Suami Warisan Kakak

Suami Warisan Kakak
36. Cerita Yang Sebenarnya


__ADS_3

Hari ini Nicko kembali mendatangi rumah Fea , sesuai ucapannya . Tapi entah mengapa dia malah ragu untuk masuk .


Dari dalam mobilnya, ia melihat Fia yang sedang menggendong Mika sambil berjemur. Ingin nya dia berlari dan membawa Mika dalam pelukannya .


Setelah menunggu beberapa saat , Nicko tau bahwa Fia sendirian , ia pastikan bahwa suami Fia dan Papa Haris sudah berangkat kerja.


Dia sendiri yang tidak benar menjadi Bos , Pagi - pagi bukannya berangkat ke kantor, ini malah sudah nongkrong di depan rumah orang.


Nicko sudah keluar dari mobilnya, ia tak mau pulang sia - sia tanpa bertemu Mika .Seorang penjaga membukakan pintu untuk Nicko.


Ia berjalan mendekat ke arah Fia . Fia yang merasakan kehadiran seseorang seketika menengok.


" Kak Nicko ". lirih Fia , ia lalu mendekap Mika erat.


" Fia ". panggil Nicko.


" Mau apa kakak kemari ?". tanya Fia ketus.


" Aku...aku hanya ingin melihat Mika ".


" Mika ?? buat apa Kak?".


" Tolong Fi, maafkan aku , aku benar- benar menyesal Fi ".


" Apa kak Nicko sudah melakukan apa yang Fia pinta ?".


" Sudah Fi , Aku sudah mengakuinya di depan Om Haris dan Tante Elma ".


" Apa Mama dan Papa sudah memaafkan kak Nicko?".


Nicko menundukkan kepalanya, kemudian kepalanya menggeleng... ia sendiri tidak tau apa dirinya sudah dimaafkan atau belum....karena waktu itu Papa Haris masih memperlihatkan amarahnya.


" Aku tidak tau Fi , memang tidak akan mudah untuk memaafkan semua kesalahan aku ".


Sadar diri juga ternyata....gumam Fia.

__ADS_1


" Ya jangan menyerah , teruslah berusaha meminta maaf pada Papa dan Mama , aku yakin hidup kak Nicko belumlah tenang jika Papa dan Mama belum sepenuhnya memaafkan kak Nicko !".


" Terus sekarang mau apa , Papa tidak ada di rumah, kalo Mama ada , dia sedang di belakang , apa mau aku panggilkan ?".


" Ti ..tidak , tidak usah , aku hanya mampir sebentar ".


Fia mengernyit , ia tau dari tadi pandangan Nicko mengarah ke Mika.


" Bolehkah aku menggendongnya sebentar Fi ".


Fia sedikit menjauhkan Mika dari jangkauan Nicko yang sudah merentangkan tangannya.


Tapi melihat mata Nicko yang penuh harap dan terlihat berkaca - kaca , Fia jadi tak tega. Perlahan ia menyerahkan Mika.


Nicko langsung mendekap Mika dalam pelukannya , dia bertambah haru , apalagi setelah mengetahui Mika adalah darah dagingnya.


" Maafkan Papa nak , karena ulah Papa kamu tidak bisa merasakan kasih sayang seorang ibu ". ucap Nicko sambil menangis.


Dia melihat interaksi Mika pada Nicko , jelas bayi itu sangat senang berada dalam gendongan Nicko....bayi itu tau Nicko tulus menyayanginya.


" Ini Fia , terima kasih telah mengijinkan aku menggendong Mika , ini buat Mika, tolong jangan beri tau Om sama Tante dulu...rahasiakan dari mereka , aku belum siap jika harus di tolak jika ingin menemui Mika ".


Fia cukup kaget mendengar Nicko menyebut dirinya Papa buat Mika. Tapi belum sempat Fia menanyakan hal itu , Nicko sudah berlalu pergi , ia berjalan setengah berlari menuju mobilnya.


" Dia memang papa kamu Mika , apa kamu suka di gendong kak Nicko ?". seperti mengerti pertanyaan Fia , Mika tertawa lucu.


Semoga Papa dan Mama memaafkan kamu kak , aku tau kamu sudah menyesali semuanya kak....


Malam ini Fia bertekad akan menanyakan tentang orang tua kandungnya pada Papa Haris dan Mama Elma.


Dengan di dampingi Abizar , suaminya....kini Fia mendatangi Papa Haris dan Mama Elma yang sedang bersantai di ruang keluarga.


Mika sudah ia berikan pada Mbak Uti untuk di bawa ke kamarnnya, karena bayi itu rupanya sudah mulai mengantuk.


" Pa ...Ma...ada yang ingin Fia bicarakan :.

__ADS_1


" Duduklah nak !".


" Ada apa ?". tanya Papa Haris tegas.


" Pa Ma , Boleh kah Fia tau orang tua kandung Fia Pa Ma ?".


Papa Haris diam sejenak , dengan menceritakan ini pasti akan membuka luka lama istrinya .


" Mama gak apa - apa Pa , ceritalah !". Mama Elma mengijinkan Papa Haris untuk memberi tau Fia semuanya.


" Waktu itu Mama kamu sedang hamil 9 bulan dan sudah waktunya melahirkan, saat itu , kami sedang menuju ke rumah sakit.....". Papa Haris menjeda ucapannya....ia menarik nafas dalam.


" Di jalan kami mengalami kecelakaan dan semuanya berimbas pada Mama kamu , kami kehilangan calon anak ke dua kami , bahkan rahim Elma harus di angkat ".


" Yang Papa syukuri waktu itu Fea tak bersama kami , padahal waktu itu ia merengek meminta untuk ikut dengan Kami , katanya ia ingin dia lah yang pertama melihat calon adik kecilnya itu".


" Karena takut Mama kamu histeris karena kehilangan bayi dan rahimnya , akhirnya Papa meminta seorang perawat untuk mencarikan Papa , seorang bayi perempuan sebagai pengganti bayi kami yang sudah meninggal ".


" Papa tidak bertanya dari mana perawat itu bisa mendapatkan bayi perempuan itu , yang jelas Papa gak mau ambil pusing , yang terpenting saat itu adalah Mama kamu tidak terpuruk dengan kejadian itu ".


" Apalagi perawat itu meminta uang yang cukup banyak supaya Papa bisa mengadopsi bayi itu , jadi Papa pikir Papa sudah tidak ada urusan lagi dengan perawat itu ".


" Tapi ternyata Papa salah , perawat itu masih meminta uang pada Papa , ia mengancam akan memberi tau Elma , bahwa itu bukan putrinya ".


" Papa terpaksa menuruti permintaan perawat itu , ingin mengembalikan bayi itu , Papa tidak tega , apalagi melihat Istriku yang sudah begitu menyayangi kamu ".


" Hingga kecelakaan itu terjadi yang merenggut nyawa perawat yang memeras Papa itu , tidak Papa pungkiri, Papa cukup senang mendengar berita itu , karena berarti tak ada lagi yang meneror dan memeras Papa ".


" Setelah Kamu berusia dua tahun , barulah Papa memberanikan diri untuk menceritakan semuanya , Mama kamu shock mendengar cerita Papa , gadis cilik yang sangat di sayanginya ternyata anak orang lain , dan dia tak tau anak siapa itu ".


" Dari situlah Mama Elma mulai mengacuhkan kamu Fia ".


Bersambung ......


Terima kasih sudah mampir...

__ADS_1


Beri dukungan buat othor ya....


Mampir lah di karya othor yang lain ya...


__ADS_2