Suami Warisan Kakak

Suami Warisan Kakak
28. Hampir Terungkap


__ADS_3

Makan malam di rumah dengan hidangan yang mewah layaknya bintang lima.


" Silahkan dimakan Fi , Abizar....maaf ya hanya begini saja yang bisa kami sajikan ,semoga kalian berdua suka ". ucap Bu Zia merendah.


Makanan berkelas begini mereka bilang hanya , gila ....sultan mah beda , kalo urusan menghamburkan uang gak ada tandingnya nih , Papa mertua aja kalah kaya sama keluarga Bu Zia....


" Suka Bu , suka sekali , bahkan ini berlebihan Bu , ìni enak semua, saya sampai nambah ...pulang dari sini timbangan saya bertambah banyak nih Bu ".


" Saya malah senang kamu makannya banyak Fi , jadi gak sia - sia saya menyuruh koki untuk memasak semua ini ".


" Tapi kenapa kamu tak mencicipi hidangan dari laut Fia ?". tanya Bu Zia.


" Maaf Bu , bukan saya tak menghargai makanan dari ibu, tapi saya alergi makanan dari laut Bu ...maafkan saya !'.


Deg....jantung Zefrano dan Kezia berdetak kencang bersamaan.


Kenapa bisa kebetulan begini , Mas Zef juga alergi sama hidangan yang berasal dari laut.....gumam bu Zia. Zefrano juga berpikiran yang sama dengan istrinya.


" Oh begitu ya , kok bisa sama seperti suami saya , dia juga alergi makanan laut ".


" Apa lagi yang tidak kamu suka atau yang kamu sukai Fi?" . Kezia makin penasaran dengan sosok Fia.


" Saya lebih suka makanan sederhana Bu , seperti sayur asem dan tentunya yang paling mantap lagi harus ada sambal , satu lagi krupuk....itu baru mantap ".


" Wahhh kita sama dong , sama - sama penyuka sambal dan krupuk....menu malam ini gak masuk selera kamu dong Fi ?".


Seleranya sama dengan ku , ini apa karena perasaanku saja yang merindukan putriku , jadi aku merasa Fia dan aku banyak mempunyai kesamaan....


" Gak juga Bu , saya orangnya gak pilih - pilih makanan kok , termasuk pemakan segala , ya kecuali itu tadi seafood...gak berani meski buat nyolek sedikitpun ".


Kenapa sama lagi....


" Lain kali saya akan mengundang kamu untuk makan makanan yang kamu sebutkan tadi ".


" Maaf Bu Zia , sepertinya tidak bisa , kami akan pulang dua hari lagi , karena kami disini memang hanya dua minggu ".


" Kamu mau pulang Fia ?".


" Ya Bu , waktu bulan madu kami sudah habis , Mas Bizar harus bekerja lagi , biar dapur kita tetap ngebul ". kelakar Fia.

__ADS_1


" Kamu bisa ngelawak juga ternyata, Saya bakalan kangen sama kamu Fi ".


" Maen bu ketempat kami , apa Ibu tidak rindu kampung halaman ?".


Bu Zia tiba - tiba sedih....sebenarnya ia ingin sekali pulang...ia sangat rindu kampung halamannya, tapi dia masih belum kuat , pulang berarti akan membuka lagi kenangan buruk yang sudah lama ia kubur.


" Mungkin nanti Fi ".


" Mi...kamu tidak apa - apa ?". Zefrano langsung merengkuh sang istri , ia tau di saat begini istrinya pasti akan merasa sangat sedih.


" Gak apa - apa Mas !".


" Sebaiknya kita pindah ke ruang keluarga , biar enak ngobrolnya , iya kan Mami ?".


" Iya Mas , mumpung kamu belum pulang juga , ayo Fi ". Kezia menarik Fia dan mengabaikan dua lelaki di sana.


" Kau lihat , begitulah perempuan, kalo bertemu satu spesiesnya ...kita pasti akan dilupakan , see kamu lihat sendiri kan ?". ucap Zefrano membuat Abizar ikut terkekeh.


Mereka sudah duduk , dengan Kezia yang tak mau berjauhan dari Fia , sejak tadi memang dua lelaki itu sudah di abaikan oleh istri - istri mereka...


" Oh ya Bi , saya penasaran sama kamu , kamu itu mengingatkan sama putra tetangga saya waktu kami masih tinggal di Indonesia, namanya sama kayak kamu....kalo ngak salah namanya Abizar Arkana , tapi saya lebih suka panggil dia Izar...entah bagaimana rupa bocah itu sekarang , mungkin seumuran dengan kamu Bi ".


" Izar , kamu kah Izar putra Mbak Naya dan Mas Arman ?".


" Benar Bu , mereka ibu dan Ayah saya ".


" Ohh Tuhan , kamu dengar Mas , dunia sempit sekali..tanpa di duga , saya bertemu lagi dengan kamu , apa kamu lupa dulu sering kali menemani saya di rumah kalo Mas Zef sedang bekerja ".


" Entahlah Bu , namanya juga anak kecil , yang paling saya ingat ya ada satu tetangga Ibuku yang memanggilku dengan sebutan Izar , katanya biar berbeda , itu panggilan sayang dari nya untuk saya " jelas Abizar...ia ingin berlari dan memeluk Bu Zia, tapi takut dengan Pak Zefrano yang terus menatapnya tajam... meski tidak banyak...tapi ingatannya kembali mengingat Kezia yang selalu baik padanya.


" Mas , aku boleh peluk anak kecil kesayanganku ?". Kezia meminta ijin dulu pada suaminya.


" Gak boleh sayang, dia bukan anak kecil lagi , bahkan dia sudah punya istri sekarang...lihatlah dia juga lebih besar dan tinggi dari kamu sayang ".


" Eh iya Mas , aku lupa , aku terlalu senang soalnya, bagaimana kabar Mbak Naya dan Mas Arman ".


" Alhamdulillah mereka sehat semuanya Bu , hanya kemaren Ayah gak enak badan , ya namanya juga sudah tua , faktor U.".


" Syukurlah, titip salam buat mereka ya !".

__ADS_1


" Iya Bu akan saya sampaikan salam dari ibu...mereka juga pasti senang mendengar kabar dari Ibu Zia dan Pak Zefrano ".


Setelah banyak bertukar cerita , Fia dan Abizar pun pamit untuk pulang.


Tapi tanpa sengaja Fia melihat foto dirinya terpajang di dalam sana.


Ia terdiam cukup lama , bagaimana mungkin fotonya ada di sana . Abizar mengikuti arah pandang istrinya, seketika matanya pun ikut membulat tak percaya...bagaimana bisa....


Zefrano dan Kezia sendiri membiarkan dua orang itu terus memandang foto dirinya di saat masih muda


" Bu !". panggil Fia.


" Iya Fi ?"


" I..itu foto siapa ?".


" Itu foto Ibu waktu masih muda Fi , mirip ya dengan kamu ?".


" Iy ..iya bu , bukan mirip lagi Bu , saya seperti memandang diri saya sendiri ". ucap Fia , Abizar membenarkan ucapan Fia....apa karena ini , dari tadi Pak Zefrano terus saja memandangi istrinya.


" Bagaimana bisa , Mas Bizar...!". Abizar memeluk istrinya dari belakang , rupanya Fia cukup shock dengan kebetulan macam ini .


" Apa ada yang ingin Ibu Zia dan Pak Zef bicarakan, sepertinya ini bukan kebetulan semata , dan juga pasti ada motif yang tersembunyi ketika anda mengundang kami untuk makan malam di sini ".


" Baiklah akan kami beritahu, kalian duduklah kembali ".


Abizar mengajak istrinya untuk duduk kembali. Pikiran Fia sudah kemana - mana ...apa mungkin ia ada hubungan dengan Bu Zia...entahlah , masih abu - abu....belum yakin benar.


" Biarkan istriku bercerita , kalian cukup dengarkan dan saya minta jangan memotong sehelum istri saya selesai bicara...bagaimana ..oke?".


" Oke kami bersedia untuk mendengarkannya, bukan begitu Fi !". Abizar yang menjawab, Fia hanya mengangguk lemah.


" Sebenarnya.........


Dilanjut besok ya....


Makasih sudah mampir 👍


Jangan lupa dukungannya....

__ADS_1


__ADS_2