Suamiku Selingkuh, Aku Main Cantik

Suamiku Selingkuh, Aku Main Cantik
Part 37


__ADS_3

"nyang... Kok diem sihh?" Ucap Raina. Membuyarkan lamunan Rafi.


"Yang...." Raina mengguncangkan lengan Rafi.


"Iya Rai, Apa?" Jawab Rafi sadar dari lamunannya.


"kamu mau kan beliin tas tadi?"


"Tidak, beli aja sendiri."jawab Rafi spontan.


"kok gitu sih nyang...?" Tanya Raina heran.


"Ngak biasanya kamu kasar sama aku. Biasanya juga kamu kalau panggil aku ngak perna nama ku pasti pakai sayang atau hal lain yang romantis gitu?"


Rafi hanya diam dan tetap fokus menonton TV.


"Yang..." Panggil Raina mengguncangkan lengan Rafi kembali.


"Apa sihh....?"Ucap Rafi tak senang.


"Kamu mau kan beliin, aku tas tadi!" Pinta Raina


"Jawab dong yang!" Ucap Raina lagi-lagi melihat Rafi hanya diam saja.


"kalau aku bilang ngk ya ngk, kenapa maksa." jawab Rafi sedikit keras.


"Kamu kok gitu sihh, yang. biasanya kamu selalu manis denganku? Apa karena Maysa? Maysa sudah tau hubungan kita?"


Rafi hanya diam


"Jawab yang! Benar tidak , kalau Maysa tau?" Tanya Raina penasaran.


Jujur aja ia masih belum rela, kalau sampai istri bodohnya Rafi sudah tau hubungan nya dengan suami. yang sama-sama oon nya. Ia belum relah jika kalah ATM berjalannya berhenti sampai disini. Jika dia belum sampai menguras semua harta yang dimiliki Rafi.


"Aku ngak tau." jawab Rafi.


"Lalu kenapa kamu terlihat bete seperti ini. Kan ada aku yang. Aku bisa memberikan apa yang kamu mau dan apa yang kamu butuhkan."


"aku juga ngk tau,"


Raina menatap wajah Rafi bingung.

__ADS_1


"Aku khawatir saja, aku takut kalau sampai Maysa tau hubungan kita. Bagiamana dengan hidupku selanjutnya,"


"Jujur aja, aku masih membutuhkan nya." Ucap Rafi.


"Apa yang kamu butuhkan. Aku bisa memberikan semua apa yang Maysa miliki ke kamu." Jawab Raina tak terima.


"Aku butuh dia, karna hanya dia yang bisa mengola resto. Selama ini aku hanya diam menikmati semua ini hasil dari kerja kerasnya."


"Hanya itu?" Ucap Raina seakan meremehkan.


"Hmm"


"Tenang saja. Aku biasa mengola bisnis kamu. Kamu hanya butuh menggubah aset nama resto ke kamu," jawab Raina tanpa beban.


Pikir Riana, jika sampai harta Rafi ada di tanyanya, maka ia akan dengan mudahnya merebutnya dari tangan Rafi . Setelah itu meninggalkan nya begitu saja.


"Setelah resto itu sepenuhnya milik kamu, kita akan nikah dan hidup bersama sampai maut memisahkan," ucap Raina lagi.


" Tak semudah itu menggurus resto Rai." Ucap Rafi meremehkan Raina.


"Kamu ngk percaya. Akan aku buktikan,"


"Dengan jawab?" Tanya Rafi.


"Tidak bisa!" Tentang Rafi.


"Kenapa?"


"Karna Resto dipegang Maysa, bahkan aku sendiri mau ambil uang di sana pun di larang. Harus izin ke Maysa terlebih dahulu."


"Kok gitu, kan kamu juga berhak atas resto tersebut?" Tanya Raina heran.


"Aku pun juga tidak tau."


"Bahkan aku kemarin mintak uang ke Maysa, hanya di transfer lima puluh juta dalam seminggu."


"What lima puluh jutaan?"


Rafi mengganggu, sebagai bentuk ucapan benar apa adanya.


"Uang lima puluh juta, bisanya di buat beli apaan? Buat beli tas sama baju aja kurang, apa lagi buat seminggu."

__ADS_1


"Memang ngk ada otak ya, istrimu itu," ucap Raina lagi.


"Oleh karna itu aku pun bingung," ucap Rafi


"Jadi, ini yang buat kamu bingung. Hingga kamu tidak mau beliin aku tak tadi."


" Bisa jadi." Jawab Rafi sedih.


"Sudahlah kamu tenang aja, tidak perlu bingung. Istri bodoh mu itu pasti dengan mudahnya akan aku tipu nanti. Serahkan saja kepadaku."


"Aku akan buat ia mengizinkan kamu ambil uang di resto. Bukan hanya ambil, tapi juga memiliki nya sepenuhnya," ucap Raina tersenyum sinis.


"Apa kamu yakin?" Tanya Rafi.


"Sangat yakin," memandang jawab Rafi dengan senyum yang tidak bisa diartikan. " Serahkan saja semua ini aku,"


"Baiklah, aku percaya padamu,"


"Terima kasih," Raina memeluk Rafi dengan manja.


"Sama-sama, sayang," Ucap Rafi membalas pelukan Raina dengan sayang.


"Sekarang kamu, maun kan beliin aku tas?" Tanya Raina.


"Uang ku hanya lima puluh juta Rai," ucap Rafi.


"Tidak masalah, kamu bisa mintak lagi ke istri bodoh mu itu."


"Bagaimana caranya,"


"Kamu pikir dong sayang, masak kamu serahin semua ke aku. Kamu pasti tau caranya,"


Rafi diam, berfikir sejenak.


"Baiklah, nanti akan aku pikirkan. Kamu bilang kan tadi mau aku beliin tak yang kamu mau kan?"


Riana mengganggu sebagai jawaban.


"Baiklah akan aku belikan sekarang juga."


"Beneran sayang?"

__ADS_1


"Iya..."


"Makasih" ucap Raina memeluk Rafi manja lagi.


__ADS_2