
Fia dan Abizar sudah mengepak barang - barangnya , mereka sudah bersiap untuk pulang hari ini.
" Rasanya aku engga kepingin pulang Fi , aku maunya di sini aja terus berduaan sama kamu sayang ". Abizar memeluk Fia mesra dari belakang .
" Iya , itu mau nya Mas , mau ngurung aku terus di kamar biar gak ada yang ganggu ". bibirnya mencebik.
" Tuh kamu tau sayanggg ".
" Terus Mas gak kerja gitu , aku mau dikasih makan apa Mas ?".
" Kasih makan nasi lah , tabungan Mas masih banyak jangan kuatir Fi , kalo habis baru kita pulang "
Fia mencubit tangan Abizar yang berada di perutnya. ...
" Aauuuu ...di cubit sih sayang , sakit nih !". Abizar melepas pelukannya, lalu meniup tangannya yang sedikit merah akibat cubitan istrinya yang ternyata cukup kencang.
" Eh maaf Mas , sakit banget ya ". Fia mengibaskan tangannya dan juga ikut meniup tangan Abizar.
" Kamu beneran nyubitnya sih sayang ".
" Maaf Mas Fia sengaja tadi ". Fia berlari sambil tertawa , Abizar sadar istrinya itu mengerjainya , ia pun mengejar Fia.
Mereka berlarian di dalam kamar , hingga Abizar berhasil menangkap istrinya.
" Kamu harus di hukum sayang ". Fia tau apa hukuman yang akan Abizar berikan untuknya.
" Mas , nanti kita ketinggalan pesawat loh ".
" Gak akan , masih banyak waktu , buat empat ronde juga cukup !". ucap Abizar santai ,sambil terus melucuti pakaian sang istri.
" Engga....engga , Fia gak mau kalo sampai lebih dari satu , Mas mau aku gak bisa jalan ke bandara ".
" Mas gendong nanti ".
" Jangan Mas , nanti di rumah aja ya !".mohon Fia.
" Ya udah dua kali aja , jangan ditawar lagi ya Fi , dan jangan ngomong lagi , waktu kita nanti habis buat berdebat!".
Fia heran semakin kesini , Abizar sangat susah ditolak untuk urusan itu, makin lama suaminya itu makin lebih sering memintanya. Gak ada sehari pun yang Abizar lewatkan untuk menanam benih di rahim istrinya itu.
Dua kali Abizar meminta , pasti dua kali pula ia akan melakukannya....menepati janji elaknya.
__ADS_1
Sekarang Mereka sudah berada di bandara , Fia masih memasang wajah cemberutnya.
" Itu muka kenapa masih di tekuk , apa masih kurang servis dari Mas kurang sayang ?".
" Ishh...nyebelin, bukan kurang , tapi overdosis tau ". Abizar tergelak.
" Ya maaf , mau kan maafin Mas ?".
" Udah Fia maafin dari tadi , cuma ya aku masih kesel aja sama Mas ".
" Ayo kita masuk , sudah di panggil tuh !".
" Kenapa sayang , ada yang kamu tunggu ?".
Jujur Fia menunggu seseorang, mungkinkah orang itu akan datang ...tadi Fia hanya berpamitan dengan orang itu hanya lewat HP.
Fia pasrah , ia memegang lengan Abizar , lalu melangkah bersama. Abizar sendiri tau siapa yang sedang di tunggu Fia, istrinya.
Abizar dan Fia baru melangkahkan kakinya sebentar, tapi tiba - tiba ada yang menghentikan langkah mereka.
" Tunggu Non Fia dan Pak Abizar , saya mohon berhenti sebentar, ada yang ingin bertemu dengan kalian !".
Fia ingat , Pria tegap bertubuh tinggi besar itu adalah asistennya Pak Zefrano , orang yang sama yang menjemputnya waktu itu ketika di undang makan malam di rumah Bu Zia.
Ketika sudah dekat , Bu Zia langsung berlari dan menubruk Fia untuk dipeluknya erat...tanpa bisa pak Zefrano cegah...
Bu Zia menangis di pelukan Fia. " Bu , kenapa ibu menangis, Fia hanya pulang ke kampung halaman Fia , nanti kalo ada waktu Fia akan kunjungi ibu di sini , Ibu juga bisa mengunjungi Fia di Indonesia, sekalian Ibu pulang kampung juga...".
" Fi..Fia....putriku , kamu putriku sayang....ini Mami nak , Mami kamu....!" masih sesenggukan , Bu Zia menerangkan semua hasil tes DNA itu.
" Mas ". Abizar mengangguk , membiarkan Fia melepas kerinduannya pada sang Ibu juga Ayahnya , karena ia tau ini yang sedang dicari istrinya , orang tua kandungnya.
" Be ..benarkah Bu , Fia anak Ibu ?".
" Benar sayang , Mas Zef ..sini " Zefrano mendekat . Dengan cepat Bu Zia merebut kertas yang ada di tangan Zefrano, laku memperlihatkannya ke Fia.
" Lihat sayang , kamu lihat hasil DNA ini, kamu benar- benar putri ibu....".
" Iya Fia , kamu putri kami yang telah lama dinyatakan meninggal, dan ternyata itu semua tidak benar:. Zefrano ikut memeluk kedua wanita yang sangat dicintainya.
" Bbuuu...".
__ADS_1
" Panggil Mami sayang , panggil Mami !".
" Ma...Mami ".
" Papi juga , kamu harus panggil saya Papi , jangan Mami aja yang kamu panggil sayang ".
" Iya , Papi ".
" Terima kasih, terima kasih kamu benar - benar kembali, keyakinan istri ku benar , kamu masih hidup sayang, Papi bersyukur sekali ".
" Ini hadiah terindah, di usia pernikahan kita yang ke dua puluh tiga tahun ya Mas ".
" Benar Mi , ayo kita rayakan !".
" Eh tapi kita sudah mau pulang Pi Mi ".
" Itu tidak usah kamu pikirkan sayang , nanti kalian bisa naik jet pribadi suamiku, boleh kan Mas ?"
" Tentu boleh sayang , apapun akan Papi berikan untuk kamu ".
" Bagaimana Mas ?". Fia tentu tak melupakan suaminya , dan untuk itu , Fia pun pamit pada suami tercintanya.
" Boleh sayang, apapun yang membuat kamu bahagia akan Mas dukung selalu ?".
" Baiklah ayo kita pulang , tapi sebelumnya kita mampir dulu ke Butik ya Mas Zef ". pinta Zia.
" Ada yang ingin kamu beli sayang ?". tanya Zefrano pada istrinya.
" Banyak. Mas , banyak sekali...buat putriku tercinta.......".
" Mi...., gak usah,.. baju aku sudah banyak, nanti mubazir....".
" Please Fia , kali ini saja ibu mohon..ya. ya ....ya ".
Sesuai perintah mobil mereka berhenti .di depan Sebuah butik terkenal.
Bersambung....
Beri like dan juga hadiah
Mampir juga di karya othor yang lain...
__ADS_1
Terima kasih.