Suamiku Selingkuh, Aku Main Cantik

Suamiku Selingkuh, Aku Main Cantik
Part 15


__ADS_3

Malam ini, tepat pukul sebelas malam seluruh komplek mati lampu, aku rasa mungkin ini karena perbaikan dari PLN tapi kenapa harus malam? Untungnya aku memilih stok lampu emergency yang banyak di seluruh ruangan, jadi tidak Khawatir gelap-gelapan ya walupun hanya bertahan tiga jam saja.


Aku mencoba keluar rumah, dimana-mana gelap gulita. Mungkin semua orang sudah tidur jadi tidak terganggu dengan adanya mati lampu.


Brakk.


Pintu pagar ku terbuka kencang yang spontan membuat aku jingkrak karena terkejut.


Lebih terkejut lagi tenyata yang melakukan


itu sundel bolong!


Mau apa dia kemari malam-malam.


"Mbak May," jerit Raina ketakutan sambil berlari ke arahku.


Ia berlari kenceng dan dalam keadaan gelap sehingga tak sadar jika dia harus menaiki tangga, alhasil ia terjatuh. Ingin aku tertawa rasanya senang melihat orang yang membuat rumah tanggaku berantakan itu terjatuh, tapi diri ini masih memiliki hati nurani walau sedikit.


"Hati-hati, Mbak!" Ucap ku prihatin.


"Telat, Mbak. Saya udah jatuh duluan," jawab Raina sambil mendengus.


Syukurin emang enak!!


"Lagian Mbak Raina ini kenapa? Kok tiba-tiba lari begitu? Hati-hati makanya," ujarku sambil membantunya berdiri.


Aku baik ya?


Makasih!


"Saya takut, Mbak!" Raina langsung memelukku.


Hadeuh, apa lagi ini?

__ADS_1


"Takut kenapa?" Tanyaku.


"Saya phobia gelap, mbak. Saya taku."jawabnya sambil terus memelukku dengan erat


Saking eratnya ia memeluk, aku merasa bahwa hidup ku tinggal sebentar lagi. Bagaimana tidak? Jika dia memeluk ku sangat kencang membuat ku sesak nafas.


"Mbak, jangan erat-erat, nanti saya mati kan nggak lucu," ujar ku sambil berusaha melepas tangannya dari tubuhku.


Di peluk sama pelakor sendiri?


Rasanya bagaimana.


Jawabnya, ya pasti tanganku gatal! Ingin menjambak rambutnya sambil teriak-teriak tak tahu diri padanya.


Tetapi, itu semua tidak terjadi kan? Karena aku, menahan semua emosiku.


Sesuatu yang di lakukan dengan emosi tidak akan berbuah baik, malah akhirnya nanti menyesal


"Mbak saya takut...." ucap Raina sambil melonggarkan pelukannya.


"Maaf Mbak aku Kemari karena ketakutan,"


Aku mencium bau-bau tidak beres ini.


"Lalu?" Tanya ku.


"Jadi begini Mbak, saya kan nggak bisa tidur dalam keadaan ketakutan. Jadi, boleh kan saya menginap di rumah mbak semalam saja?"


What? Apa kata dia? Menginap di rumah ku?


Pelakor tidak tahu diri, seperti rata-rata semua pelakor pasti menjaga jarak dengan istri sahnya tapi ini malah kebalikannya. Entah memang kebalik tau otaknya yang kebalik.


"Aduh, mbak Rai..."

__ADS_1


"Please, Mbak. Masa tega sihh lihat saya ketakutan begini," potong Raina cepat.


'Hay, Juminten. Mau kau ketakutan kek, mau


gimana kek, mau mati sekalipun saya nggak peduli!' Batin ku bersuara kesal.


"Ayolah Mbak, dikasihani saya," ucapnya memohon.


Dari sekian banyak rumah dan tetangga, kenapa dia malah memilih menginap di rumahku? Padahal ada tetangga yang lebih dekat dengan rumahnya. Bukan aku tidak mau mengizinkan tapi...


Ya memang tidak sudi!


"Ayolah, Mbak...."


"kenapa harus di rumah saya. bukanya di samping rumah mu ada tentangga yang lebih dekatkan."


"Iya Mbak tapi saya tidak begitu akrab dengan mereka. Lagian ini juga sudah malam mereka pasti pada tidur semua kan nggak enak bangunkan orang malam-malam."


"Ayolah Mbak boleh ya, saya nginap disini. Semalam saja!" Ucapnya bernada melas.


"Apa Mbak nggak kasihan melihat saya ketakutan seperti ini,"


"Bukannya saya tidak mengijinkan Mbak nginap disini. Tapi Mbak tau sendirikan saya tinggal sama siapa, sedangkan Mbak sendiri siapa,"


"Iya Mbak saya tau saya janda, tapi saya akan berjanji pada Mbak saya akan menjaga adap saya selama nginap dimari."


"Boleh ya Mbak, please?"


Dengan sangat terpaksa dan berat hati akhirnya aku mengangguk pelan.


"Yeyyy, terima kasih Mbak," ujar Raina langsung berlari masuk ke dalam rumahku.


Heh Juminten bin jamali bin kartun! Seenaknya saja masuk ketika si pemilik rumah belum

__ADS_1


Sabar May, sabar. Kan tadi kamu sendiri yang mengizinkannya.


__ADS_2