
Tok...tok...tokk...." Suara ketukan pintu.
"Ggggrrrhhhh....siapa sihh ngk tau malam- malam apa" Ucapnya geram.
Ia berfikir sejenak, " Apa jangan-jangan maysa. pulang dan tidak jadi berlibur" Ia berlari ke arah pintu depan tak sabar membukanya.
Clekk
"May, kau pulang," ucapnya membuka pintu
Deng
Namun naas, yang didapatkan tidak sesuai dengan harapnya.
"ngapain kau kemari, pergilah aku ingin sendiri!" pintanya geram pada wanita di depannya.
Ia hendak menutup pintu, namun terhalang perempuan tersebut menghalanginya.
__ADS_1
"Kenapa kau marah sayang, kau tidak senang melihatku disini. Apa kau lupa yang telah sejadi selama ini."
"Ia aku lupa sudah sana pergilah!" ucap Rafi semakin geram.
"Huusss..." Perempuan tersebut membungkam mulut Rafi dengan telunjuknya.
Bergelayut manja ke Rafi mengalunkan tangannya ke leher Rafi. Perempuan tersebut mencoba menciumnya, namun Rafi terus menghindar.
Tangan perempuan tersebut menyentuh wajah Rafi dengan kedua tangan nya mengarahkan ke wajahnya.
"Ada apa sayang?" tanya wanita tersebut. Perempuan tersebut memalingkan wajahnya ke kanan dan ke kiri dengan bola mata terus bergerak seperti elang, mencari suatu yang belum tercapai.
"Kenapa ngak kelihatan batang hidungnya? Apa ia sudah tidur? Tapi ku lihat di garasimu mobilmu tidak ada? Apa dia keluar?" tanya wanita tersebut bertubi-tubi.
Ia lepas rengkuhan manjanya, berjalan masuk ke dalam rumah Rafi tanpa meminta izin ke tuan rumahnya terlebih dahulu.
"Tuh kan bener, dia tidak ada di dalam."ucapnya menoleh ke Rafi yang hanya diam mematung di dalam pintu.
__ADS_1
"Sayang..." Perempuan tersebut memeluk manja Rafi dari belakang punggung nya.
Rafi melepas pelukan perempuan tersebut, memutar tubuhnya, menghadapkan ke arah perempuan itu.
"Keluar kau! Siapa yang menyuruhmu masuk?" Rafi menarik kasar tangan perempuan tersebut. melempar kasar ke luar rumah.
"Auww... sakit nyang." rintih nya. Bangun membenahi tubuhnya yang sedikit berantakan.
"Sayang... Kamu tuh kenapa sihh? Aku baik-baik loh datang kesini hanya demi kamu nyang?"
"Sudah ku bilang pergi, ya pergi Rai." Teriaknya keras.
" Kamu bisa dengar ngk si Rai" ucap Rafi pada wanita selingkuhan,
Ya dia adalah Raina. wanita penguntit yang akhir-akhir mengganggu ketentraman rumah tangga May.
"Sayang jangan marah dong!" pintah nya manja.
__ADS_1
Bukan Raina namanya kalau ia tidak bisa menaklukkan hati Rafi. Dengan beberapa kata saja Rafi Akhirnya Lulu. Memperbolehkan Raisa masuk merengkuh pinggang Raisa manja.
Di Bali pohon besar depan rumahnya Rafi terdapat seorang lelaki yang sedari tadi sudah memantau dua sejoli yang tak lain adalah Rafi dan Raina. Sejak dari mereka bertengkar dan kembali akur dengan mesranya. Lelaki tersebut sudah memotret nya mengirimkan nya ke orang yang menyuruhnya.