Suamiku Selingkuh, Aku Main Cantik

Suamiku Selingkuh, Aku Main Cantik
Part 34


__ADS_3

Author POV


Menjelang malam Maysa sampai ke tempat yang di tuju yaitu villa temannya, yang berada di batu Jawa timur. Maysa memilih tempat tersebut bukan hanya tempatnya yang asri dan menenangkan dengan pemandangan alam yang masih alami, namun juga karena lokasinya lumayan dekat dengan restoran baru nya, dengan begini ia bisa memantau setiap saat pembangunan tanpa takut suaminya curiga.


"Mama...." panggil Thea sambil berjalan ke arah Maysa


"Iya sayang." jawab Maysa memeluk Thea, mencium pipi chubby nya dengan gemas.


"Thea suka ma... sangat suka. Tempatnya bagus, dingin, banyak pohonnya di samping rumah." ucap Thea sambil memutar badannya merasakan hembusan angin.


Maysa tersenyum mendengar ocean putrinya.


"Mama... kenapa papa ngk diajak, pasti seru ya kan, ma?" tanya Thea.


Maysa hanya tersenyum mendengarkan ucapan putrinya.


"Lain waktu, aja sayang. kita kan belum perna pergi berlibur berdua saja kan. Kita bisa mencoba hal baru saat bersenang-senang tanpa Papa."


"Ia Ma. Tp kan lebih seru dengan Papa... kita bisa bermain bareng, tawa bareng, main kejar- kejaran bareng." ucap Thea dengan wajah sedikit berkaca-kaca.


melihat wajah putrinya berkaca-kaca hatinya ngilu melihatnya, namun harus kuat demi masa depan putrinya. Ia ingin putrinya memiliki mental yang kuat, tidak mudah di tindas, seperti perempuan-perempuan di luar sana yang masih memiliki metal yang lemah. ini juga demi kebaikannya, maka ia harus kuat menjalankannya.

__ADS_1


"Sudah sayang..." Maysa memeluk tubuh putrinya.


"ngak perlu nangis, lain waktu kita aja papa, ya." Maysa melepas pelukannya menatap wajah putrinya yang bersedih dengan bercucuran air mata membasahi pipi chubby nya. Jari-jari Maysah bergerak menghapus air mata putrinya yang terus berjatuhan.


"Ini sudah malam sayang, udaranya juga semakin dingin. Kita masuk, yukk" aja Maysa. mengendong tubuh putrinya ke dalam vila. menutup pintunya dan tak lupa menguncinya. maysah berjalan ke kamar tidur sambil terus mengendong tubuh putrinya.


"sekarang waktunya tidur, besok kita akan jalan-jalan melihat pemandangan yang indah di sekitar sini sayang," Maysah membaringkan tubuh putrinya pelan di atas kasur.


"Thea mau ngk?"


"Mau ma..." Ucapnya lirih.


"Udah jangan sedih lagi. kapan lagi kita berdua bermain bersama, bersenang-senang bersama dengan mama saja."ucapku menghapus sisa-sisa air mata di pipinya.


"Anak pintar. Sekarang tidur ya, besok pagi kita jalan-jalan."


"Iya ma," jawab Thea patuh.


Maysa menyelimuti tubuh kecil putrinya mengelus pucuk kepalanya dan menciumnya." good night, sayang. Mimpi yang indah" ucap Maysah


tiga puluh menit kemudian akhirnya Thea tertidur dengan lelapnya. Maysa berjalan ke samping sisi tempat tidur Thea mengambil handphonenya. menyadarkan tubuhnya di tempat tidur.

__ADS_1


* Disisi lain


Rafi kini terlihat murung, kesepian dan kecewa dengan istrinya. Tega ia meninggalkannya begitu saja saat ia menyuruhnya untuk menunggu sebentar karena ia sedang saling baju, hanya sebentar namun ia langsung pergi begitu saja.


"Dasar istri, durhaka. Teganya ia melakukan ini kepadaku." Ucap Rafi sendiri.


"Aku kan juga ingin ikut, ngk tau apa orang ngk punya duit begini. Ngk ditinggali duit pula."


"Semua uang resto ia yang pegang."


"Aku kan juga berhak atas, penghasilan di resto,"ucapnya lagi, sendiri.


Namun dihatinya ia juga menghawatirkan keberadaan istrinya dan juga putrinya. Sudah berkali-kali ia menghubungi istrinya, namun May, menjawab ingin sendiri menikmati liburannya dan tidak boleh ada yang menggangunya, tak terkecuali suaminya.


Tidak hanya mengkhawatirkan keadaan istri dan juga anaknya, Namun ia khawatir ketahuan perselingkuhannya dengan Raisa. Ia ingin ikut ingin memastikan istrinya tidak akan bertindak lebih yang akan membuatnya dalam lembah permasalahan. Ia tau betul sifat istrinya, tidak semudah itu istrinya melepaskannya, jika sampai ia sudah tau atas perselingkuhannya.


mengingat pertengkarannya tempo hari lalu sebelum ia ke rumah mamanya dan saat ia pergi ke rumah mama tanpa mengajak dirinya. Ia takut, khawatir mamanya sudah memberitahu istrinya. Walau istrinya tidak mengatakan, bahkan mamanya pun tidak mau memberitahunya. Bagaimana memberitahunya semenjak Mamanya tau perselingkuhannya dan mencoba menasehatinya namun ia tak mau mendengarkannya, mamanya sedikit menjauh dan jarang berbicara dengannya. kalau pun bertemu beliau hanya diam saja terkadang tak mau menemuinya jika kalau ia berkunjung ke rumah beliau, beliau lebih memilih istirahat di kamarnya.


"Ggggrrrhhhh," teriaknya frustasi.


" Gila bagaimana kalau sampai Mau tahu. Apa dia akan meninggalkanku." Ucapnya sendiri.

__ADS_1


"Ini tidak boleh leh terjadi. Aku tidak mau hidup ku sudah seperti dulu, aku bisa menikmati semua ini karnanya."


__ADS_2