Suami Warisan Kakak

Suami Warisan Kakak
31. Bertemu Mika


__ADS_3

Nicko tak patah arang , meski tak ditemani oleh Fandi , kini ia berani datang sendiri je rumah orang tua Shofea.


" Bantu gue Fe , supaya gue bisa nebus kesalahan gue ke elo , dan terutama buat anak kita ". ucapnya lirih sebelum mengetuk pintu rumah Papa Haris.


Bismillah ....ucap Nicko.


Tok...Tok.. Tok...


Sampai beberapa kali Nicko mengetuk pintu , tapi belum ada yang membukakan pintu. Ia kembali mengulanginya hingga...


Ceklek...pandangan pertama Nicko tertuju pada bayi cantik dalam gendongan seorang wanita paruh baya.


Mbak Uti lah yang membukakan pintu ,sambil menggendong Mika.


" Cari siapa Mas...Mas...hey Mas !". panggil Mbak Uti, karena Nicko sedari tadi tak menjawab nya , mata dan pikiran Nicko masih tertuju pada Mika.


Karena kesal panggilannya tak dijawab oleh Nicko , Mbak Uti memukul bahu Nicko dan itu cukup kencang.


PLAKKK....barulah Nicko tersadar dari lamunannya.


Ia menggaruk tengkuknya, sambil cengengesan. " Sorry bu , lagi fokus lihat dede bayinya yang menggemaskan ini ".


" Mas nya nyari siapa ?".tanya mbak Uti lagi.


" Nyari siapa ?".


" Lah nih anak ..gak paham sama pertanyaan ku , Mas nya itu bertamu kesini mau ketemu siapa ?".


" Oh itu, ketemu siapa ya Bu....aku jadi lupa ". karena memang tujuan Nicko adalah bertemu dengan Mika, dan sekarang bayi itu sudah ada di depan matanya.


" Bocah gendeng., malah nanya ke aku , kalo mau ketemu Pak Haris endak ada , beliau lagi keluar sama ibu Elma , kalo Non Fia sama den Abizar lagi bulan madu , belum pulang ".


" Yaahhhh , jadi mereka sedang bulan madu ya , sia - sia dong aku sudah datang kemari !". Nicko jadi punya alesan akhirnya...


" Oh , jadi mau ketemu Non Fia sama den Abizar to....ya udah , kan orangnya juga gak ada , Mas nya pulang gih !".


Gue diusir , gak berani gue lawan emak - emak....auto bonyok gue....gimana nih , mumpung orang tua Fea lagi gak ada di rumah, ini kesempatan gue buat deket sama Mika....ayo Nick mikir...mikir...


"Emmm Bu , boleh gendong engga ...jadi aku gak sia - sia kesini ". Nicko sudah mengangkat kedua tangannya untuk mengambil Mika dari gendongan Mbak Uti.


Tapi dengan sigap Mbak Uti menjauhkan Mika dari jangkauan Nicko.

__ADS_1


" Mas bukan penculik anak yang lagi modus bertamu kan ?".


" Astagfirullahaladzim..lihat tampang apa Bu , gak lihat apa yang aku pakai , rapi dan santan sopan ". Nicko tak terima di katai sebagai penculik anak.


" Justru itu , penculik modelan sekarang dandannannya perlente kayak orang kerja kantoran , ya seperti kamu ini ".


" Gak boleh loh suudzon Bu ,aku ini temennya Fea , kalo gak percaya nih , aku punya fotonya !". Untung Nicko punya foto bersama Fea dan juga teman - temannya.


Mbak Uti yang melihat foto itu jadi merasa bersalah , karena sudah menuduh Nicko.


" Ya maaf , namanya juga waspada , kalo Mika nya mau boleh lah gendong , tapi kalo gak mau jangan dipaksa ya !".


" Siappp Bu ". Nicko kembali mengangkat kedua tangannya, dan sungguh di luar dugaan Mbak Uti , Mika menyambut tangan Nicko , bahkan ia tertawa ketika berada dalam gendongan Nicko.


Mbak Uti saja sampai heran , biasanya Mika akan rewel jika berada di tangan orang asing yang belum dikenalnya.


" Kok Mika mau sih sama Mas nya , gak pake nangis lagi , biasanya gak gini loh Mas , kalo sama orang asing ".


Mika tau gue bapaknya kali....secara nih bocah beneran mirip gue, fix ....anak gue ini....Mika, ini Daddy sayanggg......


" Berarti nih bayi tau mana orang baik mana bukan , ditambah lagi aku nya ganteng begini , para cewe aja gak nolak , apalagi nih bayi " . pedenya Nicko.


Nicko menciumi bayi itu dengan penuh kasih sayang, mata nya pun mulai berkaca - kaca...begini rasanya mendekap darah dagingnya.


" Mas nya jangan menangis di sini , lelaki kok cengeng !".


" Aku teringat dengan orang yang aku cintai Bu , dia telah pergi meninggalkan aku untuk selama - lamanya , dan juga anak kita , jadi ketika memeluk Mika , aku merasa memeluk anak aku sendiri ".


Memang Mika anak gue Bu....inginnya Nicko berteriak seperti itu , tapi apa daya ...Nicko tak mampu....


Mbak Uti yang mempunyai hati tak tegaan , akhirnya mengijinkan Nicko bermain dengan Mika sebentar . Mika sendiri sepertinya punya ikatan batin dengan Nicko , anak itu bahkan selalu tertawa kegirangan ketika Nicko menggodanya.


Tak ingin menyia - nyiakan kesempatan langka ini , Nicko pun mengabadikan pertemuannya Mika dalam Video dan juga foto . Tak tanggung- tanggung, banyak sekali ia mengambil gambar Mika , apalagi ketika Mika sedang tertawa, Nicko sepertinya ingin menghentikan waktu , agar selalu bersama dengan anaknya.


Tawa Mika membuat hatinya bahagia , tak pernah ada yang bisa membuatnya sebahagia saat ini.


" Emmm Mas nya gak pulang ?". Mbak Uti mengusir secara halus.


Nicko tau diri , ia sudah cukup lama bermain dengan Mika.


" Baiklah Bu , aku permisi....terima kasih sudah mengijinkan aku bermain dengan Mika ".

__ADS_1


Mika tiba - tiba menangis , anak itu tak mau lepas dari Nicko.


" Mika sayang, om nya mau pulang dulu ya...nanti biar Om nya main lagi lain kali , jangan nangis ya sayang ". Mbak Uti mencoba menenangkan Mika , dan syukurlah berhasil, Mika mulai diam setelah Nicko menjauh pergi.


Nicko memang sengaja tak ke kantor hari ini , semua pekerjaan sudah ia serahkan pada asistennya.


Hatinya belum tenang jika belum menyelesaikan misinya..Meski belum sepenuhnya terpenuhi, tapi ia bersyukur sudah bisa mendekap putri nya bersama Fea , wanita yang menjadi cinta pertamanya.


Tujuan Nicko setelah keluar dari rumah Papa Haris adalah Fandi , mobilnya melaju menuju kampus tempat Fandi mengajar.


" Assalamualaikum Fan ".


" Waalaikumsalam....". Fandi sampai berdiri , lalu memegang dahi Nicko.


" Pantesan aja dari tadi perasaan gue tidak enak , ternyata elo yang datang ".


" Tak panas , elo Nicko kan ?".


Nicko menampik tangan Fandi yang ada di dahinya ." Elo kira gue siapa , setan gitu , ya iyalah gue Nicko , pria tampan tiada bandingannya ".


" Alhamdulillah kalo elo Nicko , berarti dah tobat lo , sampe lancar bisa ngucapin salam , biasanya kan engga....main nyelonong aja kalo masuk ke ruangan orang...tadi itu gue kira ada ustadz nyasar ke sini ".


" Doain aja biar gue makin lebih baik Fan ".


" Kenapa elo jadi berubah gini, gue jadi merinding , ngomongnya aja juga sopan gitu "


" Ya namanya juga ingin berubah menjadi lebih baik Fan , semua demi anak gue, Mika ".


" Gue gak mau Mika punya Ayah yang slengek' an , gue mau jadi contoh yang baik buat Mika , Fan ".


Fandi malah makin bergidik " Fix , gak perlu lagi di rukyah nih anak , udah sadar beneran ".


" Gue mau minta tolong lagi sama elo Fan ".


" Sudah gue duga ". ucap Fandi ....mereka berdua pun terkekeh.


Bersambung.....


Beri othor semangat dong.....hadiahnya boleh dong......😉


Jangan lupa Mampir di karya othor yang lain ya...

__ADS_1


__ADS_2