Suami Warisan Kakak

Suami Warisan Kakak
38. Abizar Ngambek


__ADS_3

Raut wajah Abizar masih belum berubah sejak Fia tadi berbicara bersama dengan Papa Haris dan Mama Elma.


" Mas kenapa ?". Fia duduk di samping Abizar lalu bergelayut di lengan suaminya. satu jari tangannya menggambar absurd di dada Abizar.


Abizar memejamkan mata , menahan hasrat yang sudah terpancing akibat ulah Shafia. Tapi ia masih marah ....gak asik kalo langsung menerkam istri nakalnya itu.


" Mas marah sama Fia ya ?".


" Engga mau jawab ya....ya sudah Fia tidur di kamar Mika aja deh ". Shafia beranjak dari duduknya , tapi tangannya di cekal lalu di tarik oleh Abizar , hingga Shafia kini terduduk di atas pangkuan Abizar.


Enak saja mau pergi tanpa tanggung jawab, kenapa membujukku nya hanya sebentar saja sih....gerutu Abizar dalam hati..


Tangan Abizar melingkar di perut Shafia ." Kamu mau kemana hem ?".


" Mau ke kamar Mika Lah, habis Mas nya masih ngambek sih ".


" Kamu kurang gigih bujuk aku nya Fi !". Fia terkekeh, terkadang pria sedewasa Abizar pun akan menjadi seperti anak - anak akibat cemburu.


" Terus harus gimana bujuknya ". Fia kini beralih duduknya menghadap ke Abizar, tapi masih dalam pangkuan suaminya.


Lalu dengan berani Fia mencium bibir Abizar dan cukup lama bermain di sana , Abizar tak menyia- nyiakan kesempatan ini, apalagi kali ini istrinya yang begitu agresif memulainya...Abizar perlahan menahan tengkuk Fia.


Tapi tiba - tiba Shafia melepas pagutannya. Fia menyatukan keningnya ke Abizar, mereka berdua masih sama - sama terengah karena kehabisan nafas.


" Apa begini cara membujuk Mas ku agar tidak ngambek lagi ?". Fia tersenyum miring, rupanya caranya itu ampuh ...buktinya muka Abizar sudah tak sejutek tadi.


Abizar mengangguk, " Tapi masih kurang sayang , Mas mau lebih dari ini ".


" Itu bukan ngambek namanya , memang Mas nya yang kelewat mesyum, maunya begituan terus, kenapa tadi marah , Fia punya salah sama Mas ?".


" Kamu gak merasa salah gitu sama Mas ?". Fia menggeleng, ia tidak tau ...makanya bertanya...apa ada omongannya yang tidak sengaja menyakiti suaminya.


" Kamu masih mengingat dua lelaki teman kakak kamu itu Fi !". Fia terkekeh, segitunya suaminya ini , hanya menyebut nama Fandi dan Nicko saja sudah cemburu.


" Mas , kan Mas dengar sendiri ,tadi itu kan cuma nyebutin nama mereka karena sedang ngobrolin tentang Mika ".


" Iya Mas tau , tapi Mas gak rela aja kamu menyebut nama mereka dengan begitu mesra ".


" Mesra dari mananya sih , Mas ini mengada- ada saja ".


" Mesra itu yang begini .....Massssssss". ucap Fia sensual di telinga Abizar.


" Kamu mau menggoda Mas ya ?".


" Gak...gak usah di goda aja Mas minta jatah terus , apalagi kalo Fia goda, auto gak keluar kamar aku nya ".

__ADS_1


" Hahaha....". kali ini Abizar yang tertawa.


" Kamu benar sayang....dekat Kamu , Mas seperti terkena aliran listrik tegangan tinggi ".


" Mas kira, aku sutet apa..".


" Untung ya Mas , tadi Papa dan Mama tidak marah , respon mereka malah bagus , aku sudah takut tadi , ternyata tidak seperti yang aku takutkan ".


" Kamu mau hubungi Mami sekarang ?".


" Iya Mas , Mami pasti senang mendengar kabar ini ".


Fia pun mengambil ponselnya , masih dalam pangkuan Abizar , ia lalu menelpon Mami Zia.


" *Assalamualaikum Mami "


" Waalaikumsalam sayang , gimana kabar kamu, Mami sudah kangen sama kamu ".


" Kabar Fia baik, sama Mi , Fia juga kangen sama Mami dan Papi , kapan Mami dan Papi mau balik ke indo ".


" Apa kamu sudah bicara pada kedua orang tua kamu Fi ".


" Sudah Mi , dan Alhamdulillah mereka tidak marah pada Fia , bahkan mereka menunggu kedatangan Mami dan Papi ".


" Benarkah sayang , syukurlah....Mami akan segera pulang kalo begitu ".


" Kamu kenapa Fi , gak apa - apa kan ?". Mami Zia jadi panik.


" Gak apa - apa Mi , tadi ada kecoa gigit ...sudah dulu ya Mi , salam buat Papi Zef ....Assalamualaikum ".


" Iya sayang nanti Mami sampein ke Papi....Waalaikumsalam* ".


Fia buru - buru menutup telponnya. Matanya melotot ke arah suaminya. Memang tadi Abizar usil , ketika ia sedang menelpon Mami Zia, Abizar malah menggigit telinganya, dan tidak itu saja Abizar pun mengendus tengkuknya , tangannya juga ikut beraksi meremas milik Fia.


Fia sendiri sudah menggigit bibirnya agar tidak bersuara , ia sampai memejamkan matanya tadi , tapi suara itu akhirnya lolos juga.


" Mas ih , iseng banget sih , gak enak tau , tadi Mami sampai denger gitu ".omel Fia , bibirnya mengerucut.


" Kamu bilang tadi kecoa yang gigit kamu ".


" Memang kecoa , kecoa kepala hitam ".


Abizar terkekeh " Tapi tadi kamu menikmatinya sayang ".


Fia tentu saja malu , memang tidak salah tebakan Abizar, ia memang menikmati sentuhan suaminya itu , tapi waktunya yang tidak tepat.

__ADS_1


" Mas ihhh ".


" Kenapa mesti malu sayang.....ayo kita lanjutkan , biar gak nanggung ".


Abizar tersenyum puas....malam ini ia akan kembali bekerja keras untuk membuat sang istri segera hamil....


Di lain tempat Nicko sedang berada di rumah Fandi.


" Elo lagi , elo lagi Nick , Mama gue bisa curiga kalo elo yang ngapelin gue mulu...".


" Ck...gue masih normal , masih suka wanita ...masak pisang ketemu pisang ".


" Terus ngapain kesini, gue lebih baik tidur dari pada harus nemenin elo curhat ".


" Eh ada Kak bule ganteng datang , nih Fina bawain minum sama cemilan...". Fina datang membawa minuman setelah disuruh oleh Mamanya.


Tadi itu Fina sempat kesal , katanya ..kenapa harus Fina sih yang bawain , kan tamunya kak Fandi .


Mama terus memaksa, karena melihat Bibi sedang repot. Kalo Fina tau yang datang adalah Nicko, pasti tanpa di suruh , ia akan dengan senang hati membawakannya...bahkan ia jugalah yang akan membuatkan minuman itu dengan penuh cinta.


" Mau ngapelin Fina ya Kak bule ?". mata Fina mengerling genit pada Nicko.


Nicko terkekeh melihat kelakuan adik nya Fandi itu. " Adek lo Fan.....". Nicko menggelengkan kepalanya, bocil di depannya memang sedikit centil.


" Masuk sana !". perintah Fandi.


" Nanti Kak...masih kangen nih sama kakak bule ".


" Finaaaaa ...".


" Ih Kak Fandi gak asik.. kan lumayan bisa lihat bule ganteng gak perlu jauh - jauh ke luar negeri ". ucap Fina belum juga beranjak dari sana.


" Kakak hitung sampai tiga.....satu...dua.....ti...".


" Iya iya , nih aku masuk , Kak Nicko Fina masuk dulu ya , jangan rindu ya..kalo rindu VC aja , pasti Fina langsung angkat telepon kak Nicko ". pamit Fina.


" Lama nih bocah , kamu pamitan kaya mau ke medan perang aja....". gerutu Fandi.


" Diminum kak , cemilannya jangan lupa dicicipi...bye...bye ". Fina melambaikan tangan dan juga kiss bye.


Fandi makin kesal dengan kelakukan adiknya , Nicko sendiri masih tergelak , interaksi dua kakak adik ini menurutnya lucu dan manis , menjadi hiburan tersendiri baginya...mengingat dia hanyalah anak tunggal ....sepi rasanya tak punya saudara kandung yang bisa ia ajak berdebat layaknya Fandi dan adiknya....dan ia iri akan hal itu.


Makasih sudah mampir


Dukung terus ya ...

__ADS_1


Mampir juga di karya othor yang lain ...ditunggu....


__ADS_2