
Setelah berbasa - basi sedikit, akhirnya Nicholas memberanikan diri untuk bertanya.
Dengan hati - hati Nicholas bertanya tentang Mika.
" Om , apa tadi itu putrinya Fea Om?". tanya Nicko asal tebak.
Papa Haris mengernyitkan keningnya, sebab tak ada yang tau tentang kehamilan putrinya itu.
" Kamu tau dari mana kalo Fea hamil dan punya anak ?".
Hah...Nicko mati kutu , Dia baru menyadari kalo dirinya sudah salah berucap tadi.
" Kami hanya sedikit tau nya Om, karena kami termasuk teman akrabnya Fea , saya, Nicko , Arsen , Tiana dan Vara , kami berteman sejak SMA om...terakhir kita bertemu ya waktu reunian itu...setelah itu Fea sepertinya menghindar dari kita ". penjelasan Fandi membuat Nicko bernafas dengan lega.
" Ya , Mika memang putrinya Fea , tolong jaga rahasia ini , jangan biarkan orang lain tau , Om Mohon pada kalian , untuk menjaga nama baik Fea , kasihan ...biar dia tenang disana , lukanya sudah terkubur bersama jasadnya , kami hanya mohon doa kalian untuk putri kami ".
" Kami akan selalu mendoakan Shofea Om !".
" Terima kasih ".
Nicko bingung bagaimana caranya ia mengungkapkan keinginannya untuk bertemu dengan Mika , dan melihatnya lebih dekat.
" Emmm Om , tadi adek nya Fea ?".giliran Fandi yang ingin tau tentang Fia.
" Iya , dia Fia ....oh ya , mumpung kalian kesini , kami akan mengundang kalian minggu depan di resepsi pernikahan putri kami , Shafia!".
" Sebentar Mama ambil dulu undangannya ". Mama Elma beranjak dari duduknya, untuk mengambil undangan resepsi Fia dan Abizar.
" Menikah Om , jadi Fia sudah mau menikah Om ?" hati Fandi bergetar takut salah dengar.
" Bukan mau menikah nak Fandi, tapi sudah menikah, kalo gak salah sudah hampir dua bulanan , tadi itu suaminya....resepsinya sengaja baru mau kami rayakan , karena kematian Shofea, jadi kita tunda dulu ".
Mendengar penjelasan Papa Haris , dengkul Fandi terasa lemas. hatinya patah sebelum berkembang .
Fandi dan Nicko masing - masing sedang memikirkan nasibnya , Fandi yang galau karena gadis idamannya telah menjadi milik orang , sedangkan Nicko sedang memikirkan caranya ia berterus terang tentang kelakuannya pada Fea , dan tentu saja ia berharap bisa mendekap buah hatinya.
Sejenak suasana hening, Papa Haris juga tidak tau lagi harus ngomong apa , mereka hanya menunggu kedatangan Mama Elma yang sedang mengambil undangan.
Sementara itu, setelah menidurkan Mika , Shafia sudah belum beranjak dari sana , sejenak ia mengingat sesuatu ...
Sepertinya aku pernah mendengar nama itu...Nicko.....Nicko ...gumam Fia.
__ADS_1
Deg....Fia teringat dengan surat kakaknya.
Apa dia yang dimaksud Kak Fea , Nicholas ....ya pria brengsek yang sudah merusak masa depan kak Fea...jika benar , aku harus buat perhitungan dengannya.....
Fia beranjak ingin memastikan apakah tebakannya benar. Abizar yang mendengar istrinya menyebut nama seorang pria , tentu saja langsung cemburu.
" Mau kemana sayang?".
" Sebentar Bang , aku harus memastikan sesuatu dulu , Abang tunggu sini saja!".
" Tidak , Abang akan temani kamu !". Enak saja , mau menemui pria sendirian...aku gak terima...gumam Abizar tak terdengar Fia.
Abizar tentu percaya dengan istrinya, tapi tidak dengan pria di luaran sana , ia sadar istrinya itu sangat menarik bagi kaum nya.
" Kemana tamunya Pa Ma ?". tanya Fia melihat ruang tamu yang kosong , dan kedua orang tuanya sudah mau masuk kedalam.
" Barusan pulang ....mau kemana kamu Fia ?". tanya Papa Haris.
" Sebentar Pa , ada yang mau aku tanyakan pada teman kak Fea itu ".
" Ya sudah , jangan lama - lama , Abizar temani istrimu !".
" Ya Pa ". gak usah disuruh pun pasti akan aku kawal terus putri mu ini Pa...
" Tungguuuuu !!!!.
Fandi langsung sumringah , melihat Fia yang sedikit berlari ke arahnya....tapi kemudian ia kecewa , karena ternyata yang di datangi Fia bukan dirinya melainkan Nicholas.
Abizar turut berlari kecil untuk mengimbangi langkah istrinya. Ia penasaran, sebenarnya ada apa antara Fia dan teman Shafea itu.
" Ada apa ?".
" Kak Nicko , kamu....nama Kakak ... Nicholas, benarkah itu?". bibir Fia bergetar.
" Iya benar ".
" Jadi benar , Kakak ...kak Nicholas yang Kak Fea maksud....kamu kah orang yang telah menghancurkan masa depan kakak aku....hiks..hiks...".
Fia mulai menangis, Nicko sendiri bandanya seperti kaku , ia terdiam seribu bahasa , ia kembali di ingatkan lagi tentang kesalahannya pada Fea.
" Kakak tega sekali, apa salah kak Fea padamu , sehingga kamu berbuat kejam padanya , tidakkah ada rasa bersalahmu pada Kak Fea , bahkan saat dia terbaring lemah di rumah sakit pun kakak tak pernah sekalipun menampakkan wajah kakak , untuk menjenguk kak Fea..".
__ADS_1
Mendengar itu Nicko langsung luruh ke tanah , ia ikut merasakan bagaimana Fea waktu itu , Pasti sangat sakit sekali , menahan beban sendirian , bahkan dirinya yang menciptakan luka itu tak ada di sampingnya.
" Maafin gue Fe...maafin gue !". Nicko pun sudah menangis sambil bersimpuh, dan juga menjambak rambutnya.
Fandi pun berlari memutari mobilnya , lalu mendekat ke arah Nicko, ia ikut bersimpuh sambil menenangkan Nicko.
Abizar tak tinggal diam , ia merengkuh Fia dalam pelukannya.
" Maaf Fe...Maaf...".
" Terlambat Kak...sudah terlambat , Fia tanya , apa kakak sudah mengakui perbuatan kakak di depan Papa dan Mama ?".
Nicko menggelengkan kepalanya. " Kakak berani berbuat tapi tak berani mengakuinya, pria pengecut kamu Kak ".
" Meski kakak tidak mendapat hukuman dari kami , tapi aku yakin seumur hidup kakak tak akan bisa hidup dengan tenang..hukuman dari Tuhan itu cepat maupun lambat pasti ada kak , !".
" Gue salah...gue mau minta maaf ke Fea ...tolong gue, gue benar - benar sudah menyesal , gue mau perbaiki semuanya ".
" Iya Fi , tolong teman gue , benar kata kamu , hidupnya memang tidak tenang selama ini , makanya dia minta gue temani kesini Fi !".
" Oke , apa Kak Nicko berani mengakui kesalahan kakak pada orang tua kami sekarang ?".
Melihat Nicko menggeleng , Fia menghembuskan nafasnya kasar , ia jadi tau, lelaki ini hanya badannya saja yang besar , tapi nyalinya ciut....tak ada saja sekali.
" Sebaiknya Kakak pulang saja , kumpulkan dulu keberanian kakak untuk menghadapi kemarahan Papa Haris !". lalu Fia melenggang pergi di ikuti Abizar di belakangnya, meninggalkan Nicko yang masih bersimpuh di tanah.
" Kita pulang dulu Nick , benar kata Fia , kamu perlu tenaga untuk menghadapi kemarahan kedua orang tuanya Fea ".
Fandi tak tega melihat Nicko yang rapuh seperti ini , ia lebih senang melihat Nicko yang petakilan dan slengek' an. Ia pun membantu Nicko untuk bangkit dan masuk ke mobil.
" Mau menginap di rumah gue Nick ?".
Nicko mengangguk....untuk bersuara lidahnya kelu.
Fandi pun menjalankan mobilnya menjauh dari rumah Shofea. " Gue akan temani elo terus Nick , sampai mendapat maaf dari kedua orang tuanya Fea !".
" Terima kasih Fan , sekarang gue hanya punya elo yang bisa bantu gue ". ucap Nicko pelan dan lirih.
Haiii....haiii....terima kasih sudah mampir.
Dukung terus ya....
__ADS_1
Mampir juga di karya othor yang lain 👇