
Nicko dan Fandi sekarang sudah berada kembali di ruangan Reno....Meski harus berdebat dulu , karena Fandi yang malah rebahan di Masjid setelah melaksanakan sholat dzuhur.
Adem rebahan disini , katanya tadi. Fandi yang masih rada ngantuk akhirnya kembali rebahan di sofa . Tak menunggu lama , dengan cepat ia sudah terlelap dalam mimpi.
" Dasar , dosen gak ada akhlak...molor aja kerjanya, mana sih Reno , belum datang juga ". gerutu Nicko , karena ia merasa sendirian , Fandi yang menemaninya malah tidur anteng.
" Fan , bangun Fan....merinding gue ,elo tinggal tidur...bangun Fan !". Nicko celingukan ke kiri dan ke kanan.
" Apaan sih Nick , ngantuk gue ".
" Jangan tidur , disini serem tau , kan elo tau di rumah sakit juga nyimpen orang mati ".
" Maksud elo ". Fandi seketika bangun , ia jadi ikut merinding mendengar orang mati.
Ternyata dua pria ini tipe pria penakut juga.
" Elo gak tau , kan di rumah sakit ada kamar mayat , pasti nyimpennya mayat kan Fan , gak mungkin buat nyimpen sembako kan !".
" Sialan lo Nick , ngantuk gue jadi hilang ".
" Makanya jangan tidur , di colek baru tau rasa elo ".
" Reno lama amat sih Nick?".
" Iya , gak tau nih , apa kabur tuh anak ".
" Ck , kata elo , Reno gak bakalan berani macam - macam sama elo...gak jelas ".
" Namanya juga orang , siapa tau khilaf ".
" Elo udah telpon Reno, Nick ".
" Belum ". Nicko menepuk jidatnya, " Kenapa gue gak mikir sampai kesitu ya ...akibat pikiran gue kacau , karena mikirin hasil tes DNA, jadi sampai lupa telpon Reno ".
" Ya Tuhan , elo kayak di jaman batu aja Nick , buru telpon !".
" Iya , gue telpon ,gak usah sewot ".
Yang di telpon ternyata sudah ada di depan pintu ruangannya. " Ngapain telpon " ucap Reno setelah membuka pintu.
" Set dah , ngagetin aja lo Ren , ucap salam dulu apa!". Fandi mengelus dadanya , karena ia dan Nicko sempat melonjak karena kaget
" Assalamualaikum ". ucap Reno .
" Waalaikumsalam ". jawab Fandi dan Nicko.
__ADS_1
" Silahkan duduk Ren ". kata Nicko.
" Ini ruangan gue curut , kalian yang tamu ".
" Ih dokter ngomongnya kasar ". balas Fandi.
" Sama kalian mah emang harus di kasarin , biar engga pada kurang ajar ".
" Dah gak penting bahas gituan , buru gue pengen tau hasilnya Ren , dari kemaren tidur gue udah gak nyenyak , makan juga gak enak , karena mikirin tuh hasil DNA "
Makan gak enak konon , bukannya tadi juga habis dua piring ya kayak gue....otak Nicko lagi oleng kayaknya , sampai makan aja lupa....
" Sabar apa Nick , orang sabar tanahnya lebar tau...lagian Gue juga baru duduk kali , nafas dulu apa ".
Nicko memutar matanya jengah, ia tak mau Reno mengulur - ulur waktu lagi.
" Baik Pak dokter yang tampan , sekedar informasi buat elo ya , gue udah dari pagi nunggu elo di sini ...cape tau ".
Reno malah tertawa , " Lah , siapa suruh datang pagi - pagi, kan gue bilang jam 2 Nick , elo sih yang gak denger omongan gue...malah sekarang nyalahin ....nih suratnya, buka sendiri ".
Dengan mengucap Bismillah, Nicko perlahan membuka amplop coklat pemberian Reno.
Mata Nicko terbelalak, namun sedetik kemudian mengeluarkan air mata. Nicko bangun dan langsung bersujud mengucap syukur.
Ia juga berjanji dalam hatinya , Tak akan pernah lagi melakukan hal gila itu lagi , apalagi sekarang ia telah mempunyai seorang putri, ia juga tidak mau jika putrinya nanti di permainkan oleh laki - laki bahkan sampai di lecehkan...ia sangat takut , jika kesalahannya pada Fea , akan berimbas pada anaknya kelak.
" Elo bahagia Nick ?". tanya Fandi , ia tahu apa tulisan di surat itu tanpa harus melihatnya, cukup ia melihat ekspresi dari Nicko .
" Sangat Fan , sangat bahagia , setidaknya ada peninggalan dari Fea , yang masih bisa aku sayangi ".
" Syukurlah kalo Elo bahagia , gue juga ikut bahagia buat elo Nick ".
" Terima kasih, sesuai janji gue Ren , karena hasilnya sesuai dengan ekspektasi gue , maka gue kasih hadiah buat elo "
" Gak perlu Nick ". tolak Reno....tapi...sedetik kemudian " Gak perlu sungkan - sungkan maksud gue , akan gue terima dengan lapang dada dan tangan terbuka ". setelah mengucap itu Reno tertawa puas, di iringi juga oleh tawa Fandi.
" Sialan , dokter sengklek lo Ren..gue kira nolak ternyata .....". Nicko geleng - geleng kepala.
" Ayo Fan , kita pulang , terima kasih Ren ".
" Sama - sama , gue tunggu hadiahnya ya Nick ". Nicko hanya mengangkat jempolnya.
Di dalam mobil, Nicko menghembuskan nafasnya kasar. Sejujurnya ia bingung harus melakukan apa meski ia sudah mengantongi surat DNA .
" Hufffttt...bingung kan lo Nick ?". tanya Fandi.
__ADS_1
" Iya , gimana gue ngomongnya sama Om Haris dan Tante Elma ya Fan?".
" Gue juga gak tau , elo kan gak ada ikatan sama Fea , itu yang bikin elo susah kalo mau ngeklaim Mika sebagai anak elo ".
" Udah , jangan elo pikirin Nick , pasti ada jalan kalo niat elo baik , lagi pula elo kan memang udah bertobat, asal jangan tobat sambal aja ya ". Fandi menepuk pundak Nicko memberi kekuatan.
Besok gue mau nemuin Mika lagi ...semoga saja diberi kemudahan....
*
*
Sementara Fia dan Abizar sudah sampai di tanah air. Mereka langsung menuju rumah Papa Haris.
Mika Lah yang paling dirindukan oleh Fia . Setelah membersihkan diri, Fia pun langsung ke kamar Mika , ia bermain dengan bayi itu.
" Kamu kangen engga sama Mommy Mik , kalo Mommy jangan ditanya kangen berat sama kamu.....Mommy bawa oleh - oleh banyak buat kamu ".
" Buat Mbak ada engga Non ?".
" Oh , tenang Mbak Uti , Fia juga sudah belikan sesuatu buat Mbak Uti ".
" Wah , terima kasih , Non Fia gak lupain saya ".
" Gak lah , kan Mbak Uti sepakat sama Mika , ingat Mika ya ingat mbak Uti ".
" Fi , kamu di sini rupanya , Mas cari - cari dari tadi ". Abizar menyusul istrinya tiba - tiba menghilang setelah mandi.
Melihat Abizar datang , Mbak Uti diam - diam meninggalkan mereka bertiga.
" Sini Mas , coba lihat Mika, baru ditinggal dua minggu sudah senakin berat aja nih ".
" Còba sini Mas gendong....ternyata beratnya nambah , kamu makan banyak ya ?"
" Ayo sayang , kita temui Papa Haris dan Mama Elma dulu yuk !".
" Ayo Mas ".
Fia berjalan sambil mengapit lengan Abizar , yang sambil menggendong Mika.
Makasih sudah mampir 😘
Dukung othor terus ya.....
Mampir juga di karya othor yang lain ya...di tunggu
__ADS_1