Suami Warisan Kakak

Suami Warisan Kakak
08. Kehilangan


__ADS_3

Bukannya terpejam , mata Abizar malah semakin terbuka lebar. Melihat mahluk manis disampingnya jiwa lelakinya tentu saja bangun, diikuti adik kecilnya yang ikut bangun.


" Heh kenapa ikut bangun sih..lawanmu belum bisa ditaklukkan, aku harus apa hemmm...masak solo karir mulu ...".


Dengan terpaksa Abizar harus menjinakkan adik kecilnya.


" Sekarang sudah punya istri yang aku cintai , tapi tetap saja belum bisa merasakan surga dunia...nasib...nasib ".


Selesai melakukan ritual di kamar mandi , ia pun kembali ke atas kasur , perlahan agar tidak mengusik tidur Shafia.


Lalu Abizar pun memeluk Shafia dari belakang , mencium kepala Fia, mengendusnya dan mencium leher Shafia sekilas. Abizar buru - buru menghentikan aksinya, takut kebablasan dan tak bisa berhenti lagi.


" Kamu enak - enakan tidur Fi, padahal sudah buat aku panas dingin begini...".


Setelah lama menahan gejolak , akhirnya Abizar berhasil tidur tepat di jam dua pagi.


Shafia sepertinya nyaman ada dalam pelukan , terbukti tidurnya makin nyenyak. Bahkan ia sampai berbalik dan menenggelamkan kepalanya di dada Abizar.


Tanpa ia sadari , malam ini pun adalah tidurnya Fia yang paling nyaman , merasa ada yang melindunginya...karena biasanya ia selalu merindukan dekapan Papa Mama yang sudah lama tidak ia dapatkan.


Sejak bekerja, Shafia memutuskan untuk keluar dari rumah utama , ia lebih nyaman tinggal di kontrakan, meski kecil tapi hidup disana mereka semua saling membantu , Shafia pun berasa mempunyai keluarga baru .


Fia mulai menggeliat , matanya perlahan terbuka dan pemandangan pertama yang ia lihat adalah wajah suaminya.


" Tampan sekali kamu Bang ". Shafia menelusuri wajah Abizar, senyuman pun tersungging di bibirnya.


" Bibir ini, siapa saja yang sudah kamu cium Bang ?? Ah bodohnya aku , tentu saja kak Fea , Abang kan mantan suaminya ". ucapnya sendu, tangannya pun ikut terlepas dari bibir Abizar.


Kenapa tiba - tiba ia merasakan sakit hatinya , jika mengingat bukan ia yang pertama yang disentuh Abizar.


Abizar sendiri langsung membuka matanya ketika Shafia tak lagi menyentuh wajahnya. Sedari tadi ia senang , Fia menyentuh sambil mengaguminya .


" Kamu yang pertama buatku Fia ".


Bagaimana Fia percaya dengan ucapan Abizar , sedangkan dengan kakaknya mereka sudah mempunyai anak , mana mungkin cuma ditransfer terus langsung hamil.


" Mungkin saat ini kamu belum percaya dengan ucapanku , aku pastikan kebenaran akan terbuka segera ". Abizar memaklumi ketika Fia terlihat ragu dengannya.

__ADS_1


" Sudah subuh , ayo kita mandi , kita sholat berjamaah , aku mau jadi imam kamu , kamu mau kan jadi makmumku ?".


" Mau Bang , dari semalam juga aku sudah jadi makmum Abang ".


Subuh ini ada dua insan yang hatinya berasa adem , mereka berdua khusuk menjalankan ibadah . Ketika Shafia mencium tangan Abizar , dan Abizar pun ikut mencium kepala Shafia yang tertutup mukena, ingin rasanya Abizar menghentikan waktu saat itu juga.


Mereka berdua datang kembali ke rumah sakit setelah sarapan . Shafia tak menyangka, Abizar pandai memasak...dan hasilnya sungguh enak dilidahnya.


" Kalian sudah datang , bagaimana malam pertama mu Bi ?". tanya Fea tanpa malu.


" Kak Fea nanya apa sih , gak ada malam pertama - pertamaan , aku saja masih kaget disuruh nikah dadakan ". Shafia yang menjawab.


" Hahaha....kasihan sekali kamu Bi , yang sabar ya Bi , perlahan juga pasti akan takluk adikku yang cantik ini padamu, jadi ceritanya masih bujang ting tong nih ". Shafea kembali terkekeh pelan , sambil memegang perutnya.


Abizar sendiri hanya tersenyum miris , nasibnya memang kurang bagus , dua kali menikah , belum juga merasakan nikmatnya belah duren.


" Kakak...ada yang sakit ya ?". Fia panik melihat kakaknya meringis menahan sakit....tapi kata - kata kakaknya yang bilang Abizar masih bujangan mengusik pikirannya , benarkah yang dikatakan Abizar tadi pagi...kalo benar terus Mika anak siapa...


Tanpa mereka ketahui , Shofea menahan sakit yang luar biasa , tapi ia mencoba terlihat baik- baik saja.


" Gak apa - apa Fi , kakak sudah terbiasa sakit seperti ini , bahkan ini tak seberapa dengan apa yang sudah kakak alami , janji sama kakak ya Fi akan selalu bahagia , jagain juga Mika buat kakak !".


Papa Haris dan Mama Elma datang agak siangan , Abizar sudah berangkat kerja.


Tapi sebelum Papa Haris pergi ke kantor , Fea menjelaskan tentang hubungannya dengan Abizar yang sudah cerai , dan Abizar pun telah menikah dengan Shafia , adiknya.


Shafia hanya menunduk ,tidak berani memandang kedua orang tuanya, berbicara pun tidak, sekuat tenaga ia menahan air mata yang hampir tumpah.


Awalnya Papa Haris marah besar , apalagi Mama Elma , matanya sudah nyalang seperti ingin menelan Shafia hidup - hidup.


Kali ini Shofea tidak tinggal diam , ia terus meyakinkan kedua orang tuanya, meski berat hati Papa Haris dan Mama Elma pun mengalah , mereka menerima semua keputusan Shofea .


" Kalo itu membuat kamu senang, Papa bisa apa Fe ".


" Mama juga gak bisa ngomong apa - apa lagi , gak ngerti sama jalan pikiran kamu ".


" Pa..Ma...berhentilah menyakiti Fia , Dia tidak salah apa - apa , jangan sampai kalian menyesal setelah kehilangan kami berdua !".

__ADS_1


" Kamu tidak akan kemana- mana Fe , Mama janji akan menyayangi Fia seperti permintaan kamu sayang.....jangan begini !"


Mama Elma tak tega melihat mata Fea yang terus mengeluarkan air mata ...Shafia pun ikut sesenggukan.


" Janji ya Pa...Ma ". Melihat kedua orang tuanya mengangguk , Fea pun tersenyum, ia menghapus air matanya.


" Kalo begini Fea tenang meninggalkan kalian semua ".


" Jangan ngomong seperti itu Kak, kakak mau kemana, Fia gak mau jauh dari kakak , ingat Mika Kak , jangan tinggalkan dia , Dia masih kecil pasti sangat membutuhkan Kakak ".


" Kakak akan selalu ada di hati mu Fi dan juga Mika , jadilah Mommy buat Mika ya Fi , Dia pasti senang punya ibu seperti kamu , kakak titip Mika ya ".


" Ma , tolong bawa Mika kesini...please Ma , waktuku sudah tidak banyak lagi .


Papa Haris pun langsung menyuruh orang rumah untuk membawa Mika ke rumah sakit , dan dokter pun akhirnya mengijinkan Fea bertemu dengan putrinya.


Mata Fea terus menatap Mika yang ada di dalam dekapannya, Fea pun tak berhenti menciumi Mikayla ...


Maaf kan Mama sayang , tidak bisa melihatmu tumbuh dewasa , tapi Mama percaya kamu akan selalu dilimpahi kasih sayang...maaf juga tak memberitahu Papamu tentang keberadaanmu, Berbahagia selalu nak....Mama akan menjagamu dari jauh .


Lalu Fea menyerahkan putrinya ke Fia , ia juga menyuruh Abizar mendekat....


Abizar memang sempat ke kantor ,tapi belum juga ia menginjakkan kakinya ke tanah , ia sudah di telpon untuk putar balik ke rumah sakit kembali.


" Aku percayakan Mika pada kalian , meski bukan darah daging kalian , tapi anggaplah Mika seperti anak kandung kalian ". Fia dan Abizar mengangguk, mereka tak sanggup berbicara.


" Pa ...Ma...aku sayang kalian , maafkan semua salahku ya Ma , Pa...". Pamit Fea dengan terbata.


Shofea perlahan menutup matanya.....sesaat kemudian ia menghembuskan nafas terakhirnya.


Suara tangis pecah dalam ruangan itu....apalagi melihat dokter yang menggelengkan kepalanya, tanda Shofea benar - benar telah pergi meninggalkan mereka.


Sementara di lain tempat , Nicholas terbangun dari tidurnya, keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya.....nafasnya pun terlihat ngos- ngosan seperti habis lari jarak jauh..


Sebuah nama terucap dari bibirnya.....Fea.....


vote...like Dan comment ya...

__ADS_1


Dukung othor selalu ya....maacih 🙏😘


__ADS_2