
"Mbak May... Mbak may..."
"Tok... tok ... tokk ..." Terdengar suara ketukan pintu dan orang-orang memanggil namaku di luar rumah.
Aku bangkit dari tempat duduk melangkah menuju pintu depan.
Clekkk....
Pintu terbuka, nampak beberapa ibu-ibu di depan rumah.
"Ada apa Bu...?" tanya ku bingung.
"Mbak May... Mbak May harus tau.." jawab Mbak Muna.
"Tau apa, Mbak?" tanya ku semangkin bingung. Melihat wajah para ibu-ibu di depanku dengan wajah yang tidak bisa di artikan.
"Mbak May harus tau..." ucap Mbak Muna lagi.
Bingung aku lihat ibu-ibu ini.
Mereka aja tidak bilang mana aku tau.
Aku kan wanita baik-baik....
Mana tau hal-hal heboh hari ini.
Hahahaha....
Aku di buat semangkin bingung " tau apa sihh, Bu?"
"Kalau ibu-ibu tidak ada yang bilang, mana mungkin saya tau."
"Iya Mbak, Tapi Mbak May jangan kaget dan marah ya!" pinta Mbak Muna.
"Iya. Ya udah, katakan. Apa yang ingin ibu-ibu katakan!" ucap ku tegas.
Jujur aja aku sedikit penasaran. Apa lagi secara ramai-ramai ibu-ibu pada ke rumah dengan wajah penuh tanda tanya semua.
"Itu Mbak, kami mau bilang. Saat ini suami Mbak May sedang di tarap oleh warga-warga kompleks." ucap Mbak Rima lirih.
"Ada masalah apa ya Bu." ucap ku malas, aku masih bisa menampakan wajah pura kaget.
Padahal dalam hati
Inikah yang dinamakan karma??
__ADS_1
Secepat itukah karma itu datang.
"Suami Mbak May ketahuan selingkuh. Lihat ini Mbak." Mbak Murti memperlihatkan handphone nya kepadaku.
Aku menerimanya, melihatnya dengan seksama. Aku tersenyum melihat Vidio yang sedang viral tersebut.
Nampak mantan suamiku dan Raina di depan rumah ku berpelukan mesra merangkul pinggang nya membawanya masuk ke dalam rumah
Bukankah ini hasil rekaman orang suruhan ku.
Kenapa bisa tersebar??
Jawabannya adalah....
"Mbak May yang sabar ya," ucap Mbak Muna.
Aku terdiam, namun hatiku tertawa bahagia saat ini.
"Mbak May... kalau ingin melihat suami Mbak dan selingkuhannya, mari Mbak saya antar."
"Iya Bu..."
*****
"Aww .... sakit Bu..."lirih wanita tersebut tertunduk lesuh dilantai dengan berlinang air mata.
"Ini bukan salah saya. Jangan terus menghakimi saya" rintih nya lagi.
"Usir dia dari kompleks ini, kita tidak menerima orang seperti dia." ucap salah satu wanita di serbang sana.
Aku sampai di tempat kejadian sungguh terkejut. Bertapa malangnya wanita berserta laki-laki tersebut. Di hakim warga kompleks. Dia dia di siram dengan air got, di pukul, di tendang secara masal.
Ya dia adalah Raina, si sundel yang berhasil merebut suamiku. Eh, maksud ku mantan suami ku beberapa jam yang lalu, mereka terkenak karmanya.
Aku hanya bisa menyaksikan mereka yang terus terdesak oleh warga komplek.
Mereka terus membelah dirinya. Mengatakan semua ini bukan salahnya dan di lemparkan kepadaku.
Aku hanya diam, karna ku yakin orang-orang kompleks tidak akan percaya dengan perkataan nya. Apa lagi bukti tadi sudah nyata dan tidak bisa diragukan lagi kebenarannya.
"Dasar wanita pel***r, tidak tau diri. Berani-beraninya kamu nyalahin Maysa. Jelas-jelas kamu yang salah. Apa bukti tadi kurang jelas, hah."
"Selama ini aku lihat Mbak May, selalu baik denganmu. Bahkan aku perna berpapasan dengannya, membawa rantang makanan untukmu. Sekarang kamu nyalahin dia." Sanggah Bu Murti.
"Aku tidak salah, ini semua fitnah. Aku tidak terima dengan semua ini" Raina bangkit dengan tubuh penuh akan lumpur Bau got. Berjalan ke arah ku.
__ADS_1
Riana hendak menjambak rambut ku, namun ibu-ibu dengan cepat menghalanginya. Menyeretnya dengan kasar. Melemparnya ke tanah hingga dia tersungkur lagi ke tanah.
Ibu-ibu kembali menghakiminya.
"Aww... sakit Bu... hentikan sakit... " rintih Raina.
"Disini saya yang benar, saya hanya bertamu aja ke rumah suaminya. Kami tidak melakukan apa pun."
"Mana ada tamu malam-malam sampai berpelukan seperti itu, dibawahnya masuk ke dalam rumah Apa itu yang dinamakan tamu?" ucap Mbk Murti.
"Iya, Kalau ngk salah juga Mbak May pada saat itu sedang berlibur, aku sempat berpapasan dengan Mbak Mai saat ia mau berangkat. Apa ini yang dinamakan tamu berdua-duaan di dalam rumah di saat istri sahnya sedang keluar. Pasti kalian sudah berbuat mes**m di dalam," timpal Mbak Muna
"Kami tidak melakukan apa-apa..."
"Ngelak aja terus, dasar wanita murahan... Usir saja pak, Rai a sudah mencemari kompleks kita, kalau dia masih ada di sini, bisa-bisa warga di sini nanti dapat kutukan... Setuju ngga bapak ibu... "ucap bu Nurma, terlihat wajahnya geram
"Ya... Setuju... Setuju... Saya setuju usulan itu... "
Riuh para warga menyampaikan
"Udah pak usir aja. Kami tidak ingin kompleks kami terkenak kutukan atas apa yang mereka lakukan." desaknya lagi.
''Tenang, di mohon para warga tenang... jangan main hakim sendiri kita selesaikan ini secara baik-baik,"ucap pemimpin kompleks, pak Ahsan.
"Tenang dari mana Pak. Bapak tidak tau bagaimana perasaan seorang wanita. Jangan bilang bapak juga punya rasa dengan wanita pel**r tersebut?"
"Tidak Bu... tidak... saya tidak ada perasaan dengan Mbak Raina, saya hanya tidak ingin ada kegaduhan di kompleks ini aja."
Hadu....
Sekarang gantian yang jadi sasarannya, pemimpin kompleks dengan ibu-ibu. Mereka saling adu mulut.
Aku hanya diam.
Toh buat apa juga aku bicara. Biarin aja para warga kompleks yang menghakimi. Aku diam dan menikmati semua adegan yang dilakuan para warga kompleks, itung-itung nonton serial TV yang sedang hits suara hati istri, disini pemeran utamanya aku. Namun aku diam diganti suara hati ibu-ibu kompleks.
Oh ya, aku tadi belum jawab ya, siapa pelaku dari Vidio viral tersebut kan??
Hahahaha....
Aku yakin kalian pasti pada tahukan siapa pelakunya...
Ya benar...
Akulah pelakunya...
__ADS_1
Seperti biasa aku menyuruh Jarwo menyebarkan Vidio tersebut hingga viral. Sebelum aku kembali ke rumah.