
Makan malam di rumah dengan hidangan yang mewah layaknya bintang lima.
" Silahkan dimakan Fi , Abizar....maaf ya hanya begini saja yang bisa kami sajikan ,semoga kalian berdua suka ". ucap Bu Zia merendah.
Makanan berkelas begini mereka bilang hanya , gila ....sultan mah beda , kalo urusan menghamburkan uang gak ada tandingnya nih , Papa mertua aja kalah kaya sama keluarga Bu Zia....
" Suka Bu , suka sekali , bahkan ini berlebihan Bu , ìni enak semua, saya sampai nambah ...pulang dari sini timbangan saya bertambah banyak nih Bu ".
" Saya malah senang kamu makannya banyak Fi , jadi gak sia - sia saya menyuruh koki untuk memasak semua ini ".
" Tapi kenapa kamu tak mencicipi hidangan dari laut Fia ?". tanya Bu Zia.
" Maaf Bu , bukan saya tak menghargai makanan dari ibu, tapi saya alergi makanan dari laut Bu ...maafkan saya !'.
Deg....jantung Zefrano dan Kezia berdetak kencang bersamaan.
Kenapa bisa kebetulan begini , Mas Zef juga alergi sama hidangan yang berasal dari laut.....gumam bu Zia. Zefrano juga berpikiran yang sama dengan istrinya.
" Oh begitu ya , kok bisa sama seperti suami saya , dia juga alergi makanan laut ".
" Apa lagi yang tidak kamu suka atau yang kamu sukai Fi?" . Kezia makin penasaran dengan sosok Fia.
" Saya lebih suka makanan sederhana Bu , seperti sayur asem dan tentunya yang paling mantap lagi harus ada sambal , satu lagi krupuk....itu baru mantap ".
" Wahhh kita sama dong , sama - sama penyuka sambal dan krupuk....menu malam ini gak masuk selera kamu dong Fi ?".
Seleranya sama dengan ku , ini apa karena perasaanku saja yang merindukan putriku , jadi aku merasa Fia dan aku banyak mempunyai kesamaan....
" Gak juga Bu , saya orangnya gak pilih - pilih makanan kok , termasuk pemakan segala , ya kecuali itu tadi seafood...gak berani meski buat nyolek sedikitpun ".
Kenapa sama lagi....
" Lain kali saya akan mengundang kamu untuk makan makanan yang kamu sebutkan tadi ".
" Maaf Bu Zia , sepertinya tidak bisa , kami akan pulang dua hari lagi , karena kami disini memang hanya dua minggu ".
" Kamu mau pulang Fia ?".
" Ya Bu , waktu bulan madu kami sudah habis , Mas Bizar harus bekerja lagi , biar dapur kita tetap ngebul ". kelakar Fia.
__ADS_1
" Kamu bisa ngelawak juga ternyata, Saya bakalan kangen sama kamu Fi ".
" Maen bu ketempat kami , apa Ibu tidak rindu kampung halaman ?".
Bu Zia tiba - tiba sedih....sebenarnya ia ingin sekali pulang...ia sangat rindu kampung halamannya, tapi dia masih belum kuat , pulang berarti akan membuka lagi kenangan buruk yang sudah lama ia kubur.
" Mungkin nanti Fi ".
" Mi...kamu tidak apa - apa ?". Zefrano langsung merengkuh sang istri , ia tau di saat begini istrinya pasti akan merasa sangat sedih.
" Gak apa - apa Mas !".
" Sebaiknya kita pindah ke ruang keluarga , biar enak ngobrolnya , iya kan Mami ?".
" Iya Mas , mumpung kamu belum pulang juga , ayo Fi ". Kezia menarik Fia dan mengabaikan dua lelaki di sana.
" Kau lihat , begitulah perempuan, kalo bertemu satu spesiesnya ...kita pasti akan dilupakan , see kamu lihat sendiri kan ?". ucap Zefrano membuat Abizar ikut terkekeh.
Mereka sudah duduk , dengan Kezia yang tak mau berjauhan dari Fia , sejak tadi memang dua lelaki itu sudah di abaikan oleh istri - istri mereka...
" Oh ya Bi , saya penasaran sama kamu , kamu itu mengingatkan sama putra tetangga saya waktu kami masih tinggal di Indonesia, namanya sama kayak kamu....kalo ngak salah namanya Abizar Arkana , tapi saya lebih suka panggil dia Izar...entah bagaimana rupa bocah itu sekarang , mungkin seumuran dengan kamu Bi ".
" Izar , kamu kah Izar putra Mbak Naya dan Mas Arman ?".
" Benar Bu , mereka ibu dan Ayah saya ".
" Ohh Tuhan , kamu dengar Mas , dunia sempit sekali..tanpa di duga , saya bertemu lagi dengan kamu , apa kamu lupa dulu sering kali menemani saya di rumah kalo Mas Zef sedang bekerja ".
" Entahlah Bu , namanya juga anak kecil , yang paling saya ingat ya ada satu tetangga Ibuku yang memanggilku dengan sebutan Izar , katanya biar berbeda , itu panggilan sayang dari nya untuk saya " jelas Abizar...ia ingin berlari dan memeluk Bu Zia, tapi takut dengan Pak Zefrano yang terus menatapnya tajam... meski tidak banyak...tapi ingatannya kembali mengingat Kezia yang selalu baik padanya.
" Mas , aku boleh peluk anak kecil kesayanganku ?". Kezia meminta ijin dulu pada suaminya.
" Gak boleh sayang, dia bukan anak kecil lagi , bahkan dia sudah punya istri sekarang...lihatlah dia juga lebih besar dan tinggi dari kamu sayang ".
" Eh iya Mas , aku lupa , aku terlalu senang soalnya, bagaimana kabar Mbak Naya dan Mas Arman ".
" Alhamdulillah mereka sehat semuanya Bu , hanya kemaren Ayah gak enak badan , ya namanya juga sudah tua , faktor U.".
" Syukurlah, titip salam buat mereka ya !".
__ADS_1
" Iya Bu akan saya sampaikan salam dari ibu...mereka juga pasti senang mendengar kabar dari Ibu Zia dan Pak Zefrano ".
Setelah banyak bertukar cerita , Fia dan Abizar pun pamit untuk pulang.
Tapi tanpa sengaja Fia melihat foto dirinya terpajang di dalam sana.
Ia terdiam cukup lama , bagaimana mungkin fotonya ada di sana . Abizar mengikuti arah pandang istrinya, seketika matanya pun ikut membulat tak percaya...bagaimana bisa....
Zefrano dan Kezia sendiri membiarkan dua orang itu terus memandang foto dirinya di saat masih muda
" Bu !". panggil Fia.
" Iya Fi ?"
" I..itu foto siapa ?".
" Itu foto Ibu waktu masih muda Fi , mirip ya dengan kamu ?".
" Iy ..iya bu , bukan mirip lagi Bu , saya seperti memandang diri saya sendiri ". ucap Fia , Abizar membenarkan ucapan Fia....apa karena ini , dari tadi Pak Zefrano terus saja memandangi istrinya.
" Bagaimana bisa , Mas Bizar...!". Abizar memeluk istrinya dari belakang , rupanya Fia cukup shock dengan kebetulan macam ini .
" Apa ada yang ingin Ibu Zia dan Pak Zef bicarakan, sepertinya ini bukan kebetulan semata , dan juga pasti ada motif yang tersembunyi ketika anda mengundang kami untuk makan malam di sini ".
" Baiklah akan kami beritahu, kalian duduklah kembali ".
Abizar mengajak istrinya untuk duduk kembali. Pikiran Fia sudah kemana - mana ...apa mungkin ia ada hubungan dengan Bu Zia...entahlah , masih abu - abu....belum yakin benar.
" Biarkan istriku bercerita , kalian cukup dengarkan dan saya minta jangan memotong sehelum istri saya selesai bicara...bagaimana ..oke?".
" Oke kami bersedia untuk mendengarkannya, bukan begitu Fi !". Abizar yang menjawab, Fia hanya mengangguk lemah.
" Sebenarnya.........
Dilanjut besok ya....
Makasih sudah mampir 👍
Jangan lupa dukungannya....
__ADS_1