tiga puluh persen lah , cukup bagi gue ".


" Makin ngeri gue dengar ucapan elo Nick....perlu periksa juga deh kayaknya elo ke rumah sakit...siapa tau tuh otak agak geser ".


" Sialan...gue pergi, dadah Fandi ". ucap Nicko sambil melenggang pergi.


" Pergi aja sono...bikin mood gue ancur aja ". Fandi terus menggerutu meski Nicko sudah tak ada lagi di ruangannya.


Ia bergegas mengambil bukunya , ia buru - buru ke kelas karena sudah cukup terlambat.


*


*


Mendengar Mami Zia sudah ada di tanah air , Fia tidak tahan untuk segera bertemu dengan Mami nya itu.


Fia akhirnya pergi sendiri , karena Abizar harus berangkat ke kantor. Mama Elma juga tak bisa menemani karena ada pertemuan dengan teman - temannya...alhasil Fia pun mengajak Mika dan Mbak Uti.


Dengan di sopiri oleh Pak Mukhlis, mobil Fia melaju di jalanan...tanpa Fia sadari ada mobil lain yang terus mengikutinya.


Pak Mukhlis lah yang pertama kali menyadari hal itu.


" Ada apa Pak Mukhlis, kok gelisah gitu ?".

__ADS_1


Pak Mukhlis bingung mau mengatakan nya atau tidak , ia takut majikannya jadi panik.


" Itu non , kok Bapak merasa kalo mobil hitam itu terus mengikuti kita ya ".


Fia dan Mbak Uti serentak menengok ke belakang. " Persaan pak Mukhlis kali , mobil di jalanan kan banyak , ya jadinya begini ". Fia masih berorangka baik , lagi pula untuk apa mobil itu mengikutinya, ia bukan pejabat maupun seorang artis ...pikir Fia.


" Bukan begitu non , soalnya bapak lihat mobil itu tadi dari kita mulai keluar dari rumah Non...dan sepertinya sengaja menunggu kita sejak tadi Non".


" Benarkah Pak , Fia jadi takut nih ".


" Sama non , mbak juga takut...gimana nih Pak Mukhlis, ngebut aja gimana ?". usul mbak Uti, ia juga ikutan merinding.


Pikirannya sudah kayak di film - film , di ikuti terus dirampok.....mbak Uti sampai bergidik ngeri.


" Jangan ngebut Pak , bahaya...pokoknya bapak dari jalan yang ramai di lalui orang ya Pak...nanti kalo ada kantor polisi , Pak Mukhlis belikan mobil kita kesana...".


" Untuk apa ke kantor Polisi non ?" tanya Mbak Uti yang tak paham rencana Fia.


" Nanti Mbak Uti akan tau sendiri ".


" Ada kantor polisi di depan Non ".


" Bagus Pak , kita singgah dulu di sana ".


Mobil Fia masuk ke pelataran kantor Polisi, tentu kedatangannya mencuri perhatian para Polisi di sana , yang kebanyakan laki - laki.


" Ada yang bisa saya bantu Mbak ?" tanya seorang Polisi yang berani maju menghampiri Fia.


" Oh iya Pak , tadi itu sepertinya mobil kami di ikuti oleh orang, jadi untuk mengantisipasi nya kami mampir dulu ke sini....".


" Begitu ya , kalo begitu nunggu di dalam saja , biar nyaman , kasian dede bayinya kepanasan..". pinta Polisi yang lainya yang akhirnya ikut juga mendekat ke Fia.


Beda ya , kalo orang cakep mah memang enak, apa aja di permudah kayaknya...pikir Mbak Uti.


Bagaimana Mbk Uti tak berpikiran seperti itu , dua Polisi muda itu terlihat mencuri - curi pandang ke Fia.


Namanya juga orang cakep, mau polisi atau bukan pasti banyak yang melirik, kebanyakan lelaki memang begitu kan . Mbak Uti mengakuinya , kalo majikannya itu memang kelewat cantiknya.


" Giliran aku sama Pak Mukhlis gak ada yang nawarin...nasib - nasib punya muka pas - pas san ..." gerutu Mbak Uti sambil jalan mengikuti Fia , yang sudah berjalan terlebih dahulu.


Terima kasih sudah mampir


Dukung othor selalu ya


Dan jangan lupa mampir di karya othor yang lain nya.....

__ADS_1


__ADS_2