Suami Warisan Kakak

Suami Warisan Kakak
07. Rumah Baru Status Baru


__ADS_3

Samson mengantar Abizar dan Shafia hanya sampai gerbang saja, setelah itu ia langsung pamit pergi .


" Silahkan turun !.ucap Samson seperti biasa tanpa ekspresi. Ia pun membukakan pintu untuk sepasang pengantin baru itu.


" Ini rumahnya ?". tanya Abizar .


" Ya..masuklah !".


Belum lagi Abizar bertanya lagi Samson sudah kembali masuk ke mobil dan menjalankannya , karena memang sedari tadi mobil tidak dimatikan mesinnya.


" Main pergi aja , belum juga ngucap terima kasih....dasar Gedebog pisang ". gerutu Shafia.


" Kita masuk Fi !".


" Iya Bang ".


Rumah dua lantai dengan halaman depan cukup luas , taman bunga pun sudah ada disana. Shafia menghirup udara malam bercampur semerbak wangi bunga.


" Kak Fea pinter banget nyari rumah , ini bagus banget , aku menyukainya ".


" Fia ".


" Eh iya Bang ".


Abizar membuka pintu rumah , ia masuk diikuti Shafia di belakangnya. Ia langsung menuju sebuah kamar di lantai dua yang sepertinya kamar utama .


Ceklek....benar tebakan Abizar , kamar ini sudah didekorasi layaknya kamar teruntuk penganten baru. Bahkan kasurnya pun sudah ditaburi kelopak bunga mawar merah .


Fia seperti ayam yang mengekori induknya, ia terus mengikuti kemana langkah Abizar bergerak. Sampai di dalam kamar itu mulut Fia sampai terbuka lebar..


" Kak Fea niat banget kayaknya , sampai bikin dekorasi kamar seperti ini, kayak kamar buat penganten baru ya Bang ?". tanya Shafia tanpa sadar.


Abizar sendiri rasanya ingin tepok jidat...


Apa gadis ini lupa, padahal baru saja aku halalkan, belum juga dua jam , bagaimana besok pasti dia lupa kalo aku suaminya.....


" Kamu lupa Fi..?".


" Lupa ...apa Bang ???.....Upppssss....Shafia langsung menutup mulutnya...ia baru ingat , ia sudah menjadi istri Abizar sekarang.


Tiba- tiba suasana menjadi canggung , Shafia sendiri jadi salah tingkah, Abizar sendiri mengusap tengkuknya , berduaan dengan Shafia ,gadis yang dicintainya apalagi ada di dalam kamar , membuatnya hatinya jadi tak karuan.


Hanya saja sedari tadi ia bisa menyembunyikan kegugupannya. " Kamu mau mandi dulu apa langsung tidur Fi?". tanya Abizar memecah kecanggungan.


" Ah tidak , aku gak mau mandi ini sudah malam , aku hanya akan cuci muka saja membersihkan make up ini dan juga mengganti bajuku , aku tak nyaman memakai kebaya begini ".


" Ya sudah kamu pakai saja kamar mandinya , aku akan pakai kamar mandi di kamar lain ".


" Tunggu Bang , bisa Abang lepaskan ini , tapi pejamkan mata Abang, awas jangan ngintip , nanti bintitan!".


Shafia berbalik , Abizar dengan tangan gemetar mulai menarik retsleting , tentu saja dengan mata terpejam .

__ADS_1


Shafia menengok ke belakang , ia tersenyum , Abizar menurut apa perintahnya. Kemudian Shafia langsung berlari ke kamar mandi sambil berteriak .


" Jangan buka mata kamu Bang.....". Baru setelah masuk ke kamar mandi , ia menyuruh Abizar untuk membuka matanya.


" Padahal kan sudah halal , aku berhak atas dirimu Fi, sepertinya akan lama aku mendapatkan hak ku ".


Dengan gerak cepat Shafia membersihkan make up dan mencari baju ganti di lemari sebelum Abizar kembali ke kamar itu.


" Semoga ada baju yang bisa aku pakai di lemari ini ".


Shafia bersyukur ternyata lemari itu penuh dengan berbagai macam baju. Ia mengambil baju tidur setelan celana panjang.


" Kalo ini milik mu , aku pinjam ya Kak ....tapi kalo ini milikku , terima kasih ..banyak sekali bajunya dan masih bersegel...wahhh kakak memang the best , dalaman aku buat aku pun ada , ukurannya pas lagi , luar biasa kak Fea.. ".


Mendengar pintu akan dibuka , Fia kembali berlari ke dalam kamar mandi untuk memakai pakaiannya .


" Kamu belum selesai Fi ?".


" Sebentar lagi Bang ".


Mata Abizar tertegun melihat penampakan Shafia tanpa hijabnya, karena tadi basah makanya Shafia melepasnya, ia juga lupa kalo ada Abizar di sana.


" Kamu cantik sekali Fia ". gumam Abizar lirih.


Fia baru sadar , kalo sedari tadi Abizar berdiri mematung dengan mata tak berkedip menatapnya.


" Ada yang salah ya Bang...Bang...Bang Bizarrrr ". Fia sampai menjentikkan jarinya di depan muka Abizar yang masih dalam lamunannya.


" Oh iya..hehehe...tadi basah makanya aku lepas hijabnya , gak masalah kan ?? Bukannya kita sudah menikah , jadi Abang sudah halal melihatku tanpa hijab , iya kan ?". Shafia tidak sadar ucapannya akan jadi bumerang bagi dirinya sendiri.


" Sudah halal ya...". Abizar dengan langkah pelan terus maju mendekati Shafia , dan Shafia sendiri bergerak mundur sambil menelan ludahnya.


Sial...ucapnya dalam hati.


" Eh eh....Bang Bizar mau apa ??.


" Melakukan apa yang dilakukan oleh suami istri ". jawab Abizar, ia tak tau kenapa dengan Shafia ia begitu menginginkannya untuk melakukan itu...sedangkan dulu pada Shafea ia tak begitu , mungkin karena tidak ada rasa ditambah karena ia dipaksa dan lagi keluarganya pun menjadi korban keegoisan keluarga Shafea.


" Tapi Bang , Fia belum siap....bisa lain kali gak Bang ?".


Melihat ketakutan di wajah Shafia , Abizar pun menghentikan langkahnya. " Kapan kamu siap Fia ?".


" Gak tau Bang , aku harap Abang sabar menunggu , agar hati ini yakin pada Bang Bizar, aku ingin melakukannya ketika kita benar- benar sudah saling mencintai ".


" Aku mencintai kamu Fia ". Shafia terkejut dengan ucapan Abizar , sejak kapan...bukannya Abizar suami Kakaknya , begitu cepatkah cintanya berpindah ke lain hati .


Abizar langsung menjelaskan, sebelum Shafia berfikiran macam - macam. " Sejak dulu , sebelum aku menikah dengan Kakakmu , sebentar!".


Abizar mengambil sesuatu di sakunya , sebuah gantungan kunci yang sudah patah.


" Abang cinta sama kamu pada pandangan pertama ".

__ADS_1


" Ini....". gantungan kunci bertuliskan nama Shafia di tengahnya , itu miliknya yang ia gantungkan ditasnya yang waktu itu kena jambret.


" Milik kamu , baru sekarang Abang punya kesempatan bisa mengembalikannya padamu ".


" Jadi Abang yang menolong Fia , Abang pahlawan ber helm itu ".


Abizar tergelak....Fia memberinya gelar Pahlawan ber helm....ada - ada saja.


" Ya , dan kita belum sempat kenalan tapi kamu sudah kabur duluan dengan temanmu ".


" Itu bukan salahku , Abang lihat sendiri , aku diseret Tania yang kelaparan habis ngejar aku ".


" Ya sudah gak apa- apa ,toh Abang sudah mendapatkan kamu , cinta pertama Abang ".


" Tapi kan Abang sempat menikah dengan Kak Fea , bukannya mencintai istrinya malah mencintai gadis lain , itu kan gak boleh Bang !"


" Aku sudah mengubur cintaku ketika menikah dengan Bu Fea , karena untuk mendapatkan mu seperti mimpi bagiku , tak mungkin rasanya...tapi lihat lah , sekarang mimpiku jadi nyata , cinta yang aku kubur kini bersemi lagi ".


" Bu Fea ????


" Aku memang memanggilnya seperti itu , karena kakak kami itu atasanku di kantor dan juga di rumah ".


" Maksudnya Bang ?". Fia makin penasaran , penjelasan Abizar tidak memuaskannya.


" Ini belum saatnya , nanti kamu akan tau sendiri alasannya, aku tidak berhak memberi tau kamu Fi , Bu Fea sendiri yang akan menjelaskannya padamu , tunggu saja ".


" Kalian berdua bikin aku bingung deh , gak Kak Fea , gak Bang Bizar, mencurigakan ...banyak nyimpen rahasia..".


" Jangan dipikirin , nanti bikin kamu pusing...pikirin Abang saja ya , kalo perlu bawa ke dalam mimpi kamu , supaya kamu cepat jatuh cinta pada Abang !".Abizar menarik hidung Shafia gemas.


" Aku mau tidur ,sudah ngantuk ".


" Abang juga mau tidur ". Karena malam ini pasti akan menjadi tidur aku yang paling nyenyak karena ada kamu disampingku Fi.


" Eh...Abang tidur disini juga ?".


" Kenapa, apa kamu gak mau tidur sama Abang, ingat Fia, Abang ini suami kamu ...sudah sah loh tadi ".


" Gak usah diingatkan lagi , tapi janji ya , jangan malam ini....please ...". Shafia mengatupkan dua tangannya.


" Iya Abang janji , buru tidur sebelum Abang berubah pikiran "


Shafiabbergerak cepat menutup tubuhnya dengan selimut lalu memejamkan matanya perlahan , berharap semoga bermimpi indah.


Abizar pun ikut berbaring di sebelah Shafia.


" Selamat tidur istriku.....".


Beri dukungannya....like dan comment ya....


Terima kasih sudah mampir...🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2