Suami Warisan Kakak

Suami Warisan Kakak
29. Permintaan Bu Zia


__ADS_3

" Sebenarnya kami mempunyai seorang putri , waktu itu kami masih menetap di Indonesia, sekitar dua puluh tahun lalu , Zia melahirkan seorang bayi perempuan , namun sayang bayi kami dinyatakan meninggal ". akhirnya Zefrano lah yang bercerita .


" Yang mengherankan kata istriku , dia sempat melihat bayi kita menangis kencang sebelum dia jatuh pingsan , tapi kenapa tiba - tiba bayi kita dinyatakan meninggal ".


" Saya sendiri menyesal tidak bisa mendampingi istri saya, saya datang terlambat, karena panik dan juga melihat istri saya yang kembali pingsan setelah mendengar anaknya meninggal, jadi kita berdua tak ada yang bisa berfikir dengan jernih ".


" Barulah setelah bayi kita di kubur , selang beberapa minggu , barulah Zia sudah mulai bisa berbicara , tentang anak kita di saat lahir , bahkan istri saya bilang sempat melihat ada tanda lahir di tubuh bayi itu , tepatnya di bahu kiri ".


" Disitulah kita baru menyadari bahwa merasa ada yang janggal ....karena seingat saya istri saya hamil dalam keadaan sehat , bahkan dua hari sebelum melahirkan Zia sempat kontrol dan kata dokter waktu itu baik - baik saja ".


" Untuk menggali kembali kuburan itu , tentu kami tidak tega , untuk mencari informasi lebih dalam , kami tidak sekuat sekarang , Zia sampai terpuruk lama , hingga saya akhirnya berinisiatif menjual rumah ,dan membawa Zia merantau ke sini , supaya Zia bisa melupakan kesedihannya ".


" Alhamdulillah Zia mulai membaik , apalagi ketika dia merawat seorang anak , meski bukan anak sendiri , kami menyayangi nya dengan sepenuh hati ".


" Kami sudah mengikhlaskan putri kami , kami hanya berdoa jika benar putri kami masih hidup semoga orang yang merawatnya , menyayanginya dengan tulus ".


" Lalu , dimana hari kelahiran putri kami, Zia pulang dari taman dengan wajah yang begitu bahagia, katanya ia bertemu seorang gadis cantik dan ternyata itu dirimu Fia ".


" Harapan kami hidup lagi, kami berharap jika suatu saat bisa bertemu kembali dengan putri kami , meski itu kemungkinan nya sangat kecil , Melihat kamu yang sungguh mirip dengan istriku waktu muda , kami berdoa semoga kamu lah putri yang selama ini kami nantikan ".


Fia dan Abizar masih setia mendengarkan , hati Fia pun merasakan ada suatu yang menarik hatinya untuk selalu berdekatan dengan Bu Zia, dan ia memang merindukan pelukan wanita paruh baya itu.


" Maaf Fia, tanpa ijin dari kamu , kami sudah mencari informasi tentang dirimu , dan kami cukup senang setelah mengetahui kalo kamu ternyata bukan anak kandung dari Tuan Harris dan Bu Elma ".


" Fia , maukah kamu tes DNA untuk kami...maaf jika kamu tersinggung , bila kamu menolak , ya tidak apa - apa , iya kan Mi ?". Bu Zia yang sedari tadi terdiam menahan tangis, kini hanya mengangguk.


" Fia, apapun hasilnya , boleh kah jika saya tetap menganggap kamu sebagai putri kami ?". ucap Bu Zia terbata, ia takut ada penolakan dari Fia.


Di luar dugaan Bu Zia , Shafia malah langsung memeluk nya erat. " Mau Bu , Fia mau melakukan tes DNA buat Ibu , Fia sudah sayang sama Bu Zia sejak pertama kita bertemu ".


Sebelum memeluk Bu Zia , Fia tadi terlebih dahulu melihat ke suaminya, Melihat Abizar mengangguk , Fia begitu bahagia, karena ia memang sedang mencari orang tua kandungnya, mendengar cerita dari Pak Zefrano, pikiran buruknya hilang sudah , jika benar ia putri Bu Zia dan Pak Zefrano, berarti ia tidak di buang oleh kedua orang tuanya.

__ADS_1


Abizar sendiri akan mendukung semua keputusan Fia, membuat Fia bahagia itu tujuannya , apalagi kini sepertinya alam mempermudah istrinya itu untuk menemukan keluarganya , apa salahnya mencoba tes DNA, lebih baik di lakukan dari pada penasaran.


Apapun hasilnya toh gak ada ruginya bagi kedua belah pihak.


" Terima kasih Fia, terima kasih...lalu kapan kamu siap melakukan tes itu ?".


" Besok bu , lebih cepat lebih baik !".jawab Fia, membuat Bu Zia makin mengembang senyumnya , meski air matanya masih keluar.


" Baik , besok saya akan mempersiapkan semuanya, kalian akan di jemput oleh asisten saya ". ucap Pak Zefrano ikut bersemangat , dalam hatinya ia yakin kalo gadis di depannya ini adalah putrinya...begitu pun dengan Bu Zia .


Sama dengan Fia, sejak mereka bertemu di taman itu , Fia sudah mencuri perhatiannya , apalagi waktu ia memeluk Fia , jantungnya berdebar , pikirannya tiba - tiba tenang seperti tersiram air es , adem rasanya.


" Kalo begitu kami pulang dulu ". Abizar berpamitan.


" Fia , Izar....menginaplah di sini , ibu mohon!". melihat mata Bu Zia, Abizar dan Fia pun tidak enak hati.


" Ini sudah terlalu malam , mau ya Fi , Izar !".


Setelah Abizar pikir - pikir , tidak apalah menginap semalam di sini , lagi pula Bu Zia dan Pak Zefrano orangnya baik .


" Baik Bu , kami akan menginap ". ucap Abizar, ia senang melihat binar mata Bu Zia yang memancarkan kebahagiaan.


Bu Zia berdiri hendak memeluk Abizar karena terlihat ia merentangkan tangannya dan akan menghampiri Abizar , Melihat itu dengan gerak cepat Pak Zefrano memegang pergelangan tangan istrinya.


" Mau kemana Mi ?".


" Mau mengucapkan terima kasih pada Abizar ". jawab Bu Zia belum menyadari kesalahannya.


" Cukup dari sini saja Mi ,Mami gak perlu kesana buat peluk lelaki lain yang bukan suami kamu Mi ".


Seketika Bu Zia meringis, ia tau suaminya itu pencemburu berat ." Maaf , Mami lupa Pi....".

__ADS_1


Fia dan Abizar terkekeh melihat keharmonisan pasangan yang sudah tak muda lagi , mereka terlihat lucu dan menggemaskan.


Kini Fia dan Abizar sudah berada di kamar yang cukup luas dan tentunya mewah. Fia sudah berganti dengan baju tidur pemberian Bu Zia ...dan itu terlihat sangat seksi di mata Abizar.


" Sayanggg.....kenapa terlihat makin cantik begini sih, Mas jadi gak tahan tau ".


" Gak tahan ...apaan sih Mas ".


" Mas sudah gak tahan buat makan kamu !" bisikan Abizar di telinga Fia, membuat seluruh tubuhnya merinding.


" Kebiasaan , ini di tempat orang loh Mas , kita ini lagi bertamu , Mas tahan aja ya , gak enak sama yang punya rumah !".


" Gak bisa sayanggg, kamu kan tau , aku gak bisa kalo gak nyentuh kamu , lagian Bu Zia juga gak bakalan tau ...mereka kan juga berada di kamar mereka Fi ".


" Tapi.....".


" Gak boleh nolak permintaan suami sayang....dosa loh ".


" Giliran mau begituan aja , Mas ngingetin dosa ".


" Kan sudah tugas suami juga buat ngingetin istri , kita akan buat calon anak kita made in Paris ".


" Iya deh , Mas Bizar memang paling bisa kalo ngerayu ".


Memang harus pandai - pandai buat bikin kamu senang Fi , agar kamu tidak bisa jauh dari aku Fi...akan ku buat kamu cepat mengandung benihku , pokoknya Fia akan jadi milik Abizar selamanya ...


Abizar masih ada ketakutan jika Fia akan berpaling , apalagi kalo terbukti Fia anak dari Bu Zia dan Pak Zefrano, ia jadi makin inscure....karena Abizar merasa dirinya tak ada apa - apanya bila di bandingkan dengan Fia.


Makasih sudah mampir ...


Beri dukungan buat author...kasih like , vote...hadiah juga boleh 😊🙏

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke karya othor yang lain...ditunggu....


__ADS_2