Suamiku Selingkuh, Aku Main Cantik

Suamiku Selingkuh, Aku Main Cantik
Part 18


__ADS_3

''Bi Mina, udah pulang? Tanyaku berbasa basi.


"Uda nyonya," jawab Bi Mina sambil mengangguk sopan.


"Hm, ini buat siapa?" Tanya ku menunjuk cangkir yang berisi bubuk teh dan kopi di gelas yang sebenarnya aku sudah mengetahuinya.


"Ini buat Tuan Rafi dan Mbak Raina,"


Mendengar jawaban itu bibirku terangkat sebelas, senyuman sinis tiba-tiba terbit.


''Tolong bangunkan Thea dulu, soalnya saya mau mandi." Perintahku padanya.


Bi mina mengangguk patuh," Iya nya, tapi ini," Bi Minah menunjuk cangkir teh dan kopi yang belum berisi air panas itu.


"Biarin aja Bi, nanti Bibi balik lagi aja."


"Oh, iya Nya. Saya ke kamar non Thea dulu nya,"


"Iya,"

__ADS_1


Bi mina bergegas meninggalkan dapur.


Di mulai!


Aku berlari ke lemari di dinding atas kompor berisi piring-piring, aku mengambil sesuatu di sana. Sesuatu yang menjadi bahan utama ku melancarkan aksi.


Aku tersenyum sambil membuka sesuatu yang aku ambil dari belakang piring, sesuatu itu adalah sebuah plastik kecil berisi obat.


Kalian pasti pada bertanya kan, obat apakah itu?


Obat pencahar!


Siap!


"Oke Raina, kamu akan terus bolak-balik ke Wc. Ya, kamu sudah bermain-main denganku!"


"Nyonya,"


Aku terkejut mendengar panggilan Bi Mina yang tiba-tiba datang.

__ADS_1


"I-iya Bi?"


"Non Thea nya masih ngantuk katanya, jadi lanjut tidur,"


"Ya, udah deh saya ke kamar dulu." Ujar ku tergesa-gesa, untung saja Bi Mina tak sempat melihatnya. Jika sempat hu, mati aku!


"Iya Nya,"


Semoga berhasil, memang sih efek obat pencahar yang aku beri itu lumayan lama tetapi work. Sengaja aku memilih obat yang beraksi nya lama agar Raina tidak curiga akan minuman yang diberikan oleh Bi Mina.


Indahnya mengerjai wanita tak tahu malu yang masuk ke dalan rumah tangga orang tanpa permisi.


Berani masuk harus berani melewati rintangan untuk keluar!


Jika kalian menganggap aku jahat, sadis dan kejam silahkan, aku tidak peduli. Aku bukan wanita yang baik, tabah dan sabar. Aku hanya wanita yang akan melawan jika tersakiti.


Di sakiti diam saja? Oh maaf, aku bukan tipe wanita seperti itu. Kalau aku bisa, aku akan melawan sekuat tenaga.


Aku juga harus buktikan bahwa aku kuat, aku bukan pemeran sinetron yang ketika di tindas hanya diam saja. Ini aku dan hidupku, aku lah pemeran utamanya maka akan aku lakukan sebaik mungkin.

__ADS_1


__ADS_2