
"Apa hubungannya kamu larang aku ambil uang di sana!" tolak Mas Rafi.
"Aku tidak melarang, bukannya seminggu yang lalu kamu ambil uang di restoran kan?? apa kamu lupa??"
"Iya, kan aku sudah bilang ke kamu ku buat Investasi bisnis, Mas,"
"Oh ya, mana buktinya??"
"Emm...i-itu,"
''Itu apa??"
"Sudahlah sekarang ku minta uang," ucap mas Rafi.
"Jangan ngalikan pembicaraan, mana buktinya kalau uang itu kamu buat investasi??"
"Ada tapi nanti, aku kasih. Sekarang kasih aku uang. Aku sangat membutuhkannya,"
"Nggak ada,"
"Uang penghasilan di resto May,"
"Buat apa??"
"A-aku ingin investasi lagi, ya investasi lagi,"
__ADS_1
Investasi apanya?
Bilang aja mau jalan-jalan sama si sundel itu.
"Nggak ada kata investasi, sebelum kamu tunjukan bukti, investasi kemarin."
"Ini uda malam aku mau istirahat," ku pergi meninggalkan Mas Rafi mematung.
Aku berbalik menghadapnya," Satu lagi, aku tunggu bukti investasi kamu, besok pagi,"
"Ingat! Kalau sampai aku tau kamu bohong, kamu taukan siapa aku," Ku langsung pergi meninggalkan Mas Rafi, masuk ke dalam kamar dan menutupnya.
Ddrrrtttt...dddrrrrttttt.....
Ponsel ku berbunyi.
''...''
''Ya, saya sendiri.''
''...''
''It's oke, tidak masalah.''
"...''
__ADS_1
''Baik, segera saya siapkan,"
"..."
"Tidak masalah, besok pagi saya akan menemuai Bapak di tempat yang Bapak maksud,"
"..."
"Sama-sama,"
Tutt....
Sambungan Telfon tertutup.
Ku rebahkan diriku di atas kasurku yang empuk. sambil bersandar dan berfikir rencana selanjutnya akan ku apakan lelaki penghianatan ku berserta simpanannya.
Hari semakin malam menunjukan waktunya aku segera tidur, namun Mas Rafi tak kunjung masuk ke dalam kamar entah dimana dia sekarang.
Namun ku tak ambil pusing. Ku langsung pejamkan mataku tanpa memikirkan apapun biarkan dia yang berfikir, karna ku tau ku pasti menang walau perlu sedikit kesabaran
********
Pagi hari ku bangun. Melihat di samping tempat tidurku tak menemukan sesosok lelaki pengecut ku. Entak kemana dia. Sejak kapan dan kapan dia pergi aku tak mengetahui.
Apa karna dia takut aku menanyai bukti investasinya ataukan dia sedang mencari cara mencari bukti-bukti palsu yang hendak ia tunjukkan kepadaku.
__ADS_1
Namun ku tak ambil pusing ada orang suruhan ku yang terus mengawasi gerak-gerik dia.
Aku harus segera mandi dan bersiap menemui pengacara Arman di tempat yang ia janjikan.