Suami Warisan Kakak

Suami Warisan Kakak
16. Berkunjung ke rumah mertua


__ADS_3

Abizar mendekati istrinya yang masih terlelap dalam tidurnya.


" Bangun sayang , subuhan dulu yuk !". Tak ada pergerakan disana , bahkan Fia makin mengeratkan pelukannya pada guling yang ada di sebelahnya.


Tau istrinya tidak mau bangun juga , setelah beberapa kali di bangunkan , Abizar mulai berfikir nakal , ia punya cara jitu untuk membangunkan Fia saat ini.


Ia menyibakkan selimut yang menutupi tubuh Fia , merubah istrinya agar tidur terlentang . Setelah itu ia mulai mengendus milik Fia bahkan sedikit menekan.


Tentu saja , meski berat Fia mulai membuka matanya perlahan , ia mulai merasakan sensasi aneh dari intinya.


" Abangggg....ahhhh....hentikan !". ucapnya serak.


" Kamu bilang berhenti , tapi kepala Abang kamu tekan ....Makanya Bangun dulu!".


" Ih aku gak gitu ya....kan masih ngantuk Abang , semua ulah siapa coba ?".


" Ulah Abang lah , siapa lagi ". jawab Abizar terkekeh.


" Tuh tau ....badan aku sakit semua Bang , gak ada tenaga untuk bangun , lemes...tulang aku berasa jadi tulang lunak semua ".


" Subuhan dulu , nanti boleh disambung tidur lagi ya sayang !'.


" Gendongggg ". Shafia yang biasanya agak petakilan , kini terlihat sangat manja , dan Abizar menyukainya.


Sejak menikah Abizar memang sudah menunjukkan betapa ia mencintai Fia dengan segenap hatinya.


Melihat Fia yang sudah tak segan meminta tolong padanya , ada kebahagiaan tersendiri bagi Abizar , dan itu berarti Fia sudah mulai menerima dan mencintainya.


Ia patut berterima kasih pada Fea , pasti dalam surat itu Fea sudah menjelaskan semua tentang hubungan apa yang sebenarnya ia jalin dengannya selama ini....yang hanya kedok untuk menutupi aib yang Fea alami.


Abizar membawa Fia dalam gendongannya ke dalam kamar mandi . " Apa perlu Abang mandikan sekalian ?".


" Terima kasih , gak perlu Abang...sekarang Abang keluar!". Fia mendorong suaminya itu untuk keluar.


" Abang tunggu di pojok aja ya Fi , takut kamu butuh bantuan ". Masih kekeh tak ingin keluar, sepertinya ada niat terselubung Abizar pada Fia.


" Gak akan Abang.....hust...hust...!". usir Fia ,tapi Abizar tak bergeming , matanya menatap ke tubuh Fia.


Lalu tiba - tiba Abizar malah membuka baju yang sudah dipakainya.


" Abang mau apa , kan Abang sudah mandi , Fia gak perlu dibantu Abang...".


" Bukan kamu sayang , tapi Abang yang perlu bantuan kamu...Abang butuh kamu buat nidurin junior Abang yang sudah bangun lagi !".


" Lagi ...nanti subuhnya keburu habis Abang, nanti saja ya setelah selesai sholat ". opss Fia menyadari kesalahannya, ia sudah salah berucap pada suaminya...ia mau tarik kembali ucapannya , tentu saja Abizar menolaknya.

__ADS_1


" Janji ya habis sholat...Abang tagih janji kamu !". Abizar langsung ke luar dari kamar mandi , tapi sebelum menutup pintu, ia kembali berucap " Jangan lama - lama mandinya , nanti kamu kedinginan ".


Fia mendengus, ia tau disuruh cepat - cepat mandi, biar suaminya itu semakin cepat mendapatkan jatahnya kembali...dasar curang..


Benar saja selesai melaksanakan ibadah sholat bersama , Abizar kembali mengajak Fia untuk beribadah yang lain.....ia tak akan menyia- nyiakan kesempatan ini , mumpung Fia sendiri yang memberi janji padanya...pokoknya gas poll.


Di ruang makan Mama Elma tak berhenti memperhatikan menantunya ini , yang sedari tadi terus mengembangkan senyumnya, berbanding terbalik dengan Fia , putrinya itu terlihat mengantuk, Fia sudah menguap beberapa kali.


" Sepertinya ada yang lagi bahagia nih Pa ". sindir Mama Elma.


" Siapa Ma ?". Papa Haris tidak tau , sedari tadi ia fokus membaca berita dari tab nya.


" Tuh !! menantu Papa dari tadi senyam senyum terus, baru dapat lotre kali ya ".


Yang di sindir akhirnya membuka suara, ". Eh , gak kok Ma , Bizar lagi seneng aja ".


Mama Elma menatap ke arah Fia lalu Abizar, terus bergantian...barulah otak Mama Elma konek akan hal itu , karena ia sendiri juga pernah mengalaminya saat pertama menikah dengan Papa Haris .


" Apa semalam kalian habis belah duren ya ?".


Kletak.....sendok garpu milik Abizar , Fia bahkan juga Papa Haris jatuh bersamaan.


Kok Mama Elma bisa pas gitu ya nebaknya...apa kelihatan banget ya , karena aku terlalu bahagia...batin Abizar, ia sedikit meringis , bagaimana cara menjawab pertanyaan mertuanya itu...


" Pelan - pelan Pa !". Mama Elma segera memberi suaminya air minum lalu menepuk punggungnya pelan.


" Ini gara - gara Mama !".


" Kok Mama sih yang disalahin , Mama gak melakukan apa - apa kok ".


" Gak apanya , Mama itu kenapa nanya tentang urusan ranjang pada menantumu?".


" Ohhh itu , habis Mama gemes lihat mereka berdua, yang satu senyum - senyum , yang satu nahan ngantuk , sepertinya semalam habis lembur, Mama jadi ingat, persis kayak kita dulu iya kan Pa ?".


Papa kembali tersedak..". Dibilang pelan - pelan juga , Papa ini ".


" Papa lagi makan , Mama jangan ngomong aneh- aneh !"


" Ish, Papa gak asik...eh Bi , omongan Mama yang tadi benar kan ?". Dikira Abizar ia sudah terbebas dari pertanyaan Mama mertuanya itu .


" Itu Ma ...anu..apa ya....".Abizar mendadak gagu.


" Tinggal bilang iya saja kok repot sih Bi ". Papa Haris menggelengkan kepalanya, Istrinya itu kenapa sekarang menjadi kepo.


" Eemmm ....".

__ADS_1


" Sudahlah gak usah dijawab , Mama mah sudah nebak pasti iya jawabannya ".


Alhamdulillah......Abizar mengelus dada...sedang Fia masih menundukkan kepalanya menahan malu....kantuknya jadi hilang seketika, gara - gara Mama nya yang bertanya hal vulgar.


Mama Elma dan Papa Haris juga mendapat surat dari almarhum Shofea, dalam surat itu Fea pun menjelaskan bahwa bukan Abizar yang menghamilinya, karena itu Mika bukanlah anak kandung Abizar , Fea memang sengaja memilih Abizar, karena tau bawahannya itu orang baik.


Tapi Fea tetap tak memberi tahu pada kedua orang tuanya, siapa sebenarnya Ayah kandung Mikayla .


Dari surat itu, kini Mama Elma dan Papa Haris pun merasa bersalah selama ini , apalagi mereka sampai hampir menghancurkan keluarga Abizar, jika pria itu menolak.


Sekarang mata mereka terbuka, dan kini mereka akan memperlakukan Abizar dan Fia dengan baik , sesuai pesan terakhir dari Shofea, dan juga menerima Abizar sebagai menantu mereka .


" Pa , hari ini aku boleh pulang cepat tidak , aku ingin mengajak Fia dan Mika berkunjung ke rumah Ayah dan Ibuku, kalo Papa dan Mama mengijinkan !".


" Boleh Bi , ajaklah istrimu, biar dia mengenal keluargamu....Papa mengijinkan , Mama juga !".


" Terima kasih Pa..Ma...!".


" Maafkan kami ya Bi , selama ini kami berlaku tidak adil padamu , padahal itu bukan salah kamu , terima kasih juga sudah menyelamatkan nama baik putri kami , atas nama Shofea...kami meminta maaf sekaligus berterima kasih ". ucap Mama Elma sendu.


" Ma ...Pa , jangan berkata seperti itu , Abi sudah ikhlas tentang semua yang terjadi pada diriku...apalagi sekarang Abi sudah mendapat gantinya , kebahagiaan yang berlimpah ".


" Kamu tidak membenci kami Bi ?".


" Tidak Ma , Pa ...namanya juga orang tua , pasti akan melakukan apapun untuk kebaikan anaknya , begitu juga dengan kalian, Abi memakluminya ".


" Benar kata Fea , kamu memang benar - benar baik ".


" Ayo Bi , kita berangkat sekarang...Papa ada meeting pagi ini..!".


" Mari Pa ".


Mama mengantarkan suaminya ke depan...setelah kedua orang itu pergi , Abizar lalu berpamitan pada istrinya.


" Sayang , Abang berangkat dulu , tunggu Abang, siang nanti Abang jemput , dandan yang cantik ya !". Fia mengangguk.


" Hati - hati ya Bang !". lalu Abizar mencium kening Fia , yang dibalas Fia dengan mencium tangan Abizar.


Tinggalkan jejak ya....like , vote...comment juga, author tunggu....


makasih sudah mampir..


Mampir juga di karya othor yang ini 👇


__ADS_1


__ADS_2