Suami Warisan Kakak

Suami Warisan Kakak
12. Mencari Informasi


__ADS_3

Sudah beberapa bulan ini tidur Nicholas sungguh tak nyaman. Berulang kali ia selalu terbangun karena mimpinya.


" Aarrggghhhhh....Feaaa...apa yang elo lakuin ke gue Fe, elo sudah ganggu pikiran gue selama ini , sekarang tidurpun gue gak nyenyak, elo selalu datang...".


" Maafin gue Fe , maafin gue...gue menyesal Fea..".


Nicholas meremas rambutnya kasar , apalagi ditambah sekarang Vara menuntut untuk dinikahi. Padahal jelas - jelas ia tau , bayi diperut Vara bukanlah bayinya....tapi ancaman Vara yang akan menyebarkan aibnya pada semua orang membuatnya tak bisa berbuat apa - apa.


Arsen dan Tiana sendiri malah mendukung aksi Vara yang memang sengaja menjebak Nicholas.


" Memang licik kalian semua , gue akan balas yang lebih kejam dari apa yang kalian lakukan ke gue "


Nicholas terus saja meracau sendiri , meluapkan kemarahannya.


" Fea...". ucapnya lirih , kini ia kembali mengingat Fea.


Dia menyesal , kenapa ia mau bekerja sama dengan Vara dan Tiana untuk mengerjai Fea. Seharusnya ia memperjuangkan cintanya pada Fea , yang sempat ia utarakan tapi ditolak oleh Fea.


Karena sakit hati itulah Nicholas jadi gelap mata .Ia lupa gadis yang disakitinya adalah orang yang menjadi cinta pertamanya.


" Apa kabar elo Fe..?". Setelah malam itu dan terakhir ketika Fea menyambangi kantornya , yang berujung menambah sakit hatinya Fea , setelah mendengar bahwa mereka semua menjebak Fea termasuk dirinya....Fea tak mau lagi menemuinya bahkan Fea seakan sengaja tak menampakkan dirinya.


Deg....Nicko baru teringat, Fea datang menemuinya , padahal sejak ia merenggut kesucian Fea , gadis itu tak mau lagi melihat dirinya...kenapa hari itu ia sampai datang ke kantornya.


Pasti ada hal penting yang ingin disampaikan Fea padanya...apa jangan - jangan....


Nicho berfikir apakah mungkin Fea datang ingin mengatakan tentang kehamilannya....


" Apa iya Fea hamil anak gue....tapi seingat gue , emang gue keluarin semua di dalam ". ia baru teringat kalo malam itu ia tak pakai pengaman , bahkan sampai mengulangnya beberapa kali .


Karena Nicko terlampau senang bisa melakukan itu dengan gadis yang disukainya...dan ia yang pertama.


" Shittt....". Seandainya ia mengejar Fea , dan tak harus menuruti Vara dan Tiana.....


" Fandi...ya Fandi , gue harus temuin Fandi , dia pasti tau kabar Fea saat ini ".


Paginya Nicko langsung pergi ke rumah Fandi , ia lakukan itu, karena ia sudah diblokir oleh Fandi. Fandi pun menutup akses , ia tak lagi berteman dengan mereka.


Sampai di rumah Fandi , dengan ragu ia mengetuk pintu rumah Fandi .


Ceklek....


" Cari siapa ya Kak ". seorang gadis berumur empat belas tahun yang membukakan pintu , Nicko berfikir itu mungkin adiknya Fandi


Pantas saja Fandi mengutuk perbuatannya pada Fea , karena dia punya adik perempuan.


" Fandi nya ada ?".


" Ohhh Kak Fandi , gak ada tuh ". jawab gadis itu enteng.


Gak mungkin kan sepagi ini Fandi sudah berangkat kerja..." Tidak ada ???...apa sudah berangkat kerja , sepagi ini ??.


" Ish, gak ada ..emang Kak Fandi nya lagi gak di rumah , lagi tugas ke luar kota , seminar kalo gak salah ". jelas adik Fandi.


" Kemana?".

__ADS_1


" Kasih tau gak ya ???". gadis itu melipat satu tangannya di dada , dan ia mengetuk - ngetukkan jarinya ke mulut , seakan mengejek Nicholas.


Sialan nih bocah, kalo gak lagi butuh informasi sudah gue tabok tuh mulutnya...gerutu Nicko.


" Mau kasih tau gak ...tapi ada syaratnya ?". tawarnya.


" Apa syaratnya , buru kasih tau ". Nicko tak mau berlama - lama dengan gadis yang menyebalkan ini.


" Aku lagi butuh yang manis -manis buat di makan , tapi sayang dompet aku kering , gimana dong Kak ?".


Et dah, tinggal bilang minta duit aja pake muter - muter ke monas dulu, adek lo Fan...mata duitan...ck...ck...ck....Nicko menggelengkan kepalanya.


" Oh , gak bisa ya...ya sudah ". gadis itu hendak menutup pintu...ia pikir Nicko gak mau ngasih uang padanya karena ia melihat Nicko menggelengkan kepalanya.


" Eeiittss tunggu dulu , dua lembar ini apa cukup untuk membuat mulut kamu makin manis ". Dua lembar uang seratusan ,mata gadis itu langsung berbinar.


Nicko sampai kaget , denga gerak cepat uang itu sudah berpindah tangan.


" Ck...gak sopan itu dek !". keluh Nicko.


" Takut kakak berubah fikiran , jadi buru - buru aku ambil deh , kata Mama rezeki jangan ditolak, pamali atuh ".


Memang bener - bener manis mulutnya, rezeki dari mana , orang dia yang malak...dasar bocil.


" Buruan !".


" Apanya kak ?".


" Ish...masih bocil sudah pelupa , gak ingat tuh duit juga masih dipegang buat bayar informasi yang kamu janjiin ".


" Kak Fandi lagi seminar di Jogja selama seminggu ".


" Oke, terima kasih informasinya ". Nicko langsung berbalik ingin meninggalkan rumah Fandi.


" Eh tunggu Kak !".


" Apalagi , jangan bilang mau minta nambah fulusnya!".


" Kakak ini jangan buruk sangka dulu , aku cuma mau ngasih tau kalo seminarnya sudah dari seminggu yang lalu , itu artinya hari ini kak Fandi pulang ".


Nicholas pun tersenyum, ia gak perlu capek - capek menyusul Fandi ke Jogja ternyata.


" Makasih....siapa nama elo ?".


" Fina Kak ".


." Oke Fin , kakak pulang dulu...ingat jangan terlalu banyak jajan yang manis - manis , nanti diabetes...!". setelah mengucapkan itu dengan segera Nicko masuk ke dalam mobilnya...dan pergi meninggalkan rumah Fandi.


" Teman Kak Fandi cakep bener , kayak bule dari luar negeri ". ucap Fina sambil senyum - senyum.


Tiba - tiba Fina menepuk jidatnya ..." Kenapa gak nanya namanya tadi...., nyesel juga tadi gak aku suruh masuk dulu...". dasar bocil lihat yang cakep dikit mulai deh halu.


Di kantor , Nicholas tak bisa bekerja dengan baik pikirannya kini tertuju harus mendapatkan informasi tentang Fea secepatnya. Waktu seakan lama berjalannya.


Pulang kerja Nicko langsung menancap gas nya ke rumah Fandi. Kali ini ia beruntung Fandi sudah ada di rumah , meski ia kembali bertemu dengan bocil menyebalkan itu.

__ADS_1


" Eh kakak ganteng sudah datang lagi , doaku emang terkabul , jodoh kali ya ". ucapnya tersenyum genit.


" Fandi nya sudah pulang kan , cepat panggilkan !". gue digombalin bocil , ucap Nicko dalam hati tapi tak ayal ia tersenyum juga.


" Ih gak sabaran banget sih , Fina sudah seneng loh kakak datang lagi , kirain kangen sama aku , eh masih nyariin kak Fandi ternyata...tapi aku belum tau nama kakak , kita kenalan dulu !".Fina menyodorkan tangannya , Nicko tak tau kenapa ia pun menyambut tangan Fina.


" Nicholas ".


" Sesuai dengan orangnya, duduk dulu Kak , aku panggilin kak Fandi dulu , oh ya mau minum apa , teh , susu , kopi.....air putih saja ya biar cepet ". Nicholas terkekeh , gadis itu...lucu sekali , ia yang menawari tapi ia pula yang memutuskan.


Ceklek.... " Kan Fandi , ada temannya itu !"


" Fina , sudah berapa kali kakak bilang , kalo masuk kamar orang ketuk pintu dulu !".


" Sorry.. Fina lupa Kak , habis liat orang ganteng soalnya ".


" Ck , alasan ...kebiasaan kamu ya emang gitu, main slonong aja ...siapa tamunya ?".


" Kak Nicholas ".


" Bilang aja kakak gak ada ".


" Gak bisa kak ,tadi Fina sudah bilang ada ".


" Ya sudah bilang aja kakak masih tidur "


" Gak mau , bilang aja sendiri sono ...!".


" Mau duit engga ?". Fandi tau Fina mata duitan.


" Mau , siapa yang nolak kalo dikasih duit ".


" Nih !". lima lembar uang seratusan pindah ke tangan ke Fina.


Semalam aku mimpi apa nih , dikasih duit terus- terusan...auto cepet kaya nih ....senyum lebar tersungging di bibir Fina , tak lupa ia mengibaskan lembaran uang itu ke mukanya.


" Sana bilang ke Nicko , kakak gak mau nemuin dia !".


Fina keluar dari kamar Fandi tanpa menutup pintunya....lalu berteriak dari atas sana.


" Kak Nicko....kak Fandi gak mau ketemu sama Kakak.....".


" Dasar bocah geblek , gak usah teriak dari sini....bilanginnya kesana curuttt ". akhirnya kata kasar keluar juga dari mulut Fandi saking kesalnya dengan adiknya itu.


" Bukan salah Fina dong, kan kakak tadi gak nyuruh bilangnya langsung ke kak Nicko ".


Dengan langkah malas dan hati kesal , apalagi uang juga melayang...Fandi terpaksa menemui Nicko, adiknya memang pintar kalo soal menghadapinya...dan juga karena sang Mama ikut berteriak dari bawah.


Dukungannya ya jangan lupa....


Vote, like....comment juga...


Makasih sudah mampir 🙏


Mampir juga ke karya othor yang lain ya !!!

__ADS_1


__ADS_2