Suami Warisan Kakak

Suami Warisan Kakak
48. Hamil


__ADS_3

Fia masih memegang benda pipih panjang itu...pagi ini ia kembali melakukan tespeck , untuk mengetahui apa dia sudah hamil apa belum.


Dia sudah telat empat minggu, dan ia berharap kali ini ada garis dua di tespeck itu. Fia sendiri tidak berani mengatakan kalo kali ini ia sudah telat lagi datang bulannya, karena ia takut Abizar kecewa lagi jika ternyata ia belum hamil juga.


Memang berulang kali ia sudah melakukan tespeck itu jika terlambat datang bulan...makanya kali ini ia menunggu agak lebih lama, agar tidak kecewa seperti bulan - bulan kemaren .


" Sayanggg , kenapa lama sekali, kamu tidak apa - apa kan , buka pintunya !". Abizar khawatir , istrinya itu sudah cukup lama berada dikamar mandi, dan yang lebih ia cemaskan adalah tak ada suara gemericik air...lalu sedang apa istrinya itu di dalam kamar mandi.


Apalagi ini , pintu kamar mandi pun sampai Fia kunci, tak biasanya Fia seperti ini. Abizar berulang kali mencoba membukanya , tapi tetap tak bisa.


" Eh , iya Mas , Fia gak apa - apa kok , ini juga sebentar lagi Fia selesai , Mas mau gunakan kamar mandi ya , ke kamar sebelah aja Kalo Mas Bizar buru - buru ".


" Mas tunggu kamu , pintunya di buka sayang , tak biasanya kamu mengunci pintu seperti ini ".


Garis merah satunya terlihat jelas , dan yang satunya mulai terlihat meski samar , karena ketukan pintu dari luar, dan juga Abizar yang tak berhenti memanggilnya, Shafia pun menyembunyikan tespeck itu di balik bajunya.


Ceklek....Fia menyembulkan kepalanya , melihat itu Abizar langsung menerobos masuk.


" Mas Bizar ih , kan aku bilang ke kamar mandi di kamar sebelah ".


" Mas gak mau Fi, Mas mau nya mandi sama kamu !". Abizar melepaskan semua pakaiannya, melihat Fia yang mau beranjak keluar , Abizar pun menariknya .


" Mau kemana sayang ?".


" Emm Mas mandi saja dulu, Fia mau keluar sebentar !". ucap Fia salah tingkah melihat penampakan suaminya yang sudah tak berpakaian.


" Dari tadi ngapain di kamar mandi hem , itu baju juga bersih , jujur sama Mas Fia, jangan ada yang di sembunyikan ". Abizar menatap curiga istrinya yang semakin salah tingkah, apalagi satu tangannya sedari tadi ia masukkan ke dalam bajunya.


Di tatap tajam seperti itu , nyali Fia menciut.


" Itu apa , coba keluarkan, Mas mau lihat !". dengan perlahan Fia mengeluarkan tangannya. Abizar langsung mengambil tespeck yang ada di tangan istrinya itu.


" Bukannya ini tespeck , kenapa tak bilang sayang ".


" Aku takut tidak sesuai dengan harapan kita Mas , makanya Fia diam - diam melakukannya ". Fia merasa bersalah tak memberi tau suaminya dulu.


" Dengerin Mas Fi , apapun hasilnya itu tidak akan mempengaruhi cinta Mas sama kamu , kalo belum berhasil tandanya kita harus lebih giat lagi membuatnya, anak kan amanah mungkin kita belum di percaya sama Sang Pencipta sayang ".


Dengan seksama Abizar mengamati tespeck yang tadi di ambilnya itu. Matanya membulat ketika ada garis merah dua di sana , tentu saja ia tau apa artinya itu.

__ADS_1


Abizar memeluk lalu mengangkat Fia dan berputar. " Kita berhasil...kita berhasil sayang..".


" Lihatlah !". Fia yang melihat garis dua itu pun menangis tergugu....sungguh nikmat yang luar biasa yang ia rasakan saat ini.


" Alhamdulillah Mas...alhamdulillah...".ucap Fia tak henti...doa nya kini terjawab sudah.


" Ya sayang...Alhamdulillah...akhirnya..".


Pelukan Abizar belum terlepas dan tentu saja Fia merasa risih ada yang menusuk di bawah sana. Fia mendorong pelan dada suaminya untuk menjauh.


" Kenapa sayang......yang dibawah bangun ya?". tanya Abizar tanpa dosa.


" Ihhh Mas Bizar lepas dong, mandi sana !".


" Tapi dia bagaimana Fi, kasihan loh di anggurin...main sebentar yuk !".


" Mass...kan tadi udah , gak ingat di sini ada calon anak kita ".


" Hahaha.....iya gak jadi , tapi mandi bareng ya !". Abizar memang sengaja menggoda Fia saja , ia juga tak tega , Fia terlihat lelah karena sudah melayaninya...di tambah kini ada calon bayi di perut Fia , Abizar takut terjadi apa- apa.


" Aku sudah mandi Mas ".


" Jangan menanyakan itu Mas...malu !".


" Kenapa harus malu, kita bertanya pada ahlinya bukan sembarang orang ".


" Terserah Mas deh ".


" Nurut kan enak ". sambil bicara tangan Abizar melepaskan pakaian Fia.


Tak bisa nolak , apalagi ini permintaan sang suami.


Pagi ini Abizar ijin untuk terlambat ke kantor , ia akan membawa Fia periksa kandungannya.


" Kamu sakit Fi ?". tanya Mama setelah mendengar Abizar meminta ijin pada suaminya.


" Engga Ma , mau periksa saja ". Fia bingung mau bilang apa.


" Nanti Mama dan Papa akan dapat kabar baik , jadi tunggu saja ". tambah Abizar.

__ADS_1


" Apaan itu Bi , jangan bikin Mama penasaran deh !".


" Kalo Abi kasih tau sekarang namanya gak kejutan Ma......jadi Mama harus nunggu , sabar ya Ma ".


" Oke Mama tunggu , awas aja kalo kabarnya engga penting, Mama kucek - kucek kamu ".


" Cucian itu Ma kalo di kucek ". seloroh Papa Haris.


" Biarin aja Pa , biar tau rasa..ngerjain orang tua sih ".


Mereka tertawa bersama.


Abizar dan Shafia tidak dapat menggambarkan kebahagiaan mereka ketika melihat di layar monitor , benih cinta mereka telah ada di dalam kandungan Fia.


Yang membuat Fia malu , Abizar benar - benar menanyakan sesuatu yang mereka bahas tadi di kamar mandi.


Jawaban dokter membuat Abizar tersenyum puas , ia masih bisa berbagi peluh dengan istrinya meski itu tidak boleh terlalu sering.


" Mau pulang , apa mampir dulu kemana , Mas akan ikuti mau kamu ?".


" Kita beli makanan aja Mas , sekalian juga buat si kecil Mika , habis itu mau langsung pulang aja , Mas nya biar bisa langsung kerja ".


" Dih ngusir , gimana kalo Mas gak masuk kerja aja sekalian , buat nemenin kamu di rumah ".


" Gak usah Mas , dirumah banyak orang juga , ada Mama , Mika , Mbak Uti , Mbok Tun , Pak satpam ".


" Sebutin aja semua sekalian warga satu komplek...Pak rt ..pak rw...".


" Gak usah ngambek gitu sayanggg...kan udah mau jadi Ayah , jadi harus kerja keras dong , buat istri kamu , anaknya sudah mau dua loh Mas ". Fia bergelayut di lengan Abizar.


Abizar terkekeh , mendengar Fia memanggilnya Sayang, hati nya seperti di kerubungi ribuan kupu- kupu.


Mama Elma begitu senang mendengar ia akan kembali mendapatkan cucu. Sedangkan Mami Zia tak kalah hebohnya , ini cucu pertama baginya , ia sampai menitikkan air mata bahagia.


Makasih yang sudah mampir 😘


Dukung terus karya othor ya.....


Jangan lupa...Mampir juga ke karya othor yang lain ya 😊

__ADS_1


__ADS_2