
Pagi ini aku bangun sedikit kesiangan. Melihat jam dinding sudah menunjukan pukul 8 pagi.
Ddrrttt..dddrrrtttt....
Ponselku berdering, ku lihat ternyata dari pembantu Mama mertua ku.
"Hallo.."
"...."
"Baik bi, May segera ke sana, satu jam lagi," ku matikan telpon dan ku lempar sembarang di atas kasur. Aku langsung bangun merai handuk dan mandi secepat mungkin
Selesai mandi dan bersiap tak lupa make up natural ku. Aku segera turun menemui putriku Thea.
Clekkk...
Pintu kamar putriku terbuka.
"Mama," Thea berlari menghampiriku dan memelukku, aku pun membalasnya.
"Mama mau kemana, kok dandan cantik, Thea iku ya Ma..."
"Mama mau ke rumah Nenek sayang, Thea mau iku," Thea mengangguk menandakan setuju.
__ADS_1
"Mama bantu bersiap ya, sayang biar cepat. Kasihan Nenek nunggu lama," Lagi-lagi putriku Thea mengangguk saja.
Selesai semua siap aku dan Thea terburu-buru segera sampai rumah Mama.
Saat hendak membuka pintu depan. Pintu
terbuka terlebih dulu dan nampaklah lelaki bodoh ku yang tak lain adalah suami ku.
"Mau kemana May, sama Thea pula?Jangan sampai kau ajak macam-macam! Ingat ia masih Kecil!" Tanyanya.
"Rumah Mama,"
"Ngapain?"
"Aku ikut ya!"
"Ngak perlu,"
Karna aku tidak hanya ke rumah Mama, aku punya tujuan lain yang tak lain adalah rencana pembangunan restoran baru ku. Masak iya aku ajak ia, entar ketau deh kalau aku penguntit cantik itu.
"Emang kenapa, aku ke rumah Mamaku sendiri,"
"Mama sendiri yang bilang ngak perlu ajak kamu," Ucap ku bohong.
__ADS_1
"Jangan bohong kamu May, ngak mungkin Mama ngomong seperti itu,"
"Ngk percaya. Tanya aja sediri, kalau aku tidak bohong!" ucap ku semakin mengada-ngada.
Semoga ucapan ku ini tidak membawaku kepada dampak buruk, semoga aja sebaliknya, Ucapku dalam hati.
Jujur aja sedikit takut bagaimana kalau sampai aku ketauan bohongnya,
Semoga aja keberuntungan berpihak kepadaku.
Tenang May, kau wanita jahil, licik, ulet, masak iya kamu takut sama ginian May. Ingat udah berapa macam permainan yang kamu buat
Pandanganku tak sengaja tertuju kepada map yang dipegang Mas Rafi.
"Apa itu, yang kau pegang?"
"Oh ini, ini bukti yang kau minta,"Mas Rafi mengangkat map yang dipegang di perlihatkan kepadaku.
"Aku ingat, tenyata map ini tidak di lemari kamar, tapi di tempat lain." ucapnya terus
"Mana" tangan ku arahkan kepadanya. Mas Rafi langsung memberikan kepadaku. Aku pun langsung menariknya dan pergi meninggalkannya.
"Ayo Sayang kita ke rumah Nenek, kasihan Nenek nunggu lama," Thea menggangguk patuh.
__ADS_1
"Yang ini akan ku periksa setelah pulang dari rumah Mama, awas kamu, kalau sampai aku menemukan kejanggalan di Map ini, lihat aja apa yang bisa aku lakukan!" ancam ku. Ku langsung pergi meninggalkannya masuk ke dalam mobil bersama putriku dan melajukan mobilku sedikit cepat karna terburu-buru takut Mama kenapa-napa.