
"Sudahlah Mas, biarin aja." Raina ambil suara.
"Kita memangkan ada hubungan selama ini. Dianya aja yang bodoh. Percaya banget sama suaminya."
"Dasar kau ya, wanita tak tau diri, tak tau untung kurang baik apa aku selama ini." aku berjalan mendekat ke arah Raina.
"Kau aja yang bodoh,"
plakkk
Ku tampar pipi Raina keras hingga ngecap lima jariku di pipinya.
"Kau yang bodoh, dasar wanita murahan. keluar kau dari rumahku" ku seret tubuh Raina ku bawah keluar dari rumah, menghempasnya kuat ke tanah hingga ia tersungkur ke lantai.
"Jangan perna lagi kau masuk ke rumahku. Aku ngak sudih melihatmu di sini. Pergilah jangan usik ketentraman keluargaku."
"Pergi kau...." tanganku menunjuk ke arah gerbang.
Aku menoleh ke samping, melihat kayu kecil di samping pot-pot bunga. Aku berjalan mengambilnya. Memukulnya ke arah Raina berulang-ulang hingga memar sambil memakinya.
huh sungguh senangnya aku, akhirnya aku bisa merasakan semua ini. Sudah berbulan-bulan aku menahannya dan akhirnya hari ini kesampaian juga.
Hua....
Rasanya aku tak menginginkan untuk berhenti memukulnya.
Aku belum puas memukulnya.
aku ingin terus memukulnya dan memukulnya.
Plakk... plakkk....
"May..." Panggil Mas Rafi, mengambil paksa kayu yang ku genggam.
Plakkk....
Mas Rafi menampar pipi.
__ADS_1
what??
Aku di tampar demi membelah wanita itu.
Baru kali ini di main tangan , hanya demi wanita itu.
Sakitttt.....
Sungguh sakit sekali, tidak hanya hatiku, fisikku pun ia sakiti.
Aku tidak terima.
sangat tidak terima.
"Apa-apaan kau ini ...." Ucap Mas Rafi geram membantu Raina berdiri memeluknya membawahnya kedalam dekapannya.
"Mas yang apa-apa. hanya demi wanita itu Mas berani menamparku. Salahku apa? Apa salah aku memberinya pelajaran?"
"Jelas salah."jawab Mas Rafi.
"Dari mananya??"
"Yang seharusnya keluar itu kamu."Mas Rafi menarik melempar ku hingga aku tersungkur ke lantai.
Aww...
Lagi-lagi Mas Rafi berlaku kasar kepadaku.
Awas kalian. Akan aku balas lebih kejam dari apa yang kalian lakukan ini.
"Bawah barang-barang mu keluar dari rumahku. Mulai sekarang aku menalakmu.... kau bukan lagi istriku...."
"Aku akan urus surat-suratnya...!"
Aku bangun dengan senyum menyeringai. tanpa permisi aku kembali masuk ke dalam rumah. Masuk ke dalam kamarku. Mas Rafi berulang-ulang meneriaki ku, namun aku tetap melangkah menuju kamarku.
Tak lama kemudian aku keluar dengan menenteng koper di tanganku.
__ADS_1
Ku lemparkan ke arah Mas Rafi di depanku.
"Kau salah Mas, namun aku berterima kasih. Kau sudah menalak ku. Hingga mempermudah perkerjaanku. Mulai saat ini, detik ini kita tidak punya hubungan apapun. Masalah surat-surat perceraian. Kamu tenang saja aku sudah mengurusnya tinggal kamu tanda tangani dan kita sudah sah cerai secara agama maupun negara. Tinggal menunggu sidang keputusannya saja." Aku melempar surat pengadilan ke arah muka Mas Rafi dan jatuh ke lantai
Mas Rafi memungutnya dan terheran
"Untuk angkat kaki dari rumah ini. Aku persilahkan kamu, Mas Rafi angkat kaki dari rumah ini. Aku yang lebih berhak menepati karna aku memiliki hak asuh atas Thea. dan Thea adalah pemilik rumah ini."
"Kapan kau mengurusnya. Apa maksudmu rumah ini milik Thea dan hak asuh itu jauh ke tanganmu."
"Ngak perlu kau tau semuanya bagaimana aku bisa melakukan nya."
" Aku rasa kamu lupa siapa Maysa, Mantan istrimu beberapa menit lalu?"
"Jadi selama ini kau sudah tau hubungan aku dengan Raina?"
"Otak mu mulai berkerja rupanya. Namun itu tak perlu dijabarkan. Sekarang kalian berdua angkat kaki dari rumah ini. Aku ngk sudih rumahku di injak oleh pembawa kotoran disini."
"keluar kalian dari rumahku! Keluar.....! pinta ku keras.
"May- Maysa maafkan aku aku salah. Aku janji tidak akan mengulangi kembali kesalahanku. Aku mau kita rujuk kembali May..., Maafkan Mas, May ....!" Mohonnya dengan tertunduk lesuh di bawahku.
"Oh maaf baru beberapa menit yang lalu. Mas ceraikan aku demi wanita simpanan mu. Dan sekarang kau mintak rujuk. Maaf aku tidak bisa."
"Sekarang kau keluar dari rumahku. Dan jika kau laki-laki sejati dan mau berubah tidak mengulangi lagi kesalahanmu. Ikhlas kan aku pergi, biarkan kami menjalankan hidup kami tanpa kamu, tanpa sesosok ayah untuk Thea, bukankan ini yang kau mintak tadi. Kau sendiri yang memulaikan. Awalnya aku ingin lihat apa kau berubah, namun aku salah kau tetap sama. lelaki breng***k?Ucapku penuh penekan.
"Sekarang pergilah, ke luarlah dari rumahku. jangan perna kembali lagi....!" pintaku lagi.
Mas Rafi berjalan pelan menenteng kopernya dan mengandeng tangan Raina keluar dari rumahku.
Ku lihat punggung Mas Rafi yang semangkin lama semakin tak terlihat. Berjalan ke pintu menutupnya dan menguncinya.
Aku duduk di atas sofa milikku, terdiam sebentar ingin menenangkan diri.
Jangan tanya lagi!
Bagaimana perasaan ku saat ini?.
__ADS_1
Antara bahagia, sedih, kecewa campur aduk jadi satu.
Aku bahagia, akhirnya aku terbebas darinya. Aku sedih, Ku kira aku wanita yang kuat namun aku salah. Aku tetaplah wanita. yang memiliki hati yang mudah rapuh.