
Sudah jam 19:30 malam Mas Rafi tak kunjung pulang. Entah apa yang dilakukan hingga selarut malam ini, ia tak kunjung pulang-pulang.
Ting
Suara dentingan ponsel ku.
Ku periksa dan ternyata dari Jarwo orang yang ku suruh memantau mencari informasi tentang Mas Rafi dan selingkuhannya.
Jarwo mengirimkan sebuah Vidio ke padaku. Ku putar Vidio tersebut.
Dan aku sungguh terkejut!
Bagaimana tidak??
Mas Rafi sedang ke rumah Raina, Dengan wajah Raina yang terlihat memelas. Mas Rafi merangkulnya membawanya ke dalam dekapannya.
Dalam Vidio tersebut Mas Rafi menanyakan Kenapa wajahnya terlihat sedih.
__ADS_1
Dan Raina menjawab ' Mas Rafiiii...hikh..hikh.. kemari malam aku kemalingan, uang, ATM, dan Beberapa perhiasanku ludes ke di ambil Maling,'
Ck aku muak mendengan ucapan sundel.
''Kenapa nggak bilang aja kalau dirinya itu di peras orang dan minta ganti rugi ke suamiku. gitu aja berbelit-belit,'' guman ku kesal.
Lebih kesalnya lagi Mas Rafi menuruti permintaan Raina mentranfer uangnya ke ATM Raina. Sudah mentransfer uangnya ke ATMnya, Raina mengajaknya pergi shopee dan Mas Rafi mengiyakan saja. Entahlah sebanyak apa uang yang ada di ATMnya itu.
Memang mintak di tempeleng ni orang.
Nggak tau susahnya mencari uang di buat foya-foya seperti itu.
Dasar Rafi Mubarok! Lelaki tak tau diri.
brakkk....
Aku terkejut, rasanya jantung ku mau copot sedetik itu juga.
__ADS_1
Mas Rafi masuk, membuka pintu dan mendobraknya keras.
"Mayy...." Panggil Mas Rafi keras.
"Iya, ada apa Mas..., Nggak biasanya Mas panggil May seperti ini, keras lagi,"
"Apa ada masalah?" tanyaku penasaran.
"Kamu tuh apa-apa sihh,"
"Apa-apaan apa??"
"Kenapa kamu larang aku ambil uang di Restoran, dan juga kenapa kamu pakai penjagaan segala di sana,"
Tuh Kan... Sudah ku tebak arah pembicaraannya kemana.
Painem Bin poitem?? Apa uang mu sudah Habis suamiku tersayang.
__ADS_1
"Jawab May!" bentak Mas Rafi sambil menggoyangkan bahuku.
"Aku hanya waspada saja. takutnya nanti ada kucing kepala hitam yang ngambil uang di restoran. Apa lagi baru-baru ini aku dengar di berita perampokan meraja rela di kota ini." jawabku santai.