
Fia membuka surat dari Shofea , yang ia terima setelah empat puluh hari kematian Shofea.
*Teruntuk adek ku yang tersayang
Maafin Kakak ya Fia , Mungkin selama ini kamu berfikir kalo kakak telah merebut kasih sayang Mama dan Papa.
Padahal engga seperti itu kenyataannya Fi , Mama dan Papa takut aku minder , kamu tau sendiri kan dari kecil kamu sudah mencuri perhatian.
Makanya aku belajar dengan keras supaya aku punya hal yang bisa aku banggakan. Dan ternyata aku berhasil. Aku selalu mendapat nilai tertinggi di sekolahku.
Tapi semua itu tak membuatku bahagia Fi , apalagi ketika melihat Mama dan Papa memarahi kamu , aku ikut sakit karena aku juga gak bisa berbuat apa - apa.
Ada rahasia yang selama ini aku sembunyikan dari kamu. Secara tidak sengaja aku pernah mendengar Papa dan Mama bilang kalo kita bukan saudara kandung. Ternyata itu juga yang menjadi alasan mereka tidak terlalu menyukaimu.
Aku tidak tau ada masalah apa antara orang tuaku dengan orang tua kandung kamu .kamu bisa tanyakan sendiri pada mereka, kakak hanya bisa memberi tau kamu sedikit.
Oh ya sekarang tentang Abizar, pria itu rupanya diam - diam mencintaimu Fia , aku sering melihat dia memperhatikan mu , jika kamu berkunjung ke rumah utama.
Dia pria baik , makanya aku mau dia jadi suami kamu , agar bisa melindungi mu Fi.
Tenang saja dia masih perjaka , tidak pernah sekalipun Abizar menyentuhku, tidur sepanjang pun tak pernah.
Aku yang salah yang menariknya dalam masalah yang aku alami , Abizar tak tau apa - apa....saat itu kakak panik , melihat pembawaan Abizar yang begitu santun ,tanpa pikir panjang , Kakak langsung menuduh Abizar yang menghamili ku, karena itu Papa dan Mama sampai mengancam Abizar kalo dia tidak mau bertanggung jawab.
Dengan kekuasaan Papa , Abizar pun tak berdaya...karena itu kakak mau kamu juga bisa bahagia bersama Abizar, agar Kakak bisa menebus kesalahan kakak pada kalian.
Kakak dijebak, Fia...sampai akhirnya kakak hamil diluar nikah...dan lebih parahnya lagi teman - teman aku yang melakukan semua itu.
Ternyata mereka tidak tulus berteman denganku. Aku juga tidak tau apa salahku pada mereka , sehingga mereka tega melakukan ini semua.
Nicholas, pria itulah ayah kandung Mika , putriku...ingat nama dia ya Fi , aku gak rela kalo sampai ia mengambil Mika dari keluarga kita.
Pertahankan Mika apapun yang terjadi, aku hanya memberi tau tentang Nicholas padamu.
Jangan membenci kakak , dan jangan juga membenci Papa dan Mama...mereka sebenarnya sayang padamu Fia , apalagi sekarang mereka sudah kehilangan diriku, jangan pernah tinggalkan mereka Fi.
Sayangi orang tuaku seperti orang tua kandungmu sendiri.
Kakak banyak permintaan ya Fi....Kakak harap kamu bisa mengabulkannya*...
**Sampaikan permintaan maafku buat Abizar. Sampaikan juga peluk cium kakak buat si cantik Mika....
__ADS_1
Yang Menyangimu Shofea**..
Fia menangis setelah membaca surat dari Fea..
" Aku juga menyayangi mu , Kak ...aku tak pernah membencimu, kamu kakak terbaik buat aku Kak".
Memang Fea selalu membantu Fia tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya, bahkan tempat kerja Fia, Fea lah yang merekomendasikannya...dan Fia tau itu.
Dan saat sekolah pun Fea selalu memberi uang padanya, dan itu jumlahnya tidak sedikit....makanya Fia suka berbagi pada orang lain , ia ingin kakaknya pun mendapat pahala karena uangnya dipakai untuk kebaikan.
" Aku akan cari tau pria itu Kak, kalo bisa akupun akan memberikan pelajaran padanya , enak saja berani berbuat tapi tak mau bertanggung jawab ".
Tok...Tok...Tok.....
" Fia !".
Fia buru - buru menghapus air matanya..." Masuk Bang !".
Ceklek...
" Kamu sudah baca surat dari Bu Fea ?". tanya Abizar.
" Bu Fea ??? Fea tentu saja heran kenapa Abizar memanggil nama mantan istrinya dengan sebutan Bu , persis seperti bawahan pada atasannya.
" Tapi kan itu waktu di kantor, lah kemaren kan sudah menjadi suami istri... masak manggilnya masih Bu ".
" Sekarang enggak Bu lagi , tapi kakak ipar ". Abizar mengedipkan matanya.
" Apaan sih Bang , gak jelas deh ".
Abizar merapatkan duduknya lebih dekat ke Fia . Hembusan nafasnya pun dapat Fia rasakan. " Fia , sudah hampir dua bulan kita menikah , eemm bolehkah malam ini Abang meminta hak Abang ?".
Fia gelagapan mendengar pertanyaan Abizar , padahal itu wajar bagi pasangan yang sudah berumah tangga , apalagi Abizar lelaki normal, sekarang atau nanti , pasti ia akan meminta hak nya.
" Maafin Fia ya Mas , terlalu lama tidak memberikan hak Abang ". Fia kini yakin tentang cinta Abizar , apalagi tadi dia sudah membaca surat dari kakaknya , Fea....kalo dia adalah wanita pertama yang disentuh Abizar.
" Jadi...malam ini boleh ?". Fia mengangguk, ia juga takut dosa jika tak memberikan hak pada suaminya itu.
" Yes!". ucap Abizar tanpa sadar , sebenarnya ia ingin melompat , tentu saja ia malu , jaga imej lah biar gak kelihatan bahwa ia sangat menginginkan hal itu.
" Aku lihat Mika dulu sebentar ya Bang ".
__ADS_1
" Baiklah , jangan lama - lama , Abang tunggu disini !".
Fia sebenarnya sedang meredam kegugupannya, dengan pura - pura ingin melihat Mika , padahal ia tau , Mika sudah tidur dari tadi , karena ini sudah cukup malam.
Fia kembali masuk ke kamar , setelah hatinya cukup tenang.
Melihat Fia, Abizar langsung menepuk kasur agar Fia kembali duduk di sampingnya.
" Kemari sayang !". Mulai keluarlah rayuan dari mulut Abizar, ia bertekad tak boleh gagal malam ini ...mumpung Fia sudah memberinya lampu hijau.
Perlahan Fia duduk di samping Abizar, tidak dapat ia pungkiri, jantungnya kini berdetak dengan kencang, seperti mau lepas.
" Abang lepas hijabnya ya !". Fia mengangguk .
Jantung Abizar tak kalah kencang bunyinya seperti jantung Fia...ini pertama kalinya buat mereka , tentu saja jantung keduanya sama - sama berdetak kencang.
Dengan gerakan Slow motion, Abizar melepas hijab Fia , lalu membuangnya asal.
" Boleh Abang mulai ?". tanyanya lagi.
" Ihhh...Abang jangan nanya mulu , Fia malu...lakukan saja yang Abang mau , Fia milik Abang mulai malam ini ".
Abizar terkekeh..." Aku kira harus ijin dulu ".
" Kalo begitu Abang gak akan banyak bertanya lagi , tapi banyak bekerja...ngerjain kamu ".
Abizar mulai mencondongkan mukanya ke wajah Fia , kedua tangannya menangkup wajah Fia, Abizar mulai mencium dari ubun - ubun Fia tak lupa ia pun selipkan doa, lalu mencium kening , mencium kedua mata Fia , beralih ke hidung lalu kedua pipi Fia pun tak luput mendapat kecupan dari bibir Abizar , terakhir ia pun memiringkan kepalanya , bibir nya pun sudah menyentuh bibir Fia.
Ciuman biasa kini menjadi ciuman panas sampai Fia pun hampir kehabisan nafas.
" Bernafas sayang....balas ciuman Abang , kita jadikan malam ini malam bersejarah bagi kita ...aku akan membuat kamu tak gadis lagi !".
Lanjut besok ya Bang Abizar....othor ngantuk berat , kurang istirahat habis siangnya di traktir temen yang ulang tahun makan - makan....mana mungkin othor tolak....rezeki emak - emak sholehah..😀
Yahhhhh thor , lanjut apa...dah nanggung nih, masak nunggu besok....auto junior Abang ngambek nih kalo ditunda lagi malam pertamanya.
Terserah...kalo mau nulis sendiri sono...😤
Jangan Ngambek dong....iya deh besok...sabar ..sabar....😭
Dukung terus karya othor ya....
__ADS_1
Makasih sudah mampir....
Like , Vote dan comment ya .....👍