
"Senangnya mendapatkan uang dengan mudah, sepertinya bekerja menjadi pengancam lebih banyak mendapat uang daripada aku harus membuka restoran.
''Tanpa menunggu waktu lama uang sudah terkumpul hingga milyaran. Bagaimana jadinya jika setiap saatnya aku mendapatkan uang sebanyak itu. Mungkin aku akan hidup layaknya sultan, hahaha" batin Maysa
''Lihat saja, berapa banyak uang yang akan aku kuras dari kalian berdua, karena aku tak ikhlas uang Mas Raka jatuh ke tangan sundel yang tak tahu malu itu." batin Maysa senang.
''Susah payah aku mengumpulkan pudi-pudi uang demi, mencapai semua impian. sedang si dia langsung masuk tanpa permisi dan tak tau malu hadir di tengah-tengan rumah tangga ku,"
Terkadang kita perlu licik sedikit untuk memberi pelajaran pada sang penghianat.
Ya!
Sang penghianat juga harus tahu rasanya sengsara, apalagi akibat perbuatannya sendiri.
__ADS_1
*****
POV Maysa
Pagi hari ku bangun terlebih dahulu, mengingat suasana hatiku kini berbunga-bunga mendapatkan uang milyaran tanpa susah payah. Turun dari tangga menuju meja makan untuk bersiap sarapan pagi bersama keluarga kecil ku. Melihat Bi Mina bersiap-siap menata makanan di atas meja ku langsung menghampirinya berniat membantunya.
"Sudah siap Bi?'' tanyaku pada Bi Mina.
"Belum Nya tinggal dikit," Jawab Bi mina sopan.
"Bi..." panggil ku pada Bi mina.
"Iya Nyonya, ada yang bisa saya bantu??"
__ADS_1
"Bisa minta tolong bantu Thea bersiap-siap berangkat sekolah, setelah itu ajak Thea untuk sarapan,"
"Baik Nya," Bi Mina pergi melaksanakan perintah ku.
Sambil menunggu Mas Rafi turun dan Thea turun ku duduk di meja makan sambil memainkan handphone ku.
Melihat Mas Rafi turus tergesa-gesa aku jadi penasaran.
"Mau kemana Mas,"
"Ada urusan sebentar May,"
"Nggak sarapan terlebih dulu,"
__ADS_1
"Nanti saja," Mas Rafi langsung pergi entah kemana.
Ku hubungi Jarwo untuk mengikuti kemana perginya Mas Rafi sambil mencari bukti untuk rencana ku selanjutnya.