Suami Warisan Kakak

Suami Warisan Kakak
42. Nicko bertemu Abizar


__ADS_3

Setelah dirasa cukup aman , Fia akhirnya melanjutkan perjalanannya ke tempat kedua orang tuanya berada.


Saat itu kebetulan ada mobil patroli Polisi yang ingin berangkat keluar , jadi sekalian saja mobil Shafia berangkat bersama.


Nampak sekilas Pak Mukhlis melihat mobil yang mengikutinya tadi ,ternyata masih ada di luar kantor Polisi, meski agak jauh Pak Mukhlis tau , kalo mobil itu masih setia menunggunya keluar.


" Non...sepertinya mobil yang mengikuti kita tadi masih ada di belakang , Bapak sempat melihatnya sebelum keluar dari kantor Polisi tadi ".


" Iya Pak Mukhlis, aku juga melihatnya , mobil itu akhirnya berbelok arah , karena ada mobil Patroli Polisi bersama kita , mungkin dikira mereka kita sedang di kawal ". Fia terkekeh kecil.


" Benar juga tuh Non...gak sengaja juga ya , alhamdulillah selamat ".


" Alhamdulillah mbak ". Fia bersyukur mereka selamat , begitupun dengan Mbak Uti dan terutama Pak Mukhlis, karena sungguh beban baginya jika terjadi sesuatu pada majikannya.


Di jalan mereka juga berpisah dengan mobil patroli Polisi, karena dari awal memang tujuan mereka berbeda arah.


Sampailah mereka di rumah yang cukup besar dengan halaman luas , tak kalah dengan rumah Papa Haris dan Mama Elma, bahkan kalo di lihat - lihat , rumah ini lebih mewah dari rumah ke dua orang tua angkat Fia itu.


Mami Zia yang sedari tadi tak sabar menunggu langsung berlari kecil menghampiri Fia yang baru saja keluar dari mobilnya.


Ia pun langsung memeluk putrinya itu , rindu yang membuncah membuat Mami Kezia sampai meneteskan air mata.


" Mami kangen sama kamu Fi , kangen sekali sampai kebawa mimpi ".


" Fia juga Mi , kabar Mami gimana, sehat kan ".


" Sehat , sehat sekali cuma hati Mami yang sakit , menahan rindu sama putri Mami yang jauh di mata ".


" Dih , Mami kok jadi alay gini ya ". mereka berdua terkekeh bersama.


" Ini pasti Mika ya , duhhh cantiknya cucu Mami , sini - sini ikut sama Oma ya sayang !".


Mami Kezia membawa Mika dalam gendongan nya , meski di awal Mika sempat menolak , tapi dengan rayuan Mami Kezia , akhirnya Mika luluh juga.


" Ehemmm...suruh masuk dulu Mi , tamunya...masak di biarin di luar sih , nanti pada masuk angin ". sela Papi Zefrano.


" Eh iya , saking seneng nya Mami jadi lupa Pi...ayo sayang kita masuk !".


" Ayo Mbak...".

__ADS_1


" Mbak Uti, namanya Mi ". jawab Fia.


Mbak Uti tersenyum ,tak mengira orang kaya cantik di depan nya ini sungguh ramah , dan sedikit lucu juga.


" Iya , Mbak Uti ayo masuk , eh itu satu lagi ketinggalan Pak siapa namanya ?".Mata Mami Kezia melihat ke arah Pak Mukhlis yang masih terdiam berdiri di dekat pintu mobil.


" Mukhlis Nyonya ". kali ini Pak Mukhlis sendiri yang menjawab.


" Pak Mukhlis ayo ikutan masuk , mobilnya gak usah di jagain gitu , gerbangnya sudah di tutup , ada pak satpam juga , gak akan ada yang berani mencuri mobilnya , nanti kaki Pak Mukhlis kesemutan...di dalam kan bisa ngopi - ngopi cantik ". ucap Kezia, Fia dan Mbak Uti tak tahan untuk tertawa.


Pak Mukhlis sendiri cuma mengangguk , dia sendiri pun terlihat tertawa sebentar....hari nya ikut tersentuh , betapa dia juga di hargai keberadaannya.


" Sayang nya Papi ". Papi Zefrano memeluk Fia.


" Papi sehat ?". tanya Fia.


" Sehat sayang , dan jangan harap Papi akan ngomong alay seperti Mami kamu ...entah kena apa , sejak bertemu dengan kamu kata - katanya selalu penuh dramatis ". ucap Papi Zefrano sedikit meledek istrinya.


" Bukan dramatis Pi , tapi lebih menuju ke alay - alay an ". balas Fia.


" Bagus ya kalian , sudah bersekongkol buat ngatain Mami ". sela Mami Kezia bibirnya mencebik.


" Heh , kamu juga mau ikutan meledek Oma ya...". Mami Kezia menciumi perut Mika , membuat Mika makin kegelian.


Mereka berakhir di ruang tamu , bercengkerama dan saling bertukar cerita selama mereka berjauhan..


Pak Mukhlis anteng di depan bersama pak Satpam , dengan secangkir kopi dan beberapa cemilan . Ia menolak masuk , dan lebih memilih bergabung dengan para satpam yang jumlahnya ada dua itu.


" Kok tadi lama sekali nyampe nya Fi , apa kalian kesasar?".


" Engga mungkin kesasar lah Mi , Pak Mukhlis hapal daerah sini , tadi cuma ada masalah sedikit, eemmm tadi ada yang menguntit mobil kita Mi ".


" Apa , bagaimana bisa..kenapa kamu tidak memberi tau kami Fia ". Mami Kezia tiba - tiba panik...begitupun dengan Zefrano, tapi dia lebih bisa tenang dari pada istrinya .


" Pi...jangan diam saja apa , kalo anak kita kenapa- napa gimana ". Kezia cukup kesal melihat Zefrano seperti tak ada reaksinya.


" Iya cintaku, tanpa kamu suruh juga Papi akan bergerak ". Sebelum beranjak Papi Zefrano menyempatkan diri untuk mencium istrinya sekilas.


" Mi , gak usah panik gitu, Fia kan gak apa- apa ".

__ADS_1


" Pokoknya Mami gak mau terjadi apa - apa sama kamu Fi , kita baru saja bertemu setelah sekian lama , Mami dan Papi gak akan biarin kalo ada orang yang mau macam - macam sama kamu !".


" Terima kasih Mi , Fia sayang sama Mami ".


" Kami juga sayang sama kamu Fia , jadi apapun yang akan di lakukan Papi kamu , kamu harus setuju ". Fia mengangguk, ia tau ini untuk keselamatannya juga.


Dengan cepat Papi Zefrano menyuruh anak buahnya untuk menyelidiki siapa yang sudah menguntit anaknya itu.


Ada yang ingin bermain - main dengan keluargaku.....gumam Papi Zefrano.


*


*


Nicko kini sudah berada di kantor Papa Haris. Ia mengikuti saran dari Fandi, Nicko punya keyakinan dalam hatinya , niat nya kan baik ,semoga di mudahkan sama yang di atas.


Sampai di dekat ruangan Papa Haris Nicko bertemu dengan Abizar yang baru keluar dari ruangan mertuanya itu.


Mereka berdua bersalaman...Abizar menyambut tangan Nicko , yang terlebih dahulu mengangkat tangannya.


" Apa kabar Pak Abi ?" ucap Nicko.


" Baik , panggil Abi saja , sepertinya kita seumuran , eh kayak nya Pak Nicko lebih tua dari saya ".


Nicko terkekeh mendengar kelakar dari Abizar. " Iya , memang saya lebih tua dari anda , saya kan se angkatan Fea kakaknya Fia , tapi wajah saya tak kalah kan sama anda yang umurnya lebih muda dari saya. ".


Abizar ikut tersenyum...rupanya Nicko tak seperti dalam bayangannya , orangnya asik juga , pikir Abizar.


" Anda sangat percaya diri sekali , anda ingin bertemu dengan Papa kan...masuk saja , Papa lagi gak ada tamu kok...saya permisi dulu !". Abizar menepuk bahu Nicko .


" Oh ya Bi , kamu bisa panggil aku kakak...kak Nicko !". ucap Nicko tersenyum lalu berlalu menuju ruangan Papa Haris.


Sialan....umpat Abizar kesal tanpa suara , ia jadi teringat ketika Fia memanggil pria itu dengan sebutan kakak juga...Abizar jadi ingin muntah mendengarnya.


Nicko seperti masuk ke kandang singa , ia masih berdiri mematung dengan tatapan tajam dari pemilik ruangan.


Makasih yang masih mau mampir....


Dukung terus karya aku ya....👍😊

__ADS_1


__ADS_2