Suamiku Selingkuh, Aku Main Cantik

Suamiku Selingkuh, Aku Main Cantik
Part 11


__ADS_3

Sayang, maafkan Mama. Mama harus membiasakan kamu tanpa Papa agar kamu tidak terlalu terpukul pada akhirnya. Disini masih ada Mama yang akan. Membesarkan mu sendiri tanpa adanya sosok seorang ayah yang mendampingimu.


Walau suatu saat nanti jika Thea sudah besar dan akan menikah ia butuh sosok wali yaitu ayahnya sendiri. Namun itu masih lama dan aku tidak akan perna memutuskan hubungan antara ayah dan anak. Mereka masih bisa bertemu walau tidak setiap hari akan bertemu.


Merasa bosan duduk sendirian di ruang tamu, akhirnya aku pergi ke kamar dan pastinya ada Mas Rafi yang sibuk dengan ponselnya. Yang pastinya sibuk dengan wanita simpanannya.


"Mas," panggilku sambil menepuk bahunya.


"Apa?" Ucap Mas Rafi, buru-buru memasukkan gawai nya ke dalam sakunya.


Takut ke tauan ya Mas, tapi sayangnya kau telat. Aku sudah tau semuanya kali. Kau aja yang terlalu bodoh. Entah karna lupa atau gimana. Siapa sebenarnya Maysa ini.


"Ke restoran yang di jalan cekudu yuk," ajak ku pada Mas Rafi untuk pergi ke restoran kami yang ada di jalan cekudu.


"Ngapain?"


"Makan bakso, aku kangen sama bakso kita, yuk!" Ajak ku antusias.


"Iya iya, Thea jangan lupa di ajak," jawabnya.


Yey! Aku langsung mengganti pakaianku yang semula hanya daster menjadi sebuah dress warna merah ngejreng tak lupa sepatu heels. Aku pun menata rambutku rapi serta memakai soflents dan anting-anting yang panjang, aku juga memakai make up tipis yang pastinya merubah wajahku menjadi cantik eh maksudku lebih cantik.


"Wishh, cantik May," puji Mas Rafi padaku.


Hadu, baru tau apa gimana sihh, kalau istrinya ini memang cantik sejak lahir. Mata kau saja yang tertutup kecantikan Raina. Walau kataku sihh, Raina tidak terlalu cantik dan tidak terlalu aduhai.


Ya sudahlah percuma aku ngedumel kalau orang yang dikedumeli nggak denger yang ada aku sendiri nantinya yang lelah.

__ADS_1


"Iya dong, udah ah ayok!"


''Mana Thea," Tanya Mas Rafi.


"Thea?" Aku menepuk dahi ku lupa, Thea belum aku gantikan baju.


Dengan cepat aku berlari ke kamar Thea, terlihat Thea sedang sibuk menggambar walau aku tak yakin dia sedang menggambar.


"Ayo Thea ikut Mama sama Papa," ajak ku.


"Kemana, Ma?" Tanya Thea.


"Ke restoran kita, emangnya kamu ngga mau makan bakso?"tanyaku padanya.


"Mauuu!"


"Yaudah ayo ganti baju,"


"Let's go sayang!" Aku menggandeng tangan Thea keluar dari dalan kamarnya menuju garasi mobil karena aku yakin Mas Rafi menunggu di sana.


Benar saja, Mas Rafi sudah stay di dalam mobil. Namun tiba-tiba otak cerdik ku muncul.


Aha!


"Mas kita naik taksi aja yuk," ajak ku pada Mas Rafi yang di tanggapi tatapan aneh.


"Kita punya mobil, ngapain pake taksi,"

__ADS_1


"Aku pengen naik taksi, sekali-kali Mas!"ucapku keluh.


"Itung-itung, mengingat masa-masa dimana kita berjuang mencapai semua ini!"


Mas Rafi Menghela napas panjang," yaudah oke,"


Yes!


Mantap!


Aku, Mas Ragi dan Thea harus berjalan dulu sampai ujung Kompleks untuk bisa menemukan taksi yang berlalu di ujung jalan raya.


Ini kesempatan bagus!


Itu artinya aku akan melewati rumah si pelakor alis sundel bolong itu, aku memeluk lengan tangan suamiku ketika hampir melewati rumah si sundel bolong itu.


"Tumben kamu manja gini," ucap Mas Rafi padaku.


Perasaan aku sering Deh, manja kayak gini. Kamu nya aja yang nggak perna serius kalau diajak seperti ini. Membuatku malas kalau terus-terus bermanja dengan mu Mas,


Aku tersenyum," Sekali-kali,"


"Hai Mbak Raina," sapa ku pada Raina yang sedang menjemur pakaian di depan rumahnya.


"Eh Mbak May, mu kemana Mbak?"tanya Raina sambil berjalan menghampiri kami sehingga langkah kami langsung berhenti.


Oha no! Baju yang di pakai oleh Raina sangat minim, kalau begini suamiku nanti belok!

__ADS_1


Awas kau ya Mas, kalau sampai kau belok ke rumah sundel itu. Ku buat sate adekmu biar tau rasa.


"Ini loh Mbak, kita mau cek restoran di jalan cekudu;" jawabku sambil terus memeluk lengan tangan Mas Rafi di hadapannya.


__ADS_2