
Seminggu sudah kepergian Shofea, selama itu pula Abizar dan Shafia tidur di rumah Utama. Hari ini Shafia meminta ijin untuk ke tempat kerjanya.
" Kamu rapi sekali ,mau kemana Fia?". tanya Mama Elma , ucapnya sedikit lembut ke Fia , tidak seperti dulu lagi .
" Ke kantor Ma ". jawab Fia, ia senang karena selama seminggu ini Papa Haris dan Mama Elma terlihat lebih sayang padanya , entah karena sudah kehilangan Shofea ataupun memang karena sudah menyadari keberadaannya, Shafia tak perduli tentang itu...bisa dikatakan ia memang haus kasih sayang Papa Mamanya itu.
" Kamu akan bekerja lagi , terus kamu mau tinggalin Mika ?". Sepertinya Mama Elma salah paham , suaranya mulai naik satu oktaf .
Papa Haris mengusap tangan Mama Elma , memberi tanda agar jangan terlalu emosi, dan mendengarkan dulu penjelasan Shafia, mengingat dua hari setelah kepergian Fea , Mama Elma drop...sampai harus dirawat di rumah sakit.
" Ma....ingat , tarik nafas...sekarang duduklah , dengarkan penjelasan Fia , Papa gak mau Mama sakit lagi ". Mama Elma menurut , ia pun menarik nafas dan mengelus dadanya , hampir saja ia emosinya meledak.
" Fia hanya mau memberikan surat resign Ma , Gak lama kok , Baby Mika juga akan aku ajak , pulangnya sekalian membeli keperluan Mika yang habis , boleh ya Ma ".
" Kenapa gak kamu titipkan ke teman kamu aja surat itu ?".
" Gak enak Ma , Fia masuk disana diterima dengan baik oleh pimpinan kantor itu , sekalian juga Fia mau pamitan ke mereka , takut selama bejerja disana Fia punya banyak salah , jadi sekalian mau minta maaf juga ".
" Gimana Pa , Papa mau mengijinkan Fia tidak, Kalo Mama sih terserah Papa ?".
" Biarkan Fia ke kantornya Ma , Mika juga biar diajak , kasihan gak pernah diajak keluar, kalo perlu Mama juga sekalian ikut , lan pulangnya mau mampir belanja , supaya pikiran Mama lebih fresh , gak kepikiran Fea terus ".
" Iya Ma , Fia senang kalo Mama juga mau ikut ". Ini kesempatan untuk lebih dekat dengan sang Mama , usul Papa Haris boleh juga pikir Fia.
" Maaa ". panggil Papa Haris lagi , terlihat Mama Elma tengah berfikir , mempertimbangkan usul suaminya.
" Baiklah ,lalu dimana Mika Fi?".
" Sedang dirapikan sama Mbak Uti ,tadi sudah Fia mandikan, sekarang tinggal ganti baju , mungkin sebentar lagi dibawa kesini ".
" Tuh kan benar kata Fia, sini sayang sama Mommy ". Fia mengambil Mika dari tangan Baby sitternya .
" Kamu makan dulu saja Mbak, nanti ikut saya ke kantor sekalian juga mau belanja !".
Mama Elma sungguh malu pada dirinya sendiri , melihat Shafia begitu sayang pada cucunya , padahal Mika bukan anak kandung Fia , tapi Fia menyayanginya dengan tulus , bahkan ia rela menunda sarapannya demi Mika, tidak sepertinya dulu yang selalu berlaku tak adil pada Shafia.
Ketakutan terbesarnya adalah , jika Shafia membalas dendam kepadanya melalui Mika , tapi ternyata tak terbukti , Shafia mempunyai hati yang lembut , bahkan Shafia dengan mudah memaafkan perlakuannya selama ini padanya.
" Sayang... aku sudah selesai, berikan Mika padaku , kamu lanjutkan sarapanmu !". Mika diambil alih oleh Abizar.
Shafia rasanya ingin menenggelamkan dirinya ke kolam , ada apa dengan suaminya ini..pake manggil sayang , di depan kedua orang tuanya lagi. Tak biasanya Abizar memanggilnya seperti itu.
Mama Elma malah tersenyum , melihat Fia salah tingkah...ia melihat ada cinta di mata Abizar untuk Fia. Ia baru menyadari baru kali ini Abizar bersuara tanpa harus diminta , bahkan waktu menjadi suami Shafea, Abizar tidak pernah tersenyum bahagia seperti yang ia lihat hari ini.
__ADS_1
Melihat tadi Shafia melayani Abizar saat mau makan , ia kembali teringat , putrinya tidak pernah melakukan hal itu .Jangankan melayani , saling menunjukan kasih sayang di depannya pun tidak , mereka lebih terlihat seperti orang asing yang tidak pernah saling mengenal.
" Pelan - pelan makanya sayang , nih jadi belepotan ". Abizar makin menunjukkan sikap manisnya , dengan mengelap sisa makanan yang tertinggal di bibir Fia.
Kali ini Fia ingin menjedotkan kepala Abizar ke dinding agar otaknya kembali normal seperti semula.
" Fia bisa sendiri Bang ".
" Kan kamu gak lihat sayang ". ucap Abizar lagi. ia tak perduli kedua mertuanya itu memandanginya sedari tadi ....ini misinya untuk menaklukan hati Shafea .
" Kalian ini , bikin Mama jadi iri saja ....lihat Pa , seperti itu kalo memperlakukan istri ".
" Papa dulu juga begitu , apa Mama lupa ?".
" Dulu ya dulu , sekarang ya sekarang...jangan berubah dong Pa ".
" Sekarang kan sudah tua Ma , sudah punya cucu lagi , kalo masih begituan malu lah Papa , tapi jangan kuatir, cinta Papa ke Mama tidak akan berubah , I love you forever Ma ". Papa Haris sampai mengangkat tangannya dengan jari telunjuk dan ibu jari menyilang , seperti pernyataan cinta orang korea yang lagi booming sekarang ini.
" Ihhh Papa so sweet sekali ". Fia sampai bertepuk tangan.
" Gayanya ..sok kaya opa - opa korea...padahal sudah jadi Opa beneran ya Mika ya....". Mama Elma tergelak , ia mengajak bicara Mika , dan sepertinya bayi itu menanggapi dengan mengeluarkan tawa lucunya.
" Mika rupanya mentertawakan Papa...".
" Kita berangkat sekarang sayang ". Abizar memang minta ditabok nih...
" Se..sebentar, Mama belum ganti baju, iya kan Ma ?".
" Kamu berangkat saja dulu Bi , handle pekerjaan Papa , Mama sama Fia biar sama Papa , Papa juga mau ikutan refresing , bolehkan hari ini Papa libur Bi ?".
" Boleh Pa ". Padahal aku ingin menunjukan ke teman- teman Fia , kalo aku suaminya....apa boleh buat ,terpaksa deh aku relain Papa mertua yang mengantar My Honey.
Sampai di kantor , Fia disambut Tania yang sudah standby di depan , karena sebelumnya Fia sudah memberitahukan kehadirannya pada Tania.
" Fia, aku kangen banget sama elo Fi ". Tania langsung memeluk sahabatnya itu.
" Sama gue juga kangen sama elo Tan ".
" Eh , ada Tante dan Om , apa kabarnya....dan ini pasti si cantik Mika ". setelah menyapa Papa Haris dan Mama Elma , Tania beralih ke Mika , ia mencubit gemas pipi bayi itu.
" Ma , Pa ...Fia ke atas dulu mau ketemu sama Pak Faruk buat pamitan ".
" Ayo Papa temani , Mama di sini saja ya , Tania kamu temani istri saya ya ! ".
__ADS_1
" Siap Om..".
Shafia mengetuk pintu Pimpinannya , setelah meminta ijin pada Mita, sekertaris pak Faruk.
" Masuk !".
" Fia kamu....loh Pak Haris, anda ....wah ada apa ini pagi - pagi saya sudah kedatangan tamu istimewa ".
" Pak Faruk bisa saja , anda juga orang hebat dan masih muda lagi , apalah saya yang sudah tua ini ".
" Mari silahkan duduk Pak Haris , Fia !".
" Terima kasih Pak ". ucap Fia.
" Begini Pak Faruk , saya kesini untuk mengantar putri saya , Fia ...berpamitan pada anda ".
" Fia ini putri anda Pak Haris , pantas saja orangnya pekerja keras, ternyata menurun dari anda , kenapa mau berhenti Fi ?".
" Saya mau fokus mengurus putri saya Pak ".
" Kamu sudah menikah Fi , kamu jahat Fi , bahkan kamu pun tega tak mengabari saya dan teman sekantor kamu ".
" Eh iya , maafkan saya Pak ".
" Kemaren kami baru kehilangan putri kami , kakaknya Fia ,jadi nanti kami baru akan mengadakan pesta resepsinya, dan saya pastikan Pak Faruk akan mendapatkan undangannya , jangan kuatir..".
" Maafkan saya Pak Haris , saya ikut berduka cita ".
" Pa ". Fia takut Papanya sedih lagi.
" Papa tidak apa - apa Fia , terima kasih atas bela sungkawanya Pak Faruk "
" Apa sudah selesai Fi ?".
" Sudah Pa ... Pak Faruk , saya mohon maaf ya jika selama bekerja disini saya banyak melakukan kesalahan ".
" Its oke Fi , kerjaan kamu selama ini bagus kok , saya yang gak rela malahan kalo kamu keluar dari sini , Saya akan kehilangan pekerja yang rajin seperti kamu ,dan pastinya saya pasti akan di demo sama karyawan laki - laki , karena saya membiarkan idola mereka resign hari ini ". kelakar Pak Faruk.
Aku juga Fia...ternyata aku terlambat menyatakan cinta padamu , sekarang jalanku sudah tertutup , kamu sudah jadi milik orang lain...semoga kamu selalu bahagia Fia...
Shafia dan Pak Haris pun berpamitan , Pak Faruk melepas karyawan tercantiknya dengan berat hati.
Like , vote dan comment....jangan lupa hadiahnya juga ya....
__ADS_1
Mari dukung othor , biar semangat selalu membuat karya....Maacih 🙏🙏🙏