Suamiku Selingkuh, Aku Main Cantik

Suamiku Selingkuh, Aku Main Cantik
Part 33


__ADS_3

Pagi-pagi ini aku bangun lebih awal dari biasanya. Aku bangun langsung ke kamar mandi bersiap untuk rencana yang ku susun sebelumya. Selesai mandi dan memakai pakaian yang cocok untuk berlibur aku langsung menuju ke meja rias ber-make up sesuai yang keseharian ku ngak terlalu tebel dan ngak tipis biasa aja namun terlihat menarik.


Ku turun dari tangga melangkahkan kakiku pelan sambil menenteng koper keperluan ku untuk berlibur nanti.


Melangkah ke meja makan untuk sarapan.


"Pagi bik" Panggilku pada bik Sumi, bik Sumi menoleh, menghentikan aktivitas nya.


"Pagi nya..." aku tetap melangkah ke salah satu kursi, menyeretnya sedikit dan mendudukinya.


" Bik tolong bangun kan Thea ya, bik! dan bantu bersiap juga bik!"


"Baik nya....," Jawab bik Sumi patuh.


Ku mainkan gawai ku sebentar sambil menunggu putriku bersiap.


Setengah jam kemudian.


"Mama...." Aku menoleh ke sumber suara. melihat putriku berlari kecil ke arahku. Aku tersenyum melihatnya. Begitu cantik Putri ku dengan pakaian berliburnya dan topi dengan hiasan bunga di kepalanya.


"Emmm.... cantiknya putri mama," ku cium pipi putriku berulang sambil memeluknya.


"Jadi kan ma Berlibur nya?'' tanya Thea antusias.


"Jadi dong sayang. Sekarang Thea makan yang banyak biar nanti tidak lapar diperjalanan sayang," ku tuntun putriku menduduki kursi di samping ku. Setelah itu ku ambil piring ku isi nasi dan lauk kesukaannya.


"Makan yang banyak,"


"Iya Ma...." Thea menerima Piring yang aku siapkan.


Ku pandang wajah putri ceria putriku sangat damai. Ingin rasanya aku memeluknya dan mengatakan Maafkan Mama mu di ini sayang, jika suatu saat nanti kamu harus berpisah dengan papamu. Mama lakukan ini demi kebahagiaanmu sayang.

__ADS_1


Mama tidak ingin kamu melihat, mengalami apa yang mama rasakan sayang. Walau Mama selalu mengajarkan mu menjadi wanita kuat, mandiri, cerdas, dan tidak mudah rapuh. Namun kamu wanita sayang, sekuat apa pun kamu coba pasti kamu akan merasakan sakit hatimu sayang, jika kau mengalami hal yang sama seperti yang mama alami.


Aku tak akan memisahkan mu dengan papamu. Namun mama hanya memberi jarang sedikit dengan papa. Kamu tetap bisa bertemu dengan papamu sayang walau tidak setiap harinya. Maafin Mama sayang.


"Mama..." ku rasa Thea menggoyangkan lenganku.


"Iya sayang,..."


"Mama kenapa,?"


"Mama ngak papa. Makannya sudah sayang?"


"Sudah Ma,"


"Oke," aku angkat tubuhnya kecil putriku, ku diberdirikan," sekarang waktunya berangkat."


"Ayo Ma...."


Aku Teteng tangan kecil putriku berjalan menuju garasi mobil yang ku parkir dengan dibantu bik Sumi membawa beberapa barang ku dan memasukkan nya ke dalam bagasi mobil.


"Iya Ma...!


Selesai membantu Bik Sumi memasukan barang-barang di bagasi ku kembali ku kursi kemudi. membukanya dan hendak masuk, namun tangan ku di tarik oleh seseorang. aku menoleh kearahnya dan ternyata tak lain adalah Mas Rafi.


"Kamu aku panggil-panggil ngk noleh-noleh,"


"Maaf aku keburu, aku Pamit mau berangkat. Thea sayang sini nak,"


"Iya ma..."ku toleh ke dalam mobil, Thea


membuka pintu mobil samping ya dan menghampiri ku.

__ADS_1


"Pamit Samat Papa sayang," Thea menurut merai tangan Mas Rafi memeluknya Mas Rafi membungkukkan tubuhnya mengangkat tubuh Thea membawanya kedalam dekapannya. Aku hanya membiarkannya.


Tiga menit berlalu mereka belum melepas pelukannya aku langsung mengambil ali gendongan Thea Mas Rafi diam melihatku tak percaya aku tak menggubris nya.


"Sudah ya sayang. Udah lama pelukannya lain kali pelukan lagi, ya. Kita kan mau liburan. sekarang kamu masuk ke mobil tunggu sebentar ya, mama mau bicara dengan Papa!"


"Ya Mama..."


melihat putriku sudah masuk dan duduk dengan tenang aku menoleh kembali ke arah Mas Rafi.


"Sudah ya mas May berangkat!"aku hendak masuk namun Mas Rafi tetap mencengkal tanganku.


"Tunggu May..."aku menoleh ke arahnya dengan wajah sinis.


"Apa kamu ngk ada niat mengurungkan semua liburan ini May?"


"Ngak ada, mas tenang aja aku cuma beberapa hari aja, aku pasti pulang dengan membawa hadiah sepesial untu Mas."


"Tapi May..."


"Sudah ya mas. Aku sudah telat ni,"


"Tunggu May,"


"Okey kalau kamu tidak mau mengurungkannya. Mas ikut ya, May!"


"Tunggu sebentar Mas ganti baju," Mas Rafi langsung pergi tanpa menunggu persetujuan ku.


Mas Rafi menoleh" Tunggu sebentar mas, hanya sepuluh menit," ia langsung aku.


Aku pun masuk pula ke dalam mobil ku

__ADS_1


nyalakan mobil, langsung ku lakukan mobil dengan kecepatan sedang.


Buat apa pula aku nunggu Mas Rafi, yang ada ia akan tau rencana ku dan berusaha menggagalkan nya kan repot kalau sampai terjadi.


__ADS_2