
Penganten baru itu langsung terbang ke Paris untuk bulan madu. Mereka akan di sana selama sepuluh hari.
" Bang , kapan kita jalan - jalannya , perasaan dari pertama tiba di Paris, Abang terus saja mengurungku di kamar ?".
" Maaf ya sayang, habis kamu bikin Abang nagih , mumpung gak di rumah , aku mau puas - puasin ngerjain kamu , kalo di rumah kan gak enak sama Papa dan Mama , masak kita di kamar terus, ditambah lagi ada si Mika , dia kan suka sekali ganggu kita kalo lagi berduaan ".
" Jadi kangen sama Mika nih , sedang apa ya dia sekarang ".
" Saat ini jangan mikirin yang lain dulu ya , lihat aku ....fokus ke Abang saja ya sayang ".
" Abang mau apa ?". Melihat suaminya yang makin merapatkan duduknya , Fia mulai waspada...dia tak mau diserang lagi , cukup untuk hari ini ...tadi Abizar sudah memintanya bermain dua kali.
" Kamu tau yang Abang mau Fi !".
" Abang gak lelah ?? sudah dua kali tadi !".
" Itu kan tadi, sekarang mau lagi , dengan sering bermain....Abang akan makin bertambah tenaganya, namanya juga baru di cas , jadi full terus energinya ".
" Tapi aku lelah Bang !".
" Kamu cukup diam sayang , Abang yang akan menservis kamu ".
Fia kalah, akhirnya ia pun melayani keinginan suaminya...
Beberapa saat kemudian , Abizar telah selesai melaksanakan ritualnya . Ia pun selalu melepaskan benihnya ke rahim Fia.
" Semoga ada buah cinta kita tumbuh di sini ya sayang ". Mengecup perut Fia , lalu mengusapnya pelan.
" Aamiin...semoga ya Bang !".
" Besok kita jalan - jalan ". Mereka pun terlelap dalam tidurnya.
Paginya mereka berdua pun pergi dari hotel untuk jalan - jalan di sekitar sana .Fia dan Abizar ingin menikmati moment berduaan , berjalan sambil berpegangan tangan , layaknya orang pacaran.
Sungguh lebih nikmat , berpacaran setelah menikah.....tak ada yang perlu ditakuti , bersentuhan pun aman karena sudah ada label halal .
" Bang kita ke taman itu ya sebentar, bunga - bunganya indah sekali ". tunjuk Fia , matanya tertuju pada sebuah taman yang cukup indah di sana.
" Kamu duduk di sana ya , Abang cari minum dulu , jangan kemana - mana , nanti aku susah nyari nya !" .
" Iya Abang , memang aku bocah lina tahun apa...". Fia terus melangkah menuju bangku kosong yang ada di sana .
Fia mengedarkan pandangannya...lalu matanya menangkap sosok perempuan paruh baya yang duduk sendirian .
Karena penasaran Fia mendatangi perempuan tersebut.
__ADS_1
" Excuse Mrs , it's yours phone ?". Fia mengambilkan Hand phone yang tergeletak di bawah, Fia pikir itu milik ibu ini , karena tak ada orang lain disana selain dirinya dan wanita itu.
Sepertinya wanita itu sedang melamun, buktinya Fia sampai dua kali menegurnya.
" Oh ...eh ya , thank's ...kamu dari indonesia ?". tanya wanita itu setelah mengamati wajah Fia.
" Iya Bu , saya dari indonesia, ibu juga ?".
" Iya , asli indonesia bukan KW , cuma sudah lam tinggal di sini dua puluh tahunan kayaknya ".
" Wahh , sudah lama sekali ya Bu , ibu sendirian?".
Wanita itu terkekeh " Seperti yang kamu lihat , ibu biasa sendiri di sini , ibu itu merasa sepi di tengah keramaian, lucu ya...kamu sendiri nak ".
" Saya bersama dengan suami , dia sedang nyari minum , eh kita belum kenalan ". Fia mengangkat tangannya dan disambut hangat oleh Ibu itu.
" Saya Shafia bu , panggil saja Fia!".
" Kalo ibu , Zia...boleh ibu memeluk kamu nak !". Fia mengangguk. Bu Zia langsung membawa Fia dalam pelukannya.
Hangat , itulah yang dirasa Fia dan juga Bu Zia, mereka berdua merasakan sesuatu yang berbeda ketika mereka berdua berpelukan , tak terasa air mata Bu Zia menetes.
" Ibu menangis?".
" Gak tau Nih , tiba - tiba keluar sendiri tanpa permisi...mungkin karena ibu kangen sama seseorang ".
" Eh Bang , sini deh ...ternyata ibu Zia dari indonesia juga , Bu ...ini suami Fia!".
" Abizar... Bu !".
" Bu Zia ". " Suami kamu tampan sekali , cocok cantik sama tampan ". bisik Bh Zia ke Fia.
" Ibu bisa aja ..".
" Kalian penganten baru ya , jangan bilang kalian lagi honeymoon nih ?".
" Tebakan ibu benar... kok Ibu bisa tau ?".
" Dari wajah kalian yang berseri- seri...kalian pasti bahagia , semoga cepat dapat momongan ya !".
" Terima kasih doanya Bu ".
" Maaf Bu , kita tinggal dulu ya....ayo sayang ,kita jalan lagi !". Fia pun berpamitan pada Bu Zia , setelah Abizar mengajaknya beranjak dari sana.
Gadis yang cantik , mungkin Zivanya akan secantik kamu Fia , Mami rindu kamu nak , semoga kamu tenang ya di sana...Mami hanya bisa mendoakan kamu ....
__ADS_1
Bu Zia menatap nanar ke arah Fia yang berjalan semakin jauh. Ada getaran yang membuat Bu Zia ingin mengenal lebih banyak tentang Fia.
"Siapa gadis itu ya....wajahnya seperti waktu aku muda....ahhhgg..karena merindukan kamu , Mami berharap kamu adalah gadis itu Vanya...".
*
" Bang !".
" Apa sayang , kamu mau minta itu , nanti ya sayang , kalo sudah sampai di kamar hotel , Abang akan berikan apa yang kamu mau ".
Bughhh...." Aduh...sakit Fiaaa, kok jadi galak sih , gak mungkin sekarang Fi , ini masih di jalan !".
" Apaan sih Bang , siapa yang minta gituan , Abang yang otaknya perlu dibersihkan, banyak sampah tuh !".
" Kirain, Abang sudah seneng Fi , kamu mau minta duluan ke Abang ".
" Tau ah , aku belum selesai ngomong , makanya Abang dengerin dulu..jangan main potong aja ".
" Terus mau ngomong apa sayang , jangan ngambek ...nanti Abang gigit nih !".
" Soal Ibu tadi ...tadi saat aku di peluk dia terasa berbeda...hangat sekali Bang !".
" Lebih hangat mana sama pelukan Abang?".
" Bang....serius ih !".
" Abang juga serius nih Fi ".
" Abang kok ngeselin sekarang ya , jatah nya Abang, Fia blokir aja !".
" Eitttss gak bisa gitu sayang , Abang gak bisa satu hari tanpa menyentuh kamu sayang , maafin Abang ya....ya udah aku dengerin nih , mau cerita apa lagi ?".
" Nanti aja di kamar biar nyaman ceritanya ". Fia bermaksud ingin menceritakan tentang dirinya , yang ternyata bukan anak kandung Papa Haris dan Mama Elma ..ia ingin tau bagaimana reaksi dan tanggapan Abizar tentang kenyataan itu.
Mungkin ini sudah saatnya....Abizar mau terima dia apa adanya atau tidak , Fia sudah menyiapkan mentalnya.
Buat apa disimpan, sekarang maupun nanti pasti akan terungkap juga ...lebih baik sekarang, apalagi waktunya bersama Abizar cukup banyak kali ini.
*
Sementara itu di Indonesia, Nicholas sudah menyiapkan dirinya untuk bertemu dengan kedua orang tua Shofea.
Dan Fandi , tentu tak tega membiarkan Nicholas pergi sendiri untuk menyerahkan nyawanya.....dia juga ingin membantu Nicko , setidaknya mungkin ia bisa membantu mengurangi hukuman akan Nicko terima dari Papa Haris.
Mampir ke karya aku yang lain ya....ditunggu...
__ADS_1
Makasih sudah mampir di sini , mohon dukungannya....