
Abizar membawa istrinya masuk ke dalam kamar , beruntung Papa Haris dan Mama Elma sudah tidak berada di situ lagi , rupanya mereka sudah beristirahat di kamar.
" Duduklah , Abang ambilkan minum dulu !".
Abizar mendudukan Fia di sofa dalam kamar mereka.
" Minumlah !".
" Sudah lebih baik sekarang ?? Mau cerita sama Abang ?". Fia mengangguk , memang dari awal mendapat surat dari Fea itu seharusnya ia sudah bercerita pada suaminya, agar ia tidak kepikiran sendiri.
Biarlah ia melanggar perintah Fea untuk tidak memberi tau siapapun tentang Nicholas, tapi Fia pikir ia tidak mungkin akan membiarkan Nicko menikmati hidupnya dengan tenang , sedangkan kakaknya sampai meregang nyawa.
" Dia , pria tadi yang datang bertamu , ternyata benar dia yang bernama Nicholas, pria yang telah menodai kak Fea ".
" Dari mana kamu tau ?".
" Dari surat yang Kak Fea tulis untuk aku, disana jelas tertulis nama Nicholas, dan Abang tadi mendengar sendiri kan , kalo kak Nicko sendiri yang sudah mengakui perbuatannya ".
" Iya Abang dengar, dan itu berarti dia ayah kandung Mikayla.."
" Menurut Abang, apa dia tau tentang Mikayla ?".
" Kemungkinan besar iya , Abang sendiri melihat si Nicko tadi terus memandang ke arah Mikayla , sepertinya getaran hati seorang Ayah yang membuatnya tertarik pada Mika , dan Abang juga melihat , pria satunya lagi terus memandang kamu tanpa berkedip, dan sepertinya dia menyukaimu !".
" Maksud Abang...Kak Fandi ?".
" Gak usah sebut namanya, bahkan kamu sudah mengenalnya ". raut muka Abizar berubah masam, ia tidak suka pria tadi terus mencuri pandang istrinya.
Kali ini Fia terkekeh , air mata nya sudah berhenti mengalir, cukup lega juga sudah cerita pada suaminya, bebannya jadi berkurang.
" Kenapa tertawa , jangan - jangan kamu senang ya diperhatikan sama pria tadi !".
" Kak Fandi ...Bang ".
" Sudah Abang bilang jangan sebut namanya, kamu nakal ya !". Abizar merengkuh Fia dalam pelukannya, tak lupa juga ia mendaratkan ciuman di kedua pipi Fia.
" Ceritanya Abang cemburu nih ?".
" Cemburu ...sangat Cemburu, hanya Abang yang boleh memandang wajah cantik ini , kamu milik Abang... Fia !".
" Fia tau Bang , lagi pula bukan hanya Kak Fandi aja yang begitu kalo lihat Fia , bahkan waktu di kantor dulu banyak yang nge fans sama Fia , Pak Faruk ...Bos Fia di kantor juga sangat perhatian , sering memberi makanan...bahkan sering ngajak Fia jalan , tapi Fia menolaknya...Fia tau batasan kok Bang , Gak akan ke lain hati , dulu aja waktu masih sendiri aku gak tergoda , apalagi sekarang ada Abang yang harus aku jaga perasaannya.. ".
" Hemmm narsisnya istri Abang , terima kasih sudah memilih Abang sebagai pelabuhan cinta kamu". mencubit hidung Fia pelan.
" Sesekali , boleh lah....biar Abang juga tau , jangan sampai berfikir untuk menyakiti hati aku , karena di luaran sana banyak yang akan menampung janda Fia !".
__ADS_1
" Gak akan pernah sayang , susah payah aku bisa dapatkan kamu, gadis pertama yang berhasil mencuri hatiku , kamu cinta pertama aku Fi , mana mungkin Abang melepas kamu begitu saja ....kalo itu aku lakukan berarti aku adalah pria yang paling bodoh ".
" Lalu , setelah mengetahui pria itu , apa yang selanjutnya akan kamu lakukan , apa kamu akan memberi tau Papa dan Mama tentang semua ini ?".
" Entahlah Bang, bagaimana baiknya ya Bang ?".
" Kalo menurut Abang, tunggu sampai acara resepsi selesai, Papa dan Mama terlihat sedang bahagia , kita jangan merusak moment ini dulu..".
" Iya Bang , aku juga menunggu kak Nicko sendiri yang akan mengakui kesalahannya sendiri , aku berharap dia tidak akan kabur ".
" Abang rasa dia tidak akan kabur Fi , dia pasti penasaran dengan Mikayla, naluri seorang Ayah ingin mendekap buah hatinya ".
" Semoga saja Bang ".
" Sudah lebih tenang sekarang ?".
" Hemmm iya..".
" Tidurlah sudah malam !".
" Ngantuk ku jadi hilang , kelamaan ngobrol sama Abang sih ".
" Ya sudah , akan Abang buat kamu mengantuk!".
" Kita akan berolah raga malam , sampai kamu kelelahan dan bisa tidur !". Abizar menggendong istrinya , dan membawanya ke atas kasur.
Fia menurut , ia tau apa yang suaminya ini mau , jadi ia pun tak menolaknya.
*
Nicholas tidak jadi menginap di rumah Fandi , ia lebih memilih pulang ke apartemennya , agar bisa menenangkan diri katanya.
" Mau gue temani Nick ?". tawar Fandi, tak tega melihat Nicko yang begitu terlihat mengenaskan.
Nicko melempar bajunya asal. ...ia mendudukkan pantatnya kasar di atas sofa.
" Elo pulang saja Fan , gue gak apa - apa kok....terima kasih sudah menemani gue ke rumah Fea kali ini ".
" Sama - sama , tapi gue takut elo nekat Nick...!".
" Gue gak bakalan berbuat yang aneh - aneh , percaya deh sama gue Fan....gue masih ingin nebus kesalahan gue , dan yang paling gue inginkan saat ini adalah gue bisa mendekap buah hati gue ".
" Pasti akan sangat menyenangkan bisa menyentuhnya , menggendongnya , menciumnya.....".
" Dan yang paling gue tunggu, ketika dia bisa memanggilku dengan sebutan Ayah .".
__ADS_1
" Apa aku bisa merasakan semua impianku Fan...apakah mungkin , orang tua Fea mau memaafkan gue Fan..".
" Bagaimana caranya gue minta maaf ke mereka Fan ...bagaimana ?".
" Apalagi sekarang Putri mereka telah tiada , dan secara tidak langsung gue lah penyebabnya ...".
Pada akhirnya Fandi tidak jadi pulang , ia mendengarkan Nicko yang tak berhenti berbicara...Fandi hanya jadi pendengar setia .
Ia biarkan Nicko meluapkan segala gundah di hatinya , Tak mudah memang untuk mengakui kesalahan , butuh keberanian extra.
" Fan , elo masih mau kan buat nemenin gue ke rumahya Fea , gue mau membuat pengakuan , masa bodoh kalo orang tua Fea ngamuk , atau bahkan sampai menghabisi nyawa gue, gue ikhlas ...asal gue dapat maaf dari mereka !".
" Sebaiknya jangan dalam waktu dekat ini Nick...pikiran Elo aja masih kacau gini !".
" Kenapa gak besok aja Fan , gue sudah terlalu banyak beban , takut gila gue".
" Ngaco elo mah , gini Nick , dengerin omongan gue...mereka akan melaksanakan hajad besar takutnya elo malah merusak moment kebahagiaan mereka semua...tunggu acara selesai saja !". usul Fandi.
" Apa gak kelamaan Fan ?".
" Gak lah , lihat undangan ini...tidak lama lagi kan ? ".
" Hemmm iya , kira - kira gue akan dihajar gak ya Fan ?".
" Kalo itu aku jamin pasti elo akan di hajar , percaya sama gue ".
" Elo Fan , bikin semangat gue down aja ".
" Lah bener kata gue, bener kan..itu sepadan buat kelakuan elo yang sudah merusak putri mereka , bahkan itu belum apa- apa , dibanding dengan yang apa yang telah elo lakukan pada Shofea ". bukannya menakuti tapi , Fandi berfikir realistis saja , kesalahan Nicko memang susah untuk mendapatkan maaf .
" Elo bkin gue takut Fan ".
" Berani berbuat , berani tanggung jawab.....itu namanya pria sejati brooooo ".
" Ngomong mah gampang , jalaninya yang berat "." Elo gak jadi pulang Fan ?".
" Engga , ini sudah kelewat malam , awas aja kalo elo sampai mau ngusir gue..gue mau tidur di sini ...sudah selesai kan sesi curhatnya , sudah sedikit tenang kan lo...tadi aja sok jual mahal gak mau di temani...".
" Gue tidur dulu Nick.......".
Makasih Fan , masih mau berteman dengan gue ...Fea , maafin gue ya Fe....
Makasih yang sudah mampir....
Dukungannya ya....👍
__ADS_1