
Sambil berjalan menuruni tangga , kulit Fandi tak berhenti menggerutu.
" Punya adek satu sangat menyebalkan, mata duitan lagi , nurun dari siapa coba...ambisinya mau kaya tapi gak usah pake kerja , dasar...".
Melihat penampakan Nicholas , kekesalannya bertambah.
" Fan !".
" Mau apa lo kesini, gue sudah gak ada urusan sama kalian , lo ...gue... end ". sempat - sempatnya Fandi ngelawak
Nicko mau tertawa , tapi ia tahan , bisa makin marah nih anak ,". Gue kesini cuma mau tau kabar elo Fan ".
" Gue baik dan makin membaik , apalagi sejak gak berteman dengan kalian , pertemanan gak bener ".
" Elo bener Fan , kita memang gak bener , apalagi gue , gue lelaki paling brengsek , beruntung elo masih sadar dan gak ikutan kayak kita !". ucap Nicko sendu , ia kembali mengingat semua kesalahannya.
" Baru nyadar lo , syukurlah kalo elo mau memperbaiki diri ". Suara Fandi tak lagi ketus seperti tadi , mereka berteman cukup lama dari sejak SMA, jadi Fandi tau Nicko sedang tidak baik - baik saja.
" Makanya bantu gue perbaiki kesalahan gue Fan !".
" Bantu apa ?".
" Fea...Shofea, gue mau elo cari tau tentang dia Fan !".
Fandi menghembuskan nafasnya kasar....kenapa baru sekarang temannya ini dapat hidayah.
" Tau gak lo Nick , elo terlalu lama buat menyadari kesalahan yang elo buat ".
" Gue tau Fan , seharusnya waktu itu aku kejar Fea ".
" Ya , seharusnya, dan elo terlalu pengecut , kalah sama duo racun itu ". maksud Fandi adalah Vara dan Tiana.
" Gue memang bodoh Fan , kali ini gue benar - benar ingin menebus kesalahan gue ke Fea ".
" Sudah terlambat Nick !".
" Maksud lo , Fea sudah menikah dengan orang lain ?".
" Bukan itu saja , elo akan lebih menyesal lagi karena elo tak bisa lagi menemuinya ".
" Gue hanya mau minta maaf Fan , syukur - syukur Fea mau jadi istri gue ".
" Itu lebih gak mungkin lagi Nick , kita sudah beda alam ".
" Beda alam ???
" Fea sudah meninggal sebulan yang lalu, setelah melahirkan, ia terkena komplikasi , mungkin juga karena dia terlalu banyak menahan beban pikiran , semua karena ulah kalian ".
" Me...meninggal ?? jangan bercanda Fan !".
" Buat apa gue bercanda , kematian bukan untuk candaan ".
__ADS_1
Nicko sampai luruh ke lantai , pantas saja ia selalu didatangi Fea tiap malam ,rupanya itu pertanda agar dia mempertanggung jawabkan perbuatannya , dan mungkin Fea tak akan berhenti menerornya sebelum ia minta maaf.
" Tunggu Fan , elo bilang Fea melahirkan, kapan itu?".
" Kalo gak salah bayinya sudah berumur empat bulanan ".
" Empat bulan ???". Nicko menghitung ke belakang ,dimana ia berhubungan badan dengan Fea , dan sebulan sesudahnya Fea mendatangi kantornya...mungkinkah...
" Elo ingat Fan , waktu Fea datang ke kantor gue, kalo dihitung - hitung dengan Fea melahirkan...apa mungkin waktu itu Fea datang mau memberitahukan kehamilannya ke gue dan selanjutnya elo tau apa yang terjadi ".
" Mungkin saja Nick...itu berarti dengan kejadian elo merawani Fea , kemungkinan Fea hamil anak elo Nicko!".
" Ya , elo sepemikiran sama gue , berarti gue sudah punya anak dong , gue harus bertemu anak gue Fan !".
" Lo pikir gampang , tiba - tiba datang Om..Tante..saya mau melihat anak saya , karena yang menghamili Fea adalah saya...Om Haris bisa langsung bunuh elo Nick, apalagi Fea sudah meninggal, secara tidak langsung elo ikut andil dalam kematian putri mereka ".
Nicko membenarkan ucapan Fandi. " Lalu gue harus gimana Fan , otak gue buntu...mana Vara minta dinikahi , padahal dia hamil anak orang lain ,masak gue yang harus tanggung jawab , padahal darah daging gue sendiri malah gue sia - siain ".
" Tau bukan anak elo kenapa elo mau sih Nick , otak elo ditaroh dimana ?".
" Gue dijebak sama mereka ".
Hahaha...Fandi malah tertawa ...
" Ternyata ada juga buaya dikadalin...". " Lo baik - baikin aja si Vara..., kalo perlu elo culik aja mereka bertiga buat ambil barang buktinya..".
" Ide elo bagus juga , kenapa gue gak kepikiran kesitu yah ".
" Engga Fan !".
" Engga apanya , engga salah lagi ".
" Beneran Fan , sejak melakukannya dengan Fea , gue sudah gak pernah melakukannya lagi .....milik Fea bikin gue gak bisa move on, mungkin karena Fea masih virgin , salah gue yang malah menghindarinya karena gue takut Fea tak mau memaafkan gue, tapi ternyata gue salah , seharusnya gue maju mempertanggung jawabkannya, mungkin gak akan begini kejadiannya...".
" Biasalah , orang menyesal itu belakangan Nick ".Fandi menepuk pundak Nicko , marahnya pada Nicko juga sedikit mereda , melihat pria angkuh itu menangis
" Gue mau ke makam Fea , Fan....elo mau ngantar gue kesana !".
" Tentu Nick , buat kebaikan masak gue nolak sih ...ayok !".
" Eh , kak Fandi mau kemana, kan Nicko juga , sudah mau pulang ya ?". Tiba - tiba Fina nongol di ruang tamu.
" Bocil gak usah kepo!".
" Fina ikut boleh engga ?".
" Lo kata kita mau piknik , udah dirumah saja temani Mama , keluyuran mulu kerjaan elo !". Fandi menoyor jidat Fina.
Fina pun mengusap - usap jidatnya...sambil memajukan mulutnya,." Iya iya , Fina mah gak keluyuran kalo lagi bokek kak , ya udah oleh - oleh nya ya Kak !".
" Beneran mau oleh - oleh ?? Fina mengangguk, kok perasaannya gak enak ya , gampang sekali kakaknya itu mau memberi tanpa pamrih .
__ADS_1
" Nanti gue bawain tanah kuburan , atau tali pocongnya sekalian , biar elo bisa ngilang ".
" Hah...." Fina cengo..
Hahaha......puas sekali Fandi mengerjai adiknya itu.
" Kita mau ziarah ...Fina ". jelas Nicko...tak tega melihat muka Fina yang bingung.
" Ngomong kek dari tadi , punya kakak satu menyebalkan...tukar saja sama Kak Nicko , mau ya Kak jadi kakak aku !".
" Ogah , elo lebih menyebalkan dari pada Kakak elo Fin...belum kenal aja gue udah kena palak , apa kabar Fandi yang tiap hari tinggal sama elo !".
" Elo kena kibul adek gue Nick?"..Melihat Nicko mengangguk makin kencanglah tawa Fandi.
" Hebat lo Fin, ampe Buaya pun elo palak ". Fina hanya nyengir kuda.
" Ayo Fan , keburu malam ini!".
" Iya ayo ....ingat jaga rumah , awas kalo keluar, duit yang tadi gue ambil balik ". ancam Fandi, adek nya ini memang sedikit bandel , mungkin karena bergaulnya dan sahabat dekatnya cowok semua , jadi kemungkinan besar tertular kelakuan teman cowoknya itu....tapi masih dalam tahap wajar.
Tak lupa Nicko membeli bunga dulu sebelum ke makam. Sampai disana Nicko langsung bersimpuh di makam Shafea....tebaran bunga masih banyak di atasnya ,yang berarti makam itu belum lama dikunjungi.
Nicko terus mengucapkan kata maaf, air matanya kembali turun....penyesalannya begitu dalam, apalagi sang pujaan sudah tidak dapat ia lihat lagi di dunia ini .
Fandi menepuk bahu Nicko k, karena hari sudah mulai menjelang malam .
" Sudah Nick , kita pulang yuk....gue gak mau bermalam disini...dah mulai serem nih Nick ".
Nicko melihat ke sekelilingnya, memang sudah mulai sepi. Bulu kuduk Nicko pun mulai berdiri.
" Gue kok merinding ya Fan ".
" Sama Nick...hiyyyy ". ucap Fandi.
Dengan tergesa - gesa mereka berdua meninggalkan makam .
" Mas...mas ...!". panggil penjaga makam.
" Fan , elo denger gak... kayak ada yang manggil ya..???". Nicko mulai panik.
" Lari Nick...lari !". Fandi sudah terlebih dulu lari , disusul Nicko di belakangnya.
Penjaga makam heran melihat dua orang yang ia panggil malah lari tunggang langgang.
" Lah , dipanggil bukannya nengok...malah kabur...mereka kira aku dedemit apa....bocah sekarang gaya aja digedein , tapi penakut ". ucap penjaga makam menggelengkan kepalanya.
Dukung karya aku yang ke 6 ya...
semoga pada suka....tinggalkan like dan comment nya...
Makasih yang sudah mampir 🙏😘
__ADS_1
Mampir juga di karya othor yang lain ya ...caranya klik profil othor...muncul deh semua karya othor...ditunggu !.