
Sehari sudah berlalu sejak Verite dan Mefras menangani tidak hanya monster yang terlihat di desa teratai tetapi juga bandit yang kebetulan muncul di sana saat Mefras melakukan uji coba fitur tubuh barunya.
Jelasnya Mefras menghancurkan mereka dengan mudah, lima manusia bersenjata melawan raksasa berukuran tiga meter yang dibuat dengan sihir bukanlah pertarungan yang adil.
Biarpun begitu Mefras tidak merasa bersalah sama sekali, karena bandit bandit yang Mefras hajar adalah para pembunuh berdarah dingin yang tidak meninggalkan korban, jika Verite tidak disit Mefras mungkin saja bisa mengambil keadilan dengan tangannya sendiri.
Tentunya itu tidak terjadi dan Mefras menyerahkan mereka ke penjaga desa, dari yang Mefras tahu mereka akan direncanakan untuk dieksekusi karena kejahatan mereka terlalu berat dan Mefras merasa itu adalah hukuman yang pantas.
Mefras sekarang sedang berjalan berkeliling kota, tidak memiliki arah sama sekali, dia menikmati kebebasannya untuk tidak hanya bergerak dan berbicara tetapi juga berinteraksi dengan orang orang yang berada di kota ini, hal yang sulit dicapai ketika dia memakai tubuh konstruk yang hanya berukuran seperti sebuah kucing.
Yang mefras lakukan ini tentunya mendapat pandangan dari warga sekitar karena tidak sering mereka dapat melihat konstruk berukuran tiga meter berjalan berkeliling kota dan ini adalah bagian dari rencana Mefras, dia ingin membuat orang kota ini terbiasa dengannya.
Selagi berjalan dia melihat seorang nenek yang kesulitan mendorong gerobaknya, Mefras bergerak menaruh tangannya di depan gerobak.
“Biar kubantu.” Mefras berkata kepada nenek itu.
“Ah… Terimakasih.” Nenek itu melihat Mefras dengan mata yang lebar sebelum menerima bantuannya.
“Mau dibawa kemana?” Mefras bertanya.
“Kesitu.” Nenek menunjukan arahnya. “Aku ingin membawanya ke rumahku.”
“Baiklah.” Mefras mulai mendorongnya dan nenek itu mengikuti di jalan.
“Apakah nenek selalu melakukan ini sendirian?” Mefras bertanya.
“Tidak, biasanya cucung cucung ku yang membawa makanan pulang tetapi mereka sedang sakit dan pas sekali pembagian supply makanan terjadi hari ini jadi kali ini aku yang datang untuk mengambilnya.” Nenek itu menjelaskan.
“Kebetulan yang tidak tepat ya, memangnya cucung nenek sakit apa?”Mefras bertanya, untungnya sepertinya nenek ini tidak hidup sendirian.
“Hanya demam biasa, tubuh mereka panas dan mereka tidak bisa banyak bergerak.” Nenek menjawab, sepertinya dia tidak terlalu khawatir dengan penyakit yang menjangkit cucung cucung nya.
__ADS_1
“Kita sampai nek.” Mefras berhenti mendorong gerobak, mereka sampai ke tempat yang nenek itu tunjukan.
“Terimakasih…”
“Mefras namaku adalah Mefras, aku konstruk buatan Verite Bloome.”Mefras mengenalkan dirinya.
“Ah, aku mendengar nama itu, dia adalah gadis muda yang membuat mesin pendingin itu kan?” Nenek itu bertanya.
“Iya.” Mefras menjawab sebelum berjalan pergi.
“Sekali lagi terima kasih.” Nenek itu bersuara dari belakang Mefras.
Mefras merasa enak karena hal baik yang dia lakukan, tujuannya adalah membuat dirinya menjadi bagian dari komunitas kota ini dan berjalan dan membantu orang orang yang dia lihat adalah salah satu cara cepat untuk membuat orang orang terbiasa dengannya, yang dia lakukan juga mengharumkan nama Verite tanpa membuat Verite keluar dan melakukannya sendiri jadi itu adalah menang-menang baginya.
Sekali lagi di berjalan dan membantu beberapa orang ditemui, hal yang Mefras lakukan tidaklah rumit atau alama, jika dia melihat orang kesulitan memindahkan barang dia membantunya, jika orang membutuhkan bantuan untuk mencapai tempat tinggi Mefras bisa membantu dan setiap kali dia selesai melakukan itu dia mengucapkan nama Verite dan bagaimana Verite membuat konstruk sepertinya.
Mungkin orang akan berpikir apa yang dia lakukan itu berlebihan tapi Mefras tahu betapa pentingnya hubungan publik itu, lebih lagi jika Verite ingin mengejar untuk menjadi penemu hebat, dukungan dari orang orang akan membantu, Mefras hanya membantu sedikit untuk mempermudah jalan masa depan Verite.
“Ah… Mefras.” Miss Gloom yang duduk di kasir di depan Mefras berbicara, sepertinya dia tidak menduga kedatangan Mefras tetapi dia hanya menunjukannya ekspresi terkejutnya dengan sekilas, dia dengan cepat kembali dengan wajah netral nya, menghela asap rokok herbal di tangannya. “Kamu tumbuh besar Mefras.” Dia bilang tanpa menunjukkan emosi.
"Iya, aku rajin minum susu." Mefras menjawab.
"Jika aku tidak tahu kepribadianmu aku akan mengusirmu dari tempat ini." Miss Gloom menghisap rokoknya.
"Jadi bagaimana pekerja barumu?" Mefras bertanya, dia datang kesini untuk memeriksa keadaan seseorang.
"Ah, si kacamata." Miss Gloom bilang. "Dia… Cukup. Sejak Verite dan Caena berhenti bekerja disini pekerjaanku bertambah cukup banyak dan mencari orang yang kompeten seperti kedua anak itu bukanlah hal yang mudah." miss Gloom kembali menghisap rokoknya.
"Kamu tidak memecatnya langsung, paling tidak dia pasti melakukan sesuatu yang benar kan?" Mefras bilang, Miss Gloom jarang memuji orang tetapi jika kamu bisa bertahan dengannya itu berarti kamu adalah orang yang kompeten.
Miss Gloom menghela nafasnya dan mengeluarkan semua asap di paru parunya. "Aku tidak sekejam itu untuk mengeluarkan orang yang hanya memiliki pakaian di badannya saja, tapi iya, dia memiliki pengalaman di bidang perdagangan yang cukup berguna untuk membantuku." Miss Gloom menjawab.
__ADS_1
Perampokan yang dialami Zorrel oleh para bandit itu meninggalkannya dengan baju yang dipakainya saja, Verite dan Mefras mencoba mencari barang yang perampok itu ambil tapi mereka sepertinya telah menjual barang yang mereka dapat dari Zorrel.
Selagi Mefras dan Miss Gloom berbicara Zorrel masuk ke dalam ruang utama melewati pintu ruang belakang.
“Miss Gloom aku sudah memeriksa semua catatanmu.” Zorrel melapor, sepertinya Miss Gloom menyuruhnya untuk melakukan sesuatu.
Zorrel melihat Mefras juga berada di toko ini dan mulai menyapa, “Ah Mefras, terima kasih lagi telah mengajarkanku kesini.” Dia bilang.
“Kamu harus bilang itu Verite, dia yang mengarahkan ke tempat ini.” Mefras bilang, Verite lah yang memberi ajuan untuk Zorrel bekerja disini dan itu sepertinya hal yang tepat.
“Ah iya, tolong berikan terima kasihku kepadanya.” Zorrel membungkuk.
“Akan aku sampaikan kepadanya.” Mefras mengangguk.
“Jadi apa yang kamu lakukan disini? Verite membutuhkan material untuk researchnya?” Zorrel bertanya, memperbaiki kacamatanya yang turun.
Melihat Zorrel yang sering mengutik kacamatanya Mefras berpikir mungkin Verite bisa membuat kontak lensa untuknya, dia tidak tahu sama sekali dengan kontak lensa tetapi itu tidak mungkin sangat rumit kan?
Saat dia berpikir begitu kata infeksi masuk ke dalam pikirannya.
‘Iya mungkin ini bisa menjadi rumit.’ Dunia ini memiliki banyak hal yang mirip dengan dunianya tetapi itu juga berarti dunia ini memiliki masalah yang sama seperti kesehatan.
Mengembalikan perhatiannya ke Zorrel Mefras menjawab pertanyaannya.
“Tidak ada apa apa, aku hanya berjalan berkeliling saja, menikmati udara segar begitu.”
“Iya, tentu, udara segar, bukan karena kamu menikmati melihat orang dari posisi tinggi.” Miss Gloom memotong.
“Aku mengaku bahwa aku menikmati ketika kamu harus melihat ke atas untuk berbicara denganku.” Mefras mengeluarkan tertawa kecil.
"Oh kamu…" Miss Gloom bilang, memalsukan amarahnya, menyampingkan kepribadiannya yang sulit Miss Gloom adalah orang yang mengerti candaan.
__ADS_1
Pembicaraan mereka berlanjut untuk beberapa saat…