Suara Di Kepala Sang Rival

Suara Di Kepala Sang Rival
Bab 12: Karakter Di Dalam Game


__ADS_3

"Jadi bagaimana kamu bisa tahu banyak tentang ilmu Thaumaturgy?"


Verite bertanya kepada Helian, dia tidak hanya tahu bagaimana cara sebuah konstruk bekerja tetapi dia juga tahu waktu yang dibutuhkan untuk mempelajarinya, jika Helian tahu tentang hal seperti ini pastinya dia bukanlah seorang pemula pikir Verite.


"Iya seperti kamu aku sudah belajar Thaumaturgy." Helian jawab dengan tenang. "tidak seperti kamu tapi aku hanya tahu di bagian teori nya saja, bagian praktikal ku masih kurang."


"Sudah berapa lama kamu belajar?" Caena bertanya.”sepertinya hanya aku yang tidak bisa Thaumaturgy." Dia terlihat di tinggalkan.


"Aku mulai belajar teorinya sejak setahun lalu." Helian menjawab. "Kalau kamu mau belajar aku punya buku yang tidak aku gunakan lagi, aku bisa meminjamkannya untukmu.


"Sungguh?" Caena terlihat senang.


Helian mengangguk.


"Buku itu, judulnya adalah Thaumaturgy untuk pemula oleh C.B?" Verite bertanya.


"Iya." Jawab Helian, itu meyakinkan Verite dengan kecurigaan yang dia dan Mefras rasakan terhadap Helian.


"Selama ini kamu 'bekerja' di Bloom and Gloom adalah kamu berlatih Thaumaturgy?" Verite menanyakan ke kecurigaannya.


"Iya aku hanya belajar bagian praktikal Thaumaturgy dalam waktu yang seperti kamu, tentang mengapa aku melakukan itu aku memilih untuk tidak menjawab." Helian mematikan pembicaraan itu secara langsung, sepertinya dia tidak ingin Verite menggali ke dalam.


"Baiklah." Verite mengalah, mereka adalah teman tetapi mereka tidak sedekat itu Verite bisa bertanya hal pribadi kepadanya.


"Hey hey Verite, kamu punya kemampuan Thaumaturgy lain? Kamu bisa menunjukkannya kepada ku?" Caena menimpa pembicaraan mereka, kata katanya adalah pengalihan pembicaraan yang di harapan.


"Aku biasa beberapa sihir api, aku bisa menunjukkan kamu jika kamu mau." Verite menawarkan, tidak ada salahnya dia menunjukkan sihirnya asal dia melakukannya di tempat tidak terlihat.


'Verite aku minta maaf karena aku mengganggu pembicaraanmu tetapi aku memiliki keadaan darurat yang harus kamu tahu.' Sebuah suara yang familiar muncul di kepala Verite.


'Mefras?' Verite berteriak di dalam pikirannya. 'Kok kamu kembali disini?' dia bertanya.


'Iya... Soal itu adalah yang mau ku bicarakan.' Mefras berkata dengan canggung. 'Setelah kamu berbicara dengan temanmu aku agak merasa di tinggalkan jadi aku pergi untuk berjalan jalan...'


'Kamu pergi berjalan jalan...dan?'


'Aku sepertinya berjalan keluar wilayah jangkauan mana kamu jadi kesadaran ku kembali ke 'tubuh asli' yang menyediakan mana ke konstruk.' Jelas Mefras.


Verite mengerut dahinya, Helian dan Caena merasa kebingungan ketika Verite tiba tiba diam dan dan khawatir ketika dia tiba tiba menunjukan ekspresi kacau.


"Kamu baik baik saja?" Caena bertanya.


"Iya, tapi seperti aku harus mencari Konstruk kita." Jawab Verite. 'Mefras kamu membawanya kemana?' Tanya Verite.


'Itulah masalahnya, aku tidak ingat aku berjalan kemana...'

__ADS_1


"Oh iya konstruk kamu kemana Verite?" Caena menyadari sesuatu yang hilang.


"Maaf teman teman, sepertinya aku harus meminta tolong kalian berdua untuk mencari Konstruk yang Berlari itu."


"Aku tidak tahu bagaimana kamu bisa melakukannya Verite tapi lebih baik kita cepat karena batu mana itu adalah sesuatu yang cukup berharga." Bilang Helian, dia tidak heran lagi dengan hal aneh yang terjadi dengan Verite thaumaturgy.


"Iya maaf ya, tolong bantu aku." Verite meminta bantuan mereka.


"Iya tentu, aku tidak mau kerja kerasku menghilang begitu saja." Bilang Caena.


"Iya sama denganku." Bilang Helian.


"Baiklah, terima kasih."


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Setelah mencari beberapa saat mereka menemukan konstruk itu di tempat yang lumayan jauh dari Blooming Bud, jika Mefras tidak mengingat jalan yang dia ambil saat mereka mencari mereka bisa kehilangan konstruk yang baruk saja mereka buat.


"Wow, aku gak nyangka konstruk ini bisa berjalan sejauh ini." Caena berkata, terkesan dengan jarak yang di raih konstruk itu dengan kakinya.


"Iya, menyampingkan kemampuanmu mengendalikan konstruk,jarak transfer mana kamu cukup jauh." Helian berkomentar juga terkesan.


"Hahaha." Verite hanya bisa tertawa canggung, di tidak mungkin menjelaskan bahwa konstruk itu dikendalikan oleh kesadaran yang berbagi tempat di kepalanya.


"Ngomong ngomong Verite apakah kamu akan memberi nama konstruk ini?" Tanya Caena.


"Iya, memanggilnya sebuah 'konstruk' rasanya tidak benar, itu seperti memanggil boneka kesukaanmu 'boneka'." Jelas Caena.


"Ah." Helian mengangguk.


"Aku sudah memiliki nama untuknya, Mefras." Bilang Verite, memberinya nama yang sama dengan orang di kepalanya.


"Ah, nama yang menarik, apa nama itu punya suatu arti?" Tanya Caena.


'Apakah itu punya arti?' Verite bertanya kepada pemilik nama itu.


'Tidak, itu hanyalah salah satu kata favoritku.' Jawab Mefras, Verite entah kenapa bisa merasakan kesombongannya.


'Biar ku tebak, nama itu adalah nama karakter dari film yang pernah kamu tonton.' Kediaman Mefras adalah semua jawaban yang Verite butuhkan.


"Tidak ada, aku hanya suka itu, atau lebih tepatnya itu adalah salah satu kata favoritku." Verite berkata ke Caena, mengulangi jawaban Mefras terhadap pertanyaannya.


"Jadi Verite, apa yang akan kamu lakukan setelah ini?" Helian bertanya, Verite sudah membuat konstruk, apa berikutnya?


"Aku tidak tahu juga sih, mungkin aku akan membuatnya dapat berbicara dan menambahkan beberapa fitur seperti pergerakan lebih di jar dan pinggan dan mungkin meningkatkan kemampuannya." Bilang Verite, dia sudah punya tubuh untuk Mefras tetapi tubuh itu masih terlalu terbatas untuknya.

__ADS_1


"Ah kalau begitu jika kamu butuh bantuan panggil aku saja, aku mungkin bisa membantumu." Helian menawarkan bantuannya.


'Smooth boy, smooth.' Mefras bersiul di kepala Verite.


'Apa maksudmu Mefras?' Verite bertanya.


'Sepertinya kamu lupa, tapi bocah ini punya perasaan sama kamu.' Mefras menggoda.


'Ah.' Ingatan itu muncul di pikiran Verite.


Melihat Verite diam Helian langsung berkata. "Ah aku tidak punya motif tersembunyi ya, aku hanya ingin membantu temanku." Bilang Helian, dia sepertinya tidak menyembunyikan apa apa.


Verite juga tidak akan tahu cara menjawabnya jika dia benar benar punya 'motif'.


"Iya terima kasih, aku akan datang padamu jika aku butuh bantuan." Jawab Verite


"Jangan lupakan aku!" Caena masuk ke pembicaraan. "Aku teman sekamar kamu." Bilangnya.


Verite tersenyum. "Tentu saja Caena."


Verite merasa senang dia punya teman baik.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Verite sekarang berguling di tempat tidurnya setelah hari yang panjang, dia akhirnya merasakan kelelahan yang tertunda dengan penggunaan sihir pemindahan kesadaran itu.


'Verite?' Mefras menegurnya.


'Iya Mefras?' Verite bangun duduk di tempat tidurnya.


'Jadi aku punya sesuatu yang ingin dibicarakan denganmu, ingin mungkin hanya kebetulan saja tetapi aku rasa kamu pantas tahu tentang ini.'


'Apa yang ingin kamu bicarakan Mefras?' Tanya Verite.


'Kita mungkin berada dalam sebuah dunia game, atau dunia yang game aku pernah mainkan di dasarkan.' Bilang Mefras.


'Game?' Verite sudah mengetahui apa itu game, Mefras sudah menunjukkannya dengan gambaran gambaran yang dia kirim di kepalanya seperti film film lain yang dia tonton.


'Iya, aku tidak pernah menyelesaikan game itu jadi aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi tapi saat aku melihat rambutmu aku teringat nama karakter penting yang terdapat di game itu.'


'Karakter penting? Apakah aku karakter utamanya?" Tanya Verite.


'Sayangnya tidak, kamu bukan karakter utama, tapi kamu adalah rival karakter utama dan anggota group yang memiliki sihir api offensive.' Bilang Mefras.


'Itu tidak terlalu buruk, apakah  hanya itu yang kamu ingin beritahukan aku?" Verite bertanya, menjadi seorang rival dan mengetahui dia mempelajari Thaumaturgy di masa depan tidak terlihat begitu buruk.

__ADS_1


'Iya kalau itu saja yang aku tahu aku tidak akan mengatakannya padamu, tetapi ada hal lain yang ingin aku katakan.' Mefras terdengar ragu.


'Setting game itu adalah sekolah bangsawan dan namamu yang tertulis di game itu adalah... Verite Bloome.'


__ADS_2