Suamiku Selingkuh, Aku Main Cantik

Suamiku Selingkuh, Aku Main Cantik
part 38


__ADS_3

*Disisi lain.


Maysa baru saja sampai di villa nya sehabis mereka jalan-jalan mengelilingi sekitar villa dan ke kebun apel yang dinginkan putrinya.


"Thea sayang..." Panggil Maysa.


"Iya ma," ucap Thea yang masih ada di genggaman tangan Maysa.


"Sekarang kamu masuk kamar, mandi setalah itu tidur, istirahat ya, sayang!" Pinta Maysa.


"Iya ma," jawab Thea patuh. Berjalan ke arah kamarnya.


Maysa berjalan ke sofa nyaman yang sudah tersedia di villanya di depan tv.


Ting...


Bunyi dentingan handphone Maysa.


Maysa meraih tas di atas meja. Mengambil handphone di dalam tasnya melihat pesan masuk dari siapa. Dan tenyata dari Jarwo orang suruhannya yang ditugaskan untuk mengawasi semua gerak gerik suaminya.


Dalam pesan tersebut Jarwo mengirimkan sebuah Vidio dimana Riana dan suaminya duduk di depan tv sambil berbincang.


Jarwo memang menaruh banyak kamera di setiap ruangan Yanga ada di rumah Maysa dan sudah mendapatkan persetujuan dari Maysa sendiri. Hingga ia tak perlu masuk kedalam rumah hanya perlu memantau kameranya dari jauh saja sedangkan diluar dia yang mengatasi.


Dalam Vidio tersebut terdengar jelas suara Raina yang mengojok-ngojok suami oon nya. Merebut resto yang dipegang Maysa.


Maysa hanya diam dan tersenyum mendengar, melihat semua apa yang dibicarakan Raina dan suaminya.


"Oh suami sayang, segitu mudahnya kau tertipu dengan ulat bulu itu."


"Jangan kira aku wanita bodoh sayang,"


"Aku tau apa yang aku kirimkan uang tadi malam hanyalah sebagai uang jajan mu. Aku tak Setega dirimu. Aku punya hati."

__ADS_1


"Baik kan aku?" Tanyaku sendiri.


"Ya, jelas baiklah. Aku tidak mau kamu mati kelaparan, aku menginginkan kamu hancur yang sehancur-hancurnya. Itu semua balasan dari apa yang kamu berikan kepadaku. Sayang." Ucap Maysa sendiri dan sendiri.


"Uang lima puluh juta aku kasih sebagai ke kamu karna aku yakin kamu akan lakukan hal-hal bodoh yang akan menguntungkan aku. Dan Benarkan apa yang aku pikirkan." Ucap Maysa senang.


"Senangnya hatiku... Semakin kamu menjadi-jadi dengan selingkuhan mu. Maka semakin pula aku di untungkan."


Maysa memang mengirimkan uang kepadanya suaminya namun itu hanyalah salah satu rencana yang dia ciptakan.


********


POV Maysa


*Assalamualaikum..." Suara seorang wanita memasuki rumah.


"May-maysa... kamu sudah pulang?" tanya Mas Rafi gelagapan.


Sudah tujuh hari aku berlibur, kini waktu ku kembali dengan hadiah yang ku bawah untuk suamiku.


"Iya. Kenapa suaramu seperti takut seperti itu?"


"Katanya kamu pulang tiga hari lagi?" Tanya Mas Rafi, terlihat wajahnya yang ketakutan.


"Aku berubah pikiran. Lagian inikan rumahku juga. kenapa kamu wajahmu seperti ketakutan? Harusnya kamu bahagia, sekarang kamu tidak sendiri lagi di rumah?"


"Apa jangan-jangan ada yang kamu sembunyikan?" selidik ku.


Padahal aslinya aku sudah tau kalau di rumah ini masih ada sundel itu.


"Ti-tidak ada.."


berapa detik kemudian.

__ADS_1


"sayang siapa yang datang." ucap Raina keluar dari kamarku dengan baju yang super minim dan menggoda.


Sungguh mulut ku sedikit menganga melihat Riana berjalan ke arahku dengan baju yang seperti itu.


"Mbak May... " terlihat wajahnya terkejut "Mbak May sudah pulang," ucap Riana mendekat ke Mas Rafi merangkul lengan nya manja.


"Raina... ngapain kamu di rumahku?" Ucapku emosi.


Ingat semua ini hanya pura-pura....


Ya hanya pura-pura....


Aku menolah ke arah mas Rafi." Apa ini yang menyebabkan kamu gelagapan dadi ha.."


Mas Rafi diam.


"Jawab Mas," aku berjalan mendekat ke arah Mas Rafi.


"lepas tanganmu dari suamiku." ku tarik tangan Raina kasar dan menghempaskan begitu saja.


"Ada hubungan apa kamu dengannya?"ucapku sambil menunjuk ke muka Raina


"Apa selama ini kamu memiliki hubungan dengannya di belakangku?" Ucapku geram.


Melihat Mas Rafi yang diam membuatku semakin emosi" Jawab MAS.... jangan diam saja!"


"Aku bisa jelasin, semua ini May. Kamu tenang dulu." ucapnya


"Tenang katamu. Tenang darimananya. Suami main belakang di saat aku berlibur. Apa lagi dirumahku. Secara terang-terangan. Ini yang kamu minta tenang ha..."


"Bukan begitu May, dengarin dulu penjelasan ku. Jangan kau ambil kesimpulan terlebih dahulu."


"Aku ngk butuh penjelaskan yang ku butuhkan penceraian,"

__ADS_1


__ADS_2