Suamiku Selingkuh, Aku Main Cantik

Suamiku Selingkuh, Aku Main Cantik
Part 30


__ADS_3

"Assalamualaikum. Mama...."Aku menghampiri Mama mertuaku bersama putriku yang duduk di atas sofa untuk bersalaman kepadanya.


"Walaikumsalam. Sayang..., Adu putri Mama tambah cantik aja,"aku tersenyum menghampirinya merai tangannya dan menciumnya dengan hormat bersama putriku.


"Cucu Nenek ini tambah cantik aja, sama kayak Mamanya." Ucapnya sambil mengangkat tubuh kecil putri ku.


"Makasih Nek," Jawabnya imut


"Katanya Mama sakit?" ucapku heran melihat mama mertuaku terlihat sehat bugar bahkan ia sendiri yang menyambut ku.


"Mama ngak sakit sayang, maafin Mama! Mama nyuruh aku kemari Mama ingin membicarakan hal penting dengan mu. Mama sudah tau semuanya!"


Tahu semuanya? Apa yang dimaksud Mama? Apa Mama tahu tentang perselingkuhan Mas Rafi selama ini? Kalau pun tahu darimana Mama bisa tahu?


Banyak pertanyaan dibenak ku yang belum terjawab oleh Mama, Mama yang kini masih ada di sampingku hanya tersenyum.


"Mama tahu, kalau kamu ..." ucap Mama menggantung.


Aku memperhatikan terus bibir Mama karena penasaran apa yang Mama tahu.


"Tahu apa Ma?" tanya ku gemas.


"Mama tahu kalau kamu ... kangen Mama kamu kan?"


Fyuh, nafasku lega. Aku kira mama tahu tentang perselingkuhan Mas Rafi.


"iya, Ma. Maysa kangen banget sama Mama, soalnya setiap Maysa lihat Mama pasti Maysah teringat ibu," balas ku tersenyum.


Mama berdiri dari duduknya lalu mengelus rambutku yang tergerai dengan lembut.


"Kamu yang sabar ya sayang,"


Aku mengangguk tersenyum. Tiba-tiba Mama duduk kembali dengan satu hentakan. Aku terkejut aneh melihat ekspresi Mama yang berubah drastis.


"Ma, Mama kenapa?" tanya ku mengernyit bingung.


Mama menoleh ke arah ku sambil tersenyum miris, aku tak tahu apa arti senyumannya itu.


"Maysa ...."


Alisku terangkat, "lya?"


"Maafkan Mama...."


Aku mengernyit bingung, maafkan? Maafkan apa? Aku benar-benar tidak mengerti.

__ADS_1


"Maafkan untuk apa, Ma?" tanyaku heran.


Tangan Mama langsung menggenggam kedua tangan ku secara tiba-tiba.


"Mama kenapa?" tanyaku penasaran.


"Maysa ... maafkan Mama yang tidak bisa mendidik anak Mama dengan baik,"


What?


Apa ini?


"Mama kenapa? Kok tiba-tiba Mama bilang gitu? Kenapa memangnya?" tanyaku bertubi-tubi.


"Mama ...."


"Hem?"


"Mama tahu kalau Rafi selingkuh,"


Bagai tersambar petir di siang hari aku terkejut setengah mati.


"Maksud Mama?"


"Mama sudah bodoh mendidiknya," Mama langsung bersimpuh di kakiku. Namun aku langsung menghalanginya dan menyuruhnya berdiri.


"Bukan, itu bukan salah Mama." kataku tegar.


Alis Mama mengangkat dan keningnya mengernyit, "Maksud kamu? Kamu udah tahu semuanya?"


Aku mengangguk pelan.


"Astagfirullah! Jadi kamu udah tahu perselingkuhan suami kamu sendiri?"


Aku mengangguk lagi.


"Maafkan Rafi, Maysa. Maafkan dia, Mama bingung harus berbicara apa lagi padamu, Mama bingung! Mama merasa bersalah ... hiks," kata Mama mulai menangis.


Aku memegang kedua bahu Mama agar Mama berdiri dalam posisi tegak.


"Mama, ini bukan salah Mama. Inilah takdir, ketika kita berani mencintai, kita juga harus berani untuk melepaskan." kataku penuh makna.


"Maksud kamu?"


Aku menggeleng, "Mama, dari mana mama tahu tentang pengkhianatan Mas Rafi?"

__ADS_1


Mama duduk kembali di kursinya, ia menunduk.


"Beberapa hari yang lalu Rafi datang ke rumah sendiri tanpa membawa kamu, dia berbincang bincang layaknya kumpul biasa dengan Mama dan Papa, tapi tiba-tiba handphonenya bunyi. Mama kira itu kamu yang menelpon jadi Mama perintahkan agar segera diangkat, Rafi patuh tetapi ia mengangkatnya sangat jauh dari tempat kami kumpul. Akhirnya Mama penasaran dan Mama susul, terdengar suara Rafi memanggil sayang pada yang menelfon. Mama senang karena melihat Rafi begitu romantis sama kamu, ternyata tanggapan Mama salah, yang menelpon Rafi bukanlah kamu tapi orang lain." ujar Mama menjelaskan kronologinya.


Aku tercekat, bagaimana bisa suamiku selingkuh sebodoh itu?


"Orang lain? Dari mana Mama bisa menduga kalau itu orang lain?" tanyaku penasaran.


"Karena di akhir telfonnya Rafi bilang kalau habis dari rumah Mama akan segera ke rumah penelepon, anehnya Rafi bilang kalau dia akan segera ke sana tanpa pulang dulu. Apa itu maksudnya kalau bukan selingkuh?"


Badanku mendadak lemas, walaupun aku tahu Mas Rafi selingkuh kenapa aku begitu kaget sekarang. Namun, aku berusaha menetralkan diri.


Aku tak mau terlihat lemah di depan siapa pun.


"Ma, Maysa minta maaf," ucapku sendu pada Mama.


"Minta maaf untuk apa May? Yang harusnya minta maaf itu Mama karena Mama gak bisa didik anak Mama dengan baik. Mama sudah nasehatin Rafi berkali kali tetapi dia tidak pernah mendengar nasehat Mama, Mama yang harusnya minta maaf," tanya Mama sambil menyeka air matanya.


Aku tersenyum menatap mata sayu perempuan yang sudah melahirkan suamiku.


"Maysah minta maaf, karena...."


"Karena apa Maysah? Kenapa?"


"Maysah akan menggugat cerai Mas Rafi,"


Bruk.


Tubuh Mama terjatuh ke lantai.


"Ma...Mama...Bangun Ma..."ucapku mengguncang tubuh mama.


"Bi...bibi....."Teriaku keras.


Sungguh aku khawatir dengan keadaan Mama saat ini. Aku merasa bersalah kepadanya. Namun bagaimana lagi jika aku kecewa dengan penghianatan anaknya.


Maafin aku Ma...


"Iya non...."


"Astagfirullah, Nyonya, nyonya kenapa Non,"


"Bik tolong bantu May angkat tubuh Mama!"


"Baik non."

__ADS_1


__ADS_2