Suami Warisan Kakak

Suami Warisan Kakak
47. Makan Malam Terindah


__ADS_3

Benar saja , di rumah Papa Haris, sudah terjadi kehebohan . Mama Elma tak berhenti bertanya dan juga menyalahkan Abizar.


" Papa kemana Bi , kok jam segini belum pulang?".


" Tak biasanya seperti ini tak memberi kabar , di telpon juga tidak di angkat ".


" Apa kamu gak tau kemana perginya Papa?".


Belum juga mulut Abizar menjawab , Mama nya kembali berbicara.


" Papa di mana sih, Mama jadi khawatir....kamu kok jawab sih Bi , dari tadi kan Mama tanya sama kamu?".


Nah kan , malah Abizar yang kembali di salahkan. bagaimana mau menjawab kalo Mertuanya itu terus dia nyerocos tanpa henti ...bahkan Mama Elma berbicara sambil mondar mandir , membuat Abizar dan Shafia ikut pusing kepalanya.


" Papa tadi ada rapat Ma , sama koleganya di restoran ".


" Kenapa gak kamu aja sih yang gantiin Papa buat rapat !".


" Abizar sih mau aja Ma , tapi gak bisa , orang yang akan di temuin Papa yang meminta harus Papa sendiri yang datang menemuinya, lagi pula beliau juga teman Papa Ma , jadi sekalian temu kangen katanya ".


" Kenapa kamu gak ikut saja Bi , aturan kamu temani Papa bertemu temannya itu !". Masih menyalahkan Abizar.


Ya gimana Ma , Abi sudah tak tahan ingin bertemu Fia , Papa sendiri juga tidak meminta Abizar untuk menemaninya, ya kali Abi menawarkan diri , kan lebih baik pulang, sudah kangen berat sama istri....Abizar ingin mengucapkan itu...tapi tentu saja tak berani .


" Papa nya yang gak mau di ganggu Ma , mereka teman lama soalnya ". ucapan Abizar memang benar, ia juga tidak berbohong tentang teman Papa mertuanya itu.


" Harusnya kamu memaksa Bi ".


Fia diam tak berani berkomentar . Dari luar terlihat mobil Papa Haris masuk. Mama Elma langsung berlari menghampirinya .


Tapi ia kecewa ketika tak ada suaminya di mobil itu. " Loh Pak , kok pulang sendiri....suami ku mana Pak ?".


" Loh Tuan belum nyampe rumah nyonya?".


" Lah malah balik nanya , terus saya nanya sama siapa pak...kan bapak yang jadi sopir suami saya , gimana sih ".


Pak Abdul nyengir saja ...tak berani buat membantah sang majikan. " Tadi itu ketika kami akan pulang ban mobil nya kempes semuanya Nya ".


" Semuanya ?? ke empat- empatnya kempes semua ?". Mama Elma gak habis pikir bagaimana itu bisa terjadi, seperti di sengaja saja.


" Iya Nya , lalu saya sudah menyuruh Tuan pulang naik taxi, dan saat itu juga Tuan langsung pulang".


" Aduhhh gimana ini Pak Abdul, suamiku belum nyampe rumah sampai saat ini , beliau juga tidak dapat di hubungi ".

__ADS_1


" Ma , biar Abi saja yang mencari Papa , Pak Abdul istirahatlah...!".


" Saya antar Den ". Pak Abdul sungguh takut terjadi sesuatu pada majikannya.


" Tapi kan Pak Abdul baru pulang, pasti bapak lelah ".


" Gak apa - apa den , saya juga mana bisa istirahat kalo Tuan belum nyampe rumah ".


" Mas , Fia ikut juga ya ".


" Jangan sayang , kamu temani Mama saja di rumah ya ". Fia mengangguk , ia baru sadar , Mama nya membutuhkan dirinya saat ini.


Dua wanita beda usia itu duduk berdua di teras, menunggu kabar dari Abizar. Cukup lama mereka menunggu.


" Ma , Mama minum dulu ya Ma !".


Setelah sekian lama menunggu , masuklah sebuah mobil asing yang tidak mereka kenali.


Fia dan Mama Elma pun berdiri , menunggu siapa yang akan keluar dari mobil itu.


" Papaaaa ". Mama Elma berlari dan langsung menghambur ke pelukan Papa Haris...dan ia pun menangis.


" Kak Nicko ". lirih Fia.


" Ma , Papa nya di ajak masuk dulu ya ". Mama Elma mengurai pelukannya , dan membawa suaminya masuk ke dalam , ia melupakan dengan siapa suaminya pulang.


Fia menemani Nicko , karena Mama Elma masih menunggui Papa Haris yang tengah membersihkan diri.


" Bagaimana Papa bisa pulang bareng Kak Nicko ?". tanya Fia.


" Sebenarnya tadi Om Haris sempat di culik ". Fia menutup mulutnya tak percaya.


Nicko pun kembali melanjutkan ceritanya , hingga ia juga bisa menyelamatkan Papa Haris bersama dengan seseorang pria yang bernama Zefrano.


" Papi Zefrano ?". ucap Fia.


" Kamu mengenalnya Fi ?".


" Dia Papi kandung aku , kak ". jawab Fia


Nicko paham , pantas saja Fea sangat jauh berbeda dengan Fia , dan ia juga baru menyadari kalo Fea memang lebih mirip dengan Papa Haris.


" Assalamualaikum....Papa sudah pulang Fi ?". Abizar menerobos masuk.

__ADS_1


" Waalaikumsalam, alhamdulillah sudah Mas , di antar sama kak Nicko ". Abizar pun melirik ke arah pria yang duduk di depan istrinya.


" Papa ". ucap Abizar melihat Papa Haris bersama Mama Elma.


" Nanti aja Papa cerita , kita makan malam dulu, ayo Nick , makan bersama kami !". ajak Papa Haris dan Nicko pun tak bisa menolak ajakan itu , ia juga lapar , apalagi habis adu jotos yang cukup menguras tenaga tadi.


Mama Elma sendiri sudah mendengar sedikit cerita dari Papa Haris kalo Nicko lah yang sudah menolongnya.


Papa Haris dan Mama Elma sudah berjalan terlebih dahulu, Abizar dengan posesif menarik bahu Fia dan memeluknya.


Nicko yang di belakangnya tersenyum tipis , menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Abizar.


Setelah melayani suaminya , Fia pun bermaksud membantu Nicko sebagai rasa terima kasihnya yang sudah menolong Papa Haris.


" Kak Nicko , apa nasinya segini cukup ?".


" Cukup Fi !".


" Mau sama apa Kak?". tanya Fia lagi .


" Apa saja Fi , aku tidak pilih - pilih makanan ".


Abizar berdecih tanpa suara , sebenarnya ia ingin protes tapi tak berdaya, ia melirik tajam Nicko yang masih tersenyum seakan mengejeknya.


Seneng kan lo di layani sama istri gue....kalo gak ada mertua , sudah aku tonjok muka nya yang sok kecakepan itu ....


Nicko sendiri membayangkan , begini kah jika punya keluarga sendiri , makan bersama dan di layani istri , sungguh sangat membahagiakan pikirnya.


Elo beruntung Bi , bisa mendapatkan keluarga hangat seperti ini , dan ditambah istri yang sangat cantik , ramah , baik hati gak neko - neko lagi....


Tanpa sadar Nicko mengagumi istri orang.


" Om , saya langsung pulang saja ya , dan terima kasih buat makan malamnya , sungguh ini sangat nikmat Om , Tante ". Lebih baik pulang , untuk mengistirahatkan badannya yang sangat lelah...mau bertemu Mika pun tidak bisa , anak itu sudah tidur , dan Nicko tak mau mengganggunya.


" Baiklah , hati - hati di jalan...terima kasih atas pertolongan kamu , datang lah besok jika ingin bertemu dengan Mika ". ucap Papa Haris.


" Sama - sama Om , saya permisi dulu om Tante...Bi...dan Fia , terima kasih untuk yang tadi ". Nicko mengedipkan satu matanya ke Fia .


" Tak masalah Kak ".


Papa Haris dan Mama Elma hanya terkekeh pelan, mereka tau pria di samping Fia sudah terbakar jenggotnya.


Nicko merasa langkah kakinya ringan saat ini, jalan menuju putrinya sudah terbuka lebar , bebannya terasa sudah terangkat.

__ADS_1


Makasih yang sudah mampir 😘


Sehat selalu.....👍


__ADS_2