Suami Warisan Kakak

Suami Warisan Kakak
51. Malangnya Risa


__ADS_3

" Maaf nona Risa , anda bisa keluar dari ruangan saya !". Ucap Abizar lagi , merasa wanita di depannya ini harus ditegasin .


" Tapi saya masih ingin di sini Pak , kepala saya agak pusing sedikit , oh ya saya lupa , anda dapat salam dari Pak Rudi, beliau juga minta maaf karena tidak bisa datang kemari ".


" Waalaikumsalam, saya terima maaf dari Pak Rudi , kalo anda merasa pusing lebih baik anda beristirahat di ruang kesehatan , biar sekalian di periksa sama dokter di sana!".


" Boleh Pak , bapak bisa antar saya ke sana !".


Fiuuhhh.....Abizar masih bisa menahan emosinya yang hampir meledak.


" Saya akan panggilkan Lisa, untuk mengantar anda ".


" Tidak usah Pak , kalo pak Abizar gak mau , gak usah di lempar ke orang lain , saya bisa sendiri ". kesal Risa , harus bagaimana lagi ia merayu Bos muda di depannya ini .


Risa berdiri sambil otaknya terus berfikir....lalu..


" Aduhhhhh.......". Risa jatuh terduduk , ia terus memijat kakinya yang terkilir. Ia tidak main - main , kaki nya benar - benar terkilir.


" Tolong saya Pak Abizar!". mohon Risa , yang melihat Abizar masih duduk manis di kursinya...ia hanya memandang Risa penuh tanya.


" Kaki saya terkilir Pak , saya tidak bohong ". Risa sudah mulai menitikkan air matanya.


Abizar bangun dari duduknya dan berjalan ke arah Risa , dalam hati Risa sudah bersorak penuh kemenangan , tak apa kakinya sakit yang penting Abizar akan menyentuhnya , dan ia sudah berencana akan memeluk Abizar.


Bayang - bayang ia bisa bergelayut mesra sambil memeluk Abizar buyar sudah , ketika Abizar malah melewatinya begitu saja.


Abizar berjalan sampai di pintu kemudian ia membuka pintu itu lebar- lebar. Risa gelisah , sepertinya Abizar akan meninggalkannya.


" Pak Abizar, saya di sini ".


Tanpa menghiraukan Risa , Abizar memanggil Lisa.


" Lisa ke ruangan ku sekarang ". panggil Abizar sedikit keras, Lisa masuk bersamaan dengan kedatangan Toni.


Tadi sebelum beranjak dari tempat duduknya, Abizar sempat memanggil Toni untuk ke ruangannya.


" Iya Pak , ada apa Pak ?". tanya Lisa.


" Pak....anda memanggil saya?". ucap Toni.


" Masuklah !! Kalian berdua bantu sekertaris Pak Rudi ini ke ruang kesehatan !". perintahnya Abizar.


Mendengar itu , Risa langsung sakit hatinya ....sampai segitunya Bos Muda ini , dalam keadaan ia kesakitan saja Abizar tidak mau menolongnya, atau lebih tepatnya tidak mau menyentuh dirinya, apa begitu sangat menjijikan nya dirinya di mata Abizar.


Kalo saja Risa berani bertanya tentang itu pada Abizar, tentu saja jawaban nya Iya , Abizar sangat jijik padanya.


Toni mengehela nafasnya , jika bukan karena di suruh Bos nya , ia sendiri juga malas meladeni wanita satu ini...dari awal pertama bertemu waktu meeting itu , Toni sudah tidak menyukai sifat Risa , yang terlalu genit , terus mencari perhatian Bos nya.

__ADS_1


Setelah mengantar Risa untuk di periksa, Toni kembali ke ruangan Abizar.


" Gimana Ton ?". tanya Abizar tanpa melihat ke arah Toni.


" Sepertinya Risa terkilir kakinya Pak ".


" Siapa yang nanya keadaan wanita itu Ton , maksud saya kamu sudah selesai mengurus wanita itu ".


" Loh bukan ya , kirain Bapak khawatir sama tuh cewek ".


" Najis amat Ton , buat kamu aja ".


" Kok saya sih Bos , saya gak nafsu sama cewek gatel kayak gitu, sana sini tebar pesona, berasa paling cantik sejagad raya ".


" Hahaha...apalagi Saya Ton , kamu kan tau di rumah ada bidadari yang selalu menunggu kepulanganku, kalo kamu kan jomblo Ton ".


" Tau , yang punya istri cantik , Bos memang beruntung ".


" Jangan memuji istriku Ton....nanti kamu ngiler pingin punya istri kayak Fia lagi ".


" Kalo bisa sih iya Bos , paket komplit istrinya Bos soalnya ".


" Oh ya Pak , si Risa belum mau pulang , dia mau istirahat dulu sebentar katanya ".


" Menyusahkan saja , kamu urus dia Ton !".


Sebelum pulang Abizar lebih dulu menengok Risa , bagaimanapun dia harus bertanggung jawab karena Risa jatuhnya di ruangan nya .


Abizar hanya merasa tidak enak saja pada Pak Rudi, sekertaris nya cidera saat berkunjung ke perusahaan nya, meski Abizar tau itu akal - akalan Risa saja.


Risa memang sengaja menjatuhkan dirinya sendiri, tapi siapa sangka jika ia sampai terkilir betulan.


" Anda belum pulang Nona Risa ?". Abizar sengaja memanggil Risa dengan sebutan Nona untuk memberi jarak dengan wanita itu.


" Bagaimana saya bisa pulang Pak , jalan saja saya susah ". ucapnya memelas.


Salah sendiri, emang enak sakit tuh kaki ...kamu kira aku akan menawari mengantar pulang dirimu ...gak usah mimpi....Abizar kini tau apa tujuan Risa tidak pulang , hingga menunggu dirinya datang menjenguknya.


" Terus anda mau menginap di sini ?".


Gak peka banget sih..aku maunya di antar kamu Pak Abizar.


" Ya tidak lah , saya ikut Pak Abizar saja ya , please Pak ".


Tiba - tiba Toni masuk , mengejutkan Abizar.


" Pak Abizar, saya pulang dulu !". ucap Toni , tadi dia sudah mencari Abizar di ruangannya, ternyata tidak ada , kata Lisa Abizar sedang menengok Risa , makanya ia menyusul Abizar ke sini.

__ADS_1


Kebetulan sekali...ucap Abizar dalam hati.


" Ton , kamu antar dulu Nona Risa pulang ya !".


" Tenang Ton , saya kasih bonus pokoknya ". bisik Abizar .


" Aku juga....". ucap Toni lirih.


" Pak, saya buang aja di jalan boleh tidak?". bisik Toni.


" Terserah kamu Ton , buat makan singa atau buaya juga gak apa - apa , saya ikhlas ".


Toni terkekeh..." Siap Bos !".


" Maaf Nona Risa , saya tidak bisa mengantar anda , mobil saya suka mogok kalo ada perempuan lain naik selain istri saya , Toni yang akan mewakili saya , oke Ton , saya pulang dulu ya !". Abizar menepuk bahu Toni.


" Pak...Pak Abizar, tunggu Pak , saya maunya sama Bapak ". Risa hendak mengejar Abizar, tapi apa daya ...kakinya tak bisa di ajak kompromi.


" Ayo Mbak Risa, mari saya antar !". Toni membantu Risa ke mobil nya. Risa terpaksa mau , dari pada ia harus menginap di perusahaan.


Sampai di rumah , kekesalan Abizar bertambah , ketika melihat ada mobil Elzard di sana.


" Assalamualaikum ".


" Waalaikumsalam ". jawab Elzard dan Fia bersamaan.


" Sudah pulang Mas ?".


" Iya sayang , ada tamu rupanya ". Sengaja ia memeluk Fia dan melabuhkan ciuman di kening Fia sedikit lebih lama dari biasanya.


" Iya Mas , Kak El membawa titipan dari Mami buat Fia ".


" Ohhh...ala kabar El ?". Abizar pun menyalami dan memeluk Elzard.


" Kabar baik Bi , kamu sendiri ". Elzard pun membalas pelukan Abizar.


" Kabar ku sangat baik , karena istriku sedang hamil, kamu akan mempunyai keponakan El....eh haruskah aku memanggilmu dengan sebutan kakak seperti Fia ?". Abizar sengaja mematahkan hati Elzard agar tak berharap lagi pada istrinya, meski dia kakak Fia , bukan berarti Elzard tidak bisa menikahi Fia , karena Elzard hanya saudara angkat bagi Fia.


" Tidak usah , lebih enak di dengar jika memanggil nama saja , dan selamat atas kehamilan istrimu , selamat ya Fi , semoga kalian sehat selalu , jaga Fia ya Bi !".


" Tentu , tanpa kamu suruh ".


" Kalo begitu aku pamit ya Fi , Bi ". Elzard meninggalkan rumah Papa Haris dengan sesak di dadanya , apakah benar sudah tertutup pintu baginya untuk mendapatkan Shafia , gadis impiannya.


Makasih yang sudah mampir 😘


Mampir juga di karya othor yang lain ya...di tunggu....

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan sesuatu buat othor....👍


__ADS_2