
Tadi sore aku semangat si Jarwo (orang yang ku tugaskan mencari tau perselingkuhan suamiku) kirimkan sebuah vidio berserta foto kedekatan Mas Rafi dengan sundel bolong, di sebuah kafe romantis. Rasanya tadi aku ingin ke sana dan melabrak mereka habis-habisan. Namun, aku sudah mempersiapkan semuanya.
Malam ini aku hanya diam dan cuek pada Mas Rafi seakan rasa dongkol masib menyelimuti ku, walau aku sudah tidak mencintai Mas Rafi dan ingin menggugat cerainya, tatapi aku masih istrinya, aku memiliki perasaan. Yang mudah rapuh walau sekuat apa pun ku sembunyikan.
"May,"
Aku menoleh ke samping Mas Rafi tersenyum menatapku
"Iya,"
"May," ucap Mas Rafi sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Apaan?"
"Itu loh May, yuk!" Ajak Mas Rafi mengedipkan matanya.
Aku mengernyitkan dahi tak paham dengan tingkah Mas Rafi.
__ADS_1
"Apaan sih, nggak jelas banget!"ketus ku.
"Gini nih,"Mas Ragi menempelkan ujung jari telunjuk kanannya dengan ujung jari telunjuk kirinya.
"Aku bukan tuna rungu, jadi nggak ngerti bahasa isyarat!
Mas Rafi menghela nafas," itu loh May, mantap-mantap."
Aku diam, sebenarnya aku tahu apa keinginan Mas Rafi, sebagai seorang istri memang seharusnya melayani suaminya tapi aku takut dia sudah berhubungan dengan Raina jadi lebih baik aku menolak, aku jijik jika memang bekas Raina dan takut kalau aku tertular penyakit HIV.
"Maaf, untuk hari ini dan seminggu ke depan kamu aku blokir, aku lagi haid."jawabku berbohong. Padahal aku sama sekali tidak haid dari ini namun ini adalah cara ampuh untuk menolaknya.
Tak tega rasanya tapi aku harus tetap tega! Dia aja berani serong ya harus berani kehilangan dong.
"Yauda Mas mau ke kamar dulu, mau tidur," ucap Mas rafi terlihat sangat lemas.
Aku tersenyum lalu segera memeluknya dari belakang,"Maaf," ucapku.
__ADS_1
Mas Rafi genggam tanganku yang melingkar di pinggangnya, kepala menoleh ke wajahku yang aku sadarkan di bahu kirinya.
Cup
Aku mencium pipi kirinya dengan mesra, tak bisa aku pungkiri bahwa aku rindu suasana hangat bersama Mas Rafi yang telah hilang.
"Lagi kenapa kamu?"tanya Mas Rafi seolah merasa aneh dengan tingkahku. Padahal dulu kami sering melakukannya sebagai tanda cinta tapi sekarang ia malah lupa.
"Nggak papa ya sudah sana Mas tidur," ucapku melepas pelukannya.
"Iya, kamu jangan tidur malem-malem ya," balas Mas Rafi yang langsung melenggang pergi begitu saja.
Itu seperti bukan Mas Rafi ku yang dulu.
Dulu, biasanya ia selalu mencium kening ku sebelum tidur dan bangun tidur, tetapi sekarang semuanya tidak terjadi seakan tingkah keromantisannya lenyap begitu saja.
Itu semua gara-gara Raina! Dia yang telah menghancurkan rumah tangga ku yang semula baik-baik saja.
__ADS_1
Memang benar kata orang, ketika kita sedang berada di atas pasti ada saja kuntil yang nempel.
Sudahlah aku harus fokus mempersiapkan segala pertanyaan yang dilontarkan saat persidangan nanti. Hatiku pun mantap meninggalkan Mas Rafi. Biarkan ia bebas dan hidup bahagia dengan wanita sundel itu. Begitu pun aku yang mencari kebebasan dan kebahagian bersama putri tercintaku.