Suara Di Kepala Sang Rival

Suara Di Kepala Sang Rival
Bab 10: Konstruk 3+ Ilustrasi Karakter


__ADS_3

Setelah Pembicaraan mereka yang agak berat Verite, Helian dan Caena sampai ke Bloom and Gloom untuk melakukan pekerjaan mereka.


Ini adalah hari Pertama Caena bekerja Bloom and Gloom, dia memperkenalkan dirinya kepada Miss Gloom dan mendapat respon yang yang sama dengan Verite dan Helian, dia mendapat  panggilan 'hijau keriting' dari Miss Gloom.


Helian kembali bekerja di ruang belakang toko, Verite jadi penasaran apa isi ruang itu sehingga Helian selalu terlihat lelah ketika pekerjaannya selesai, godaan untuk mengintip masuk sempat datang ke pikiran Verite tetapi dia menolaknya dengan mudah, Verite tidak mau memotong jembatan dengan satu satunya toko Thaumaturgy dengan jarak jalan Dari Blooming Bud.


Sekarang Verite menyortir barang baru dan memasukkan mereka ke ke display toko, tentunya dia di bantu Caena yang melakukan pekerjaannya dengan baik, Caena adalah anak yang rajin, Verite tahu itu karena dia sudah menjadi teman sekamarnya semalam bertahun tahun jadi dia tidak ragu lagi bahwa Cane bisa melakukan pekerjaan ini dengan mudah.


"Jadi ini keseharian kamu Verite?" Bilang Caena sambil membawa kotak kayu mana baru dan memasukkannya ke bawah rak.


"Iya jawab Verite, "ini adalah rutinitas yang ku alami selama bekerja di toko ini tetapi kamu belum merasakan Rush hour toko ini."


"Rush hour?" Tanya Caene. "Apa itu rush hour?"


Verite tidak sadar dia sudah menggunakan kata kata yang berasal dari dunia Mefras, dia rasa komen komen Mefras mulai menempel di kepalanya,


'Iya iya ini salahku, ini bukan karena kamu memintaku untuk menayangkan sebuah film di kepalamu sebelum tidur.' Mefras menyindir kebiasaan baru Verite setelah dia mengetahui kemampuan Mefras untuk menayangkan hiburan di kepalanya.


"Rush hour itu berarti jam ramai, kamu tunggu aja pas para pembeli datang, kita aka kewalahan." Jelas Verite.


"Memangnya toko Thaumaturgy itu seramai itu ya?" Tanya Caena.


"Tidak sih, mereka paling datang dua atau tiga orang sekali datang, tetapi jumlah orderan mereka hampir sama dengan sekitar orderan masakan sebuah pasukan, aku harus menghitung dan memeriksa apa yang diminta dengan cepat dan rapi, kamu harus berhati hati dan juga harus cepat dalam melayani mereka karena pembeli adalah orang orang yang tak sabaran." Tak lama Verite berkata bel pintu berbunyi dan beberapa orang yang berpakaian mencolok masuk ke dalam toko.


'Ngomong ngomong pakaian para thaumaturgist ini terlihat seperti peneliti dunia ku.' Bilang Mefras. "Aku rasa itu pantas karena mereka dasarnya adalah penemu penemu barang yang membuat kehidupan lebih mudah.'


Verite terkadang tidak tahu cara merespon ketika Mefras membandingkan dunia ini dengan dunia asalnya jadi yang Verite bisa lakukan hanyalah diam dan tidak menghiraukan omongannya, dan sepertinya Mefras juga setuju.


Caena dan Verite bergerak melayani orang orang itu, setelah melakukan semua mereka pergi dengan membawa yang jumlahnya tidak terlihat normal bagi orang biasa.


"Kerja bagus." Bilang Verite ke Cane yang terlihat lelah, memberikannya segelas air.


"T..Terima kasih." Caena bilang, menerima air yang Verite suguhkan. "Kamu tidak bercanda ketika kamu bilang mereka banyak ocehannya."


Verite tidak ingat bilang mereka banyak ocehan tetapi dia menahan dirinya untuk berkomentar.


"Kamu benar benar punya konsentrasi yang tinggi ya. Bisa melakukan banyak hal dalam sekejap." Puji Caena.

__ADS_1


"Tidak kok, kamu belum terbiasa saja." Bilang Verite, Verite juga mempunyai bantuan dari Mefras dan teknik pengaliran mana yang dia latih, itu menambah konsentrasinya.


"Aku harap begitu, ngomong ngomong Helian dimana? Dia sepertinya belum keluar keluar dari ruang belakang." Tanya Caena.


"Ah dia akan keluar sebentar lagi, katanya dia membantu Miss Gloom di belakang tapi aku tidak pernah masuk ke situ sendiri."


"Bagaimana kalau kita intip?" Ajak Caene.


"Jangan." Verite langsung menolaknya.


"Baiklah aku hanya bercanda." Caena menggaruk kepalanya, malu.


Tidak lama kemudian Helian  keluar dari raungan belakang, Miss Gloom mengikuti di belakangnya.


"Sepertinya kalian sudah selesai?" Miss Gloom memeriksa toko. "Kerja bagus, Kamu rambut hijau ku anggap kamu pekerja lanjutan."


"Terima kasih?" Caena tidak tahu cara membalas.


"Ini bayaran kalian dan seperti biasa kalian jam kerja kalian untuk besok." Bilang Miss Gloom sambil membagi uang mereka untuk hari ini.


"Ngomong ngomong bagaimana konstruk kamu Verite? Kamu bisa membangunnya?" Tanya Miss Gloom.


"Helian huh." Miss Gloom melihat Helian dengan tatapan yang berbeda.


Verite mengawasi Helian menggelengkan kepalanya dan percakapan mereka mati begitu saja disitu, jadi akhirnya mereka pulang ke rumah.


'Sepertinya Helian mempunyai sebuah rahasia huh' Mefras berkomentar. 'Dia mungkin ada hubungannya dengan Duke Bloome.'


'Aku akan berterima kasih jika kamu tidak menaruh spekulasi spekulasi yang berbahaya di kepalaku, spekulasi seperti helian menjadi


anak diluar nikah Duke Bloome.' Verite peringatkan, Pikirannya mulai mengambang kemana kemana.


'Aku tidak pernah bilang itu kok, aku hanya bilang mereka mungkin punya hubungan.'Bilang Mefras. "Dan Duke Bloome adalah seorang bangsawan muda yang tampa, dia mungkin memiliki kesalahan muda disini atau di sana kan?


'Apa yang kamu masukkan di pikiran anak berumur delapan tahun Mefras.' Verite ingatkan, dia merasa hal ini adalah hal yang tidak pantas di dengar oleh orang seumurnya.


'maaf, aku terkadang lupa melihat seberapa dewasanya kamu.' Mefras minta maaf, dia sepertinya benar benar merasa bersalah.

__ADS_1


'Iya, aku tidak merasa sungkan berbicara hal seperti tetapi jika itu berhubungan dengan orang yang aku tahu aku akan merasa agak tidak nyaman.' Jelas Verite, dia mengerti perilaku Mefras, tersangkut di kepala Verite Mefras hanya punya Verite untuk berbicara, jadi pagar mulutnya agak kendor.


Ini memperkuat keinginan Verite untuk segera membuat tubuh Mefras.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Esok harinya Verite mengumpulkan Helian dan Caena di halaman belakang Blooming Bud, ini adalah saatnya untuk membangun Thaumaturgy konstruk yang Verite inginkan.


"Kalian sudah selesai membuat bagian kalian?" Tanya Verite.


"Iya, ini." Helian memberikan bagian tangan konstruk ke Verite. "aku langsung menyelesaikannya setelah pulang kemarin."


"Dan ini bagianku." Caena memberikan kaki yang dia ukir ke Verite. "Ini adalah pengalaman yang menarik, setelah membuat kaki sekali pembuat kaki yang lainnya menjadi lebih mudah."


Terima kasih." Bilang Verite. "Dan sekarang aku akan menyatukan mereka."


Verite bergerak menyatukan semua bagian bagian tubuh konstruknya, menggunakan baut spesial yang bisa mengalirkan energy sihir ke kayu mana, proses ini tidak memakan waktu yang lama, setelah beberapa saat di tangan Verite adalah sebuah boneka konstruk yang lengkap.


"Keren."Bilang Caena.


"Iya, itu terlihat bagus."


Verite tidak menjawab, dia mengambil pisau ukirnyadan mulai menulis formula di lengan dan kaki konstruk itu.


"Baiklah, aku akan melakukannya." Verite mulai berkonsentrasi, arus Mana mulai mengalir dari tubuhnya dan ke dalam inti konstruk.


"Verite apa yang kamu lakukan?" Tanya Helian, sepertinya dia menyadari apa yang akan Verite lakukan sedangkan Caena tidak tahu apa yang terjadi.


Verite tidak menghiraukan mereka, dia masih mengalirkan mana ke dalam konstruk sampai ukiran ukiran yang dia tuliskan bersinar merah, perlahan lahan warna kayu coklat berubah menjadi api membara dan Verite mengenalinya sebagai tandanya untuk memulai transfer kesadaran.


'Ayo Mefras, ayo... Berhasil...' Dia berharap sambil melakukan proses pemindahan.


'Sekarang!!!'


'...'


...

__ADS_1



...


__ADS_2