
"Ma... Thea berakat dulu ya." pamit putriku mencium tanganku dengan hormat.
"Tidak sarapan dulu sayang? Sudah Mama siapkan sarapanya, nanti kamu sakit kalau tidak makan!" pinta ku pada putriku.
"Tidak ma... ini sudah jam setengah tujuh. Nanti telat ke sekolahnya kalau Thea makan dulu." bantah putriku sambil melirik jam tangan yang melingkar di tangannya.
"Nanti kamu sakit sayang..."
"Nanti Thea makan di kantin, Mama tenang aja ya," jawab putriku.
"Yah udah. ingat Bawah mobilnya Jangan ngebut-ngebut! Mama tidak mau kalau sampai kamu terjadi apa-apa."
"Hanya kamu yang Mama punya saat ini." ingat ku pada putriku yang sudah menginjak bangku SMA.
"Iya Mama ku sayang..." Thea merangkul ku dengan sayang.
"Dahh, Ma. Thea berangkat dulu keburu telat," Thea mencium pipi ku, dan bersalaman kembali setelah itu ia pergi ke sekolah.
Sepuluh tahun berlalu. Akhinya aku sah bercerai dengan Mas Rafi baik secara agama mau pun negara.
Berbagai bantahan dan penolakan Mas Rafi saat sidang keputusan majlis hakim. Mas Rafi tetap kekeh ingin melanjutkan pernikahan nya dengan merujuk ku kembali. Namun aku tetap kokoh dengan pendirianku, aku menolak keras ajakannya, aku tidak mau tersakitin kembali.
Yah walau pun sejak kejadian itu banyak perubahan yang dia tampakkan. Dia sering berusaha merebut hatiku kembali. Namun hati ini sudah tertutup atas ulahnya. Tidak ada menjadi jaminan untukku, jika aku menerimanya kembali dia tidak akan mengulang kembali kesalahan nya.
Sidang yang lalu majlis hakim sempat mempertimbangkan permintaan Mas Rafi. Namun aku membantahnya, aku serahkan beberapa bukti atas penghianatan nya, bahkan orang tua kandung Mas Rafi pun tidak menerima kalau aku akan rujuk kembali dengan anak mereka.
Mereka sangat kecewa atas apa yang dilakukan anakknya terhadap diriku. Terutama Papa Randi ayah kandung Mas Rafi. Beliau marah besar pada putranya hingga dia diusir dari rumahnya dan dicoret dari kartu keluarga.
__ADS_1
Aku tau perasaan Papa. Karna tidak bisa mendidik anaknya dengan baik, Papa memang bangga dengan kecerdasan putranya dalam ilmu pendidikan. Tapi Papa lebih bangga jika seorang anak bisa mendahukan adabnya yang bisa menghargai orang lain.
Pada hari itu, aku sungguh terharu dengan perkataan Papa.
Papa mengatakan "Jika kamu menyakiti orang lain terlebih itu seorang wanita, sama saja kamu sudah menyakiti Mamamu!" Ucap Papa Randi. Mas Rafi tertunduk dia menangis di kaki Papanya, dia menciumi kaki Papanya.
Mas Rafi berulang-ulang kali mengatakan kata maaf dan mengatakan "Papa sudah mendidik Rafi dengan baik, ini semua salah Rafi. Rafi memang anak yang tidak tahu di untung, tidak pernah menghargai perjuangan Papa dan Mama. Anak yang tidak beradab, anak yang hanya mementingkan diri sendiri tanpa memikirkan orang lain. Rafi tahu Papa kecewa, tapi Rafi mohon. Maafkan Rafi Pa!'' pinta Mas Rafi dengan memohon.
"Seharusnya ucapan maafmu itu kau tujukan pada Maysa. Dia orang yang sudah benar benar kau sakiti!" ujar Papa Randi menatap sendu pada putranya.
"Rafi sudah pernah minta maaf padanya, tapi Maysa tidak memaafkanku Pa,!" ucap Mas Rafi.
"itu artinya dia sangat sangatlah kecewa dengan dirimu,"
"Kamu tau orang yang paling terluka dari pada Maysa? Dia adalah Mamamu, Orang yang telah melahirkanmu, membesarkan mu, hingga kau tumbuh sebesar ini. Tanpa sadar kamu juga melukainya. Kamu tidak bisa menjaga dan menghargai seorang wanita. Tapi kau hanya bisa menyakiti seorang wanita!" Papa menatap seduk istrinya.
Aku berjalan mendekat ke arah Mama yang sedang duduk di atas sofa dengan berlinang air mata yang terus keluar dari matanya.
Aku memeluk Mama. " Sudah ya Ma, jangan sedih lagi. Maysa tidak papa kok Ma." tak terasa air mataku jatuh tanpa permisi.
Aku tidak ingin kedua mertua ku sedih seperti ini. Mereka sudah ku anggap orang tua kandungku sendiri.
"Tidak May. Ini semua salah Mama. Mama tidak bisa mendidik anak Mama. Maaf... Maafin Mama!"
Ku hapus Air mata Mama." Ini semua takdir yang harus Maysa jalani. Ini bukan salah Mama. Mama dan Papa tidak pernah salah dalam mendidik Mas Rafi. Hanya saja Mas Rafi tidak pernah menerapkan ajaran Mama hingga berakhir seperti itu?"
Ku hapus air mataku cepat" Mama Lihat Maysa. Maysa tidak akan perna menyalahkan siapa pun dalam masalah ini. Maysa hanya butuh dukungan Mama dan Papa dalam sidang penceraian nanti Lagi pula Maysa sudah bukan lagi istri Mas Rafi sejak Mas Rafi menjatuhkan talak ke May pada waktu itu."
__ADS_1
"Mama sama Papa maukan dukung Maysa. Maysa sangat berharap atas dukungan Mama."
"Pasti sayang. Mama dan Papa pasti mendukung keputusanmu. Carilah kebahagiaan baru mu, tinggalkan putra Mama. Mama ingin melihatmu bahagia. Mama sudah menganggapmu seperti putri kadung Mama. Maman akan selalu mendukung apa pun itu keputusanmu sayang," ucap Mama dengan tulus.
Aku terharu. Aku langsung memeluk Mama mengucapkan beribu-ribu kata terima kasih untuk Mama dan Papa yang selalu ada di saat aku butuhkan.
Mereka bukan orang tua kandungku namun mereka menganggap ku sebagai putrinya. Betapa bahagianya aku. Mendapatkan dukungan dari kedua mertua ku.
Sejak peristiwa itu, Mas Rafi diusir dari rumah Papa. Dan aku memulai kehidupan baruku dengan putriku.
Sedangkan Mas Rafi aku tidak tau bagaimana kehidupannya sekarang. Yang ku tau, Mama dan Papa tidak pernah mengizinkan putranya kembali ke rumah mereka dan semua harta Mas Rafi jatuh ke tanganku atas nama putriku. Awalnya Mas Rafi menolak karna tidak mendapatkan harta Gono gini sama sekali. Aku tidak kehabisan akal ku keluarkan semua bukti tentang perselingkuhannya. Tentang dia mengeluarkan uang ratusan juta hampir milyaran demi wanita itu. Ku hitung itu sebagai harta yang dia peroleh, itukan sudah banyak.
Untuk Raina Aku rasa tidak perlu menjelaskan panjang kali lebar.
Kalian pasti pada tau. Yang namanya ulat bulu, saat mangsa yang satu lepas, ia cari mangsa yang lain. Tak perduli dia sudah di permalukan bahkan di usir dari area kompleks secara tidak baik pun dia tetap akan seperti itu. Aku tidak ingin membalasnya lagi.Bagiku sudah cukup sampai sini permainannya.
Toh semua sudah selesai. Harta Mas Rafi sudah ada di tanganku, orang tua Mas Rafi lebih mendukungku dari pada anaknya dan kini hidupku jauh lebih baik dari sebelumnya.
Allah tidak tidur dan maha tau. Aku yakin suatu saat Raina ataupun Mas Rafi akan menerima karmanya jauh lebih berat dari permainan yang selama ini aku mainkan.
Aku tetap sendiri aku tidak ingin mencari suami pengganti. Fokus ku hanya masa depan putriku. Aku ingin putriku tidak kurang kasih sayang dari orang tuanya. Aku tetap mengizinkan Mas Rafi menemui putriku, namun aku membatasinya.
Kini hidup ku sudah lebih baik dari sebelumnya. Aku mempunyai banyak cabang resto baik resto lama maupun baru di luar kota maupun dalam. Resto baru yang ku bangun tidak sia-sia. Kini menjadi resto favorit kalangan remaja dan memiliki cabang dari berbagai kota di Indonesia.
Inilah hidup tak semua apa yang kita banyangkan akan menjadi kenyataan. Aku ingin menjalani rumah Tangga sampai Jannah. Namun Allah masih belum mengizinkan kami untuk bersatu selamanya. Hingga Akhirnya kami terpisah di tengah jalan.
Penceraian, perselingkuhan memang sering terjadi di sekitar kita.
__ADS_1
Hanya satu bedanya, cara kita menyelesaikannya. Entah itu berakhir bahagia atau sebaliknya.
Untuk kalian para wanita yang mengalami hal yang sama sepertiku. Jangan menggelu, pasrah, atau hanya nangis aja. Jangan pernah menangis, air mata yang kita keluarkan itu mahal untuk menangis lelaki seperti mantan suamiku. Buat mereka jera, ingatkan kembali kondrat wanita suamimu. Buat mereka tunduk dan Pasrah di kakimu. Di balik kita membalas penghianatan mereka, kita juga bisa memberikan sedikit kebaikan terhadap wanita selingkuhan suamimu, dengan membawanya menjadi wanita yang lebih baik lagi. Dan kamu jangan menyerah buktikan kamu bisa sukses tanpa campur tangan mantan suamimu.