
Seusai pulang dari urusan pribadi ku, ku kembali ke rumah Mama menjemput putri kecil tercintaku dan pulang kembali ke rumah Mas Rafi.
Aku mencoba tenang bersikap seperti biasa agar Mas Rafi tak curiga denganku.
"Assalamualaikum" Ucapku sesampai dalam rumah membuka pintu depan rumah.
"Walaikumsalam, baru pulang?" tanya Mas Rafi.
"Sesuai yang kau lihat,"
"kau kenapa May? Kenapa bicaramu kasar kepadaku?"
Baru sadar Mas?
Perasaan selama ini bicaraku ya, seperti ini.
"Ngak papa, aku sedikit lelah?" Aku pergi meninggalkan Mas Rafi, menuntun putriku masuk ke dalam kamarnya.
"Istirahat ya, sayang. Mama ke kamar dulu,"ucapku lembut.
"Iya Ma" Thea berlari ke kamar mandi di dalam kamarnya setelah itu ia naik ke kasurnya.
Aku langsung pergi meninggalkan kamar putriku Theo menuju kamarku sendiri.
Aku rebahan di dalam kamar sambil memainkan gawai ku.
"May," Panggil Mas Rafi lembut.
"Hmm"
"Aku ingin bicara denganmu!"
"Aku lelah Mas, mau istirahat" ku letakkan gawai ku di samping tempat tidurku, menutup tubuhku dengan selimut seakan aku tertidur.
__ADS_1
"Sebentar saja May!"aku tak menjawabnya memilih diam sambil memejamkan mataku.
Mas Rafi ngelus punggungku pelan, ''Kau kenapa May? Apa Mama berbicara yang tidak-tidak kepadamu?"
"Jawab May,"
"Mama ngak bicara apa-apa. Sudah ku bilangkan aku lelah. Aku mau istirahat!"
"Aku hanya bertanya May,"
Aku bangkit dari tidurku, menatap Mas Rafi tajam.
"Mas bukan bertanya melainkan memaksa,"
"Mas ini ngak paham apa gimana sih. Aku lelah mau istirahat."ucapku penuh penekanan.
Ku palingkan wajahku hendak tidur kembali, namun Mas Rafi mencegahku.
Ku sedikit tersenyum sinis memandangnya namun ia tak menyadari.
Sebegitu takutnya kah kau, Mas??
Saat-saat seperti ini kau takut kemarin-kemarin kenapa kau tak sadar jika sampai aku tau, apa yang akan terjadi. Kau seolah mengira aku wanita bodoh yang bisa kau permainkan Mas. Namun perkiraan mu salah Mas aku sudah tau apa yang telah kau lakukan kepadaku.
Tersenyumlah untuk saat ini Mas tunggulah seminggu lagi surat itu akan keluar. Kau akan menerima balasan mu.
Tunggulah!!
"Kenapa? Mama hanya merindukanku wajarkan kalau ia merindukanku, aku kan menantu kesayangannya"
"Iya Mas tau. Mama kan bisa mengajakku pula?"
"Kenapa Mas seperti raut wajah ketakutan. Apa jangan-jangan ada yang Mas sembunyikan dibelakang May?"
__ADS_1
"Ngak ada, Masss...Mas hanya penasaran aja."
"Sudahlah jangan ganggu aku lagi! Aku mau istirahat!" ku berbalik memunggunginya.
Aku kembali menatapnya," Oh ya satu lagi!"Mas Rafi menatapku penasaran.
"Besok aku akan pergi..."
"Pergi kemana," cegahnya.
Aku belum selesai Paijo!
"Aku ingin nenangin diri, Mas di rumah aja, baik-baik. Aku akan ajak Thea bersamaku,"
"Maksud kamu apa?"ucapnya keras dengan raut wajah marah
"Sabar,sabar, Ngak usah marah,"
"Bagaiman aku ngak marah kalau kamu aja Thea tanpa diriku, tega kamu pisahin anak sama bapaknya. Thea juga putriku,"
"Aku tau. Lagian cuma beberapa minggu aja.
Aku pasti kembali."Jawab ku enteng.
Mas Rafi menatapku tajam
"Kamu tau ngak Mas," ku tatap balik Mas Rafi tajam.
"Setelah aku kembali, kau akan mendapatkan sebuah hadiah yang sangat istimewa dan kau tak kan perna melupakan hal itu. Semoga aja kau suka dengan hadiah ku nanti,"
"Apa?"
"Lihat aja nanti. Aku akan berangkat besok. Sekarang waktunya aku istirahat. Jangan ganggu aku. Keluarlah dari kamarku!" ku baringkan tubuhku ku tutup dengan selimut dan aku pun tertidur
__ADS_1