
Di malam yang diselimuti kegelapan dan hanya diterangi cahaya rembulan dan gemerlap bintang ada sosok seorang pria yang berlari melewati kehutanan, dengan terburu buru seperti dikejar maut… Dan baginya itu adalah hal yang sama.
Dia adalah seorang perampok yang mengincar para pejalan yang pergi tanpa bergabung dengan kelompok, dia dan kelompoknya sudah melakukan ini dengan cukup lama, bahkan begitu lamanya dia bisa meninggalkan pekerjaan kotor ini dan memulai kehidupan baru yang bersih.
Itu tidak membasuh dosanya, dia sudah melakukan hal yang kejam dan tidak manusia saat dia melakukan perampokannya, itu hanyalah normal, manusia itu adalah binatang dan hukum adalah cambuk yang membuat mereka tidak melewati garis moral.
Tapi di wilayah hutan tanpa peradaban tidak ada yang mengatur binatang binatang ini untuk berdiri di belakang garis, mereka melewatinya seperti ikan berenang di sungai; Tanpa rasa bersalah sama sekali.
Bencana baginya ini dimulai saat mereka mengawasi desa terdekat, desa yang mulai menjadi jalur baru yang dilewati para pejalan, dia menyamar sebagai salah satu pengembara yang memilih untuk tinggal sementara di desa itu dan memata matai para pejalan lain yang lewat.
Desa Dahlia adalah desa baru yang di kembangkan oleh Duke Bloome yang terkenal itu sendiri, katanya dia menemukan sumber daya di dekat desa ini dan membangun jalan akses yang lebih mudah ke arahnya.
Ini adalah pertama kali baginya mengunjungi desa ini karena di dan kelompoknya selalu berpindah pindah untuk menghindari mata aparat pemerintah karena itu mereka jarang tinggal di satu tempat dan hampir tidak pernah terlihat setelah mereka melakukan operasi mereka.
Biarpun ini pertama kalinya ke desa ini dia dapat dengan mudah menemukan targetnya; Seorang gadis muda berambut merah yang memakai pakaian yang mencolok, dia memakai pakaian militer berwarna hijau tua hampir kehitaman yang memiliki kancing besar, celana besar panjang dan sepatu yang hampir mencapai lututnya, penampilan itu ditutupi dengan jaket lebar merah yang membungkusnya.
Biasanya orang berpenampilan seperti ini akan mereka hindari seperti seekor kelinci lari dari serangan seekor ruba tetapi mereka tidak melakukannya karena orang yang memakai pakaian militer itu adalah seorang anak gadis yang tidak terlihat lebih dari sepuluh tahun.
Dia berpendapat bahwa gadis muda ini adalah anak bangsawan kaya yang melarikan diri dan dengan begitu dia mendapat target mereka.
Pakaian gadis itu saja pasti akan dapat dijual dengan harga yang cukup mahal dan gadis itu sendiri, mungkin orang tuanya akan membayar cukup tinggi untuk mendapatkannya kembali dan jika tidak… Pasti ada pembeli yang mau menampung gadis muda itu.
Dia mulai membuntuti gadis itu, tanpa sepengetahuannya dia mendapat informasi bahwa dia akan pergi pada malam hari, seberapa beruntungnya untuknya dan seberapa bodohnya gadis itu.
Dengan informasi itu dia memberi tahu teman temannya dan bersiap mengejutkan gadis itu saat dia keluar dari gerbang barat desa itu.
__ADS_1
Dan seperti yang direncanakan mereka dengan mudah menyudutkan gadis itu, mengejarnya melewati hutan yang semakin gelap dan semakin jauh dari desa gadis itu menyudutkan dirinya sendiri.
Mereka berhasil menyudutkan gadis itu, dirinya terdorong dengan dinding, dia memuji kemampuan gadis berambut merah itu untuk berlari, dia tidak tampak lelah sama sekali ketika dikejar oleh lima orang bandit.
Dan pada saat itu dia mendapat perasaan yang tidak enak, biarpun mereka mengelilingi gadis ini dia tidak menunjukan wajah yang lelah atau takut sama sekali, dia hanya menatap mereka dengan pandangan yang dingin.
Dia menyadari itu bukanlah hal yang normal, sesuatu benar benar ganjil dan kecurigaannya dikonfirmasi ketika gadis itu membuka mulutnya.
“Apakah ini semuanya?” Dia bertanya.
“Apa maksudmu gadis kecil? Apakah kamu ingin membeli waktu untuk bantuan?” Salah satu ‘temannya’ bertanya.
“Aku bertanya, apakah ini semua anggota kelompok bandit kalian?” Dia bertanya sekali lagi.
Bandit it mencibir, “Dan apa? Apa yang kamu lakukan jika ini adalah semua anggota kelompok kami?” Dia menjawab dengan nada arogan.
“Aku aku mengambil jawabanmu sebagai ‘iya’,” Gadis itu mengepalkan tangannya dan sekeliling mereka tiba tiba menyala dengan api, mengurung mereka menghadap gadis itu. “Aku harap mereka tidak tumbuh lagi.” Gadis itu berkata.
Perasaan tidak enaknya menjadi nyata, gadis ini adalah seorang Thaumaturgist dan tidak hanya itu, gadis ini memiliki kemampuan yang kuat.
Dia mulai menghitung kesempatannya, lima lawan satu, mungkin jika mereka meloncat ke gadis itu bersama sama mereka bisa merobohkannya sebelum gadis itu bisa menggunakan sihirnya.
Belum sesaat dia memikirkan itu harapannya langsung tertindas dengan instan ketika teman banditnya dengan nekat menyerang gadis itu yang hanya menggeleng kepalanya.
“aku tinggalkan ini kepadamu.” Gadis itu bilang ke udara kosong.
__ADS_1
Dengan kecepatan yang diluar dari penglihatan manusia teman banditnya jatuh ke tanah, bayangan raksasa menimpanya entah dari mana.
Mata hijau yang bersinar mulai menatap mereka dan secepat kilat bayangan itu menjatuhkan teman temannya satu demi satu, dia mendengar teriakan kelompoknya.
Rencana perampokan yang awalnya berjalan dengan lancar berubah menjadi sebuah bencana baginya, dia memikirkan cara untuk kabur, di belakangnya dinding api dan di depannya seorang Thaumaturgist dan seekor monster yang tidak diketahui.
Dia memutuskan untuk mengambil kesempatannya, dia memutar badan dan berlari meloncat ke dinding api itu, tangannya bersilang, membentuk perisai untuk melindungi wajahnya.
Loncatan nekatnya dihadiahi dengan jalan kabur, dia berhasil menembus dinding api itu hanya dengan luka ringan, dia mulai berlari di kegelapan malam.
“Satu ini nekat juga ya,” Dia mendengar gadis itu berbicara, “Mefras ini adalah tes pertamamu, buru dia.” Gadis itu memerintahkan bayangan raksasanya.
Dia lari, dan lari, tidak berani melihat kebelakangnya, dia mendengar suara pepohonan roboh satu demi satu, apapun yang mengejarnya bukan manusia dan itu membuatnya semakin tidak mau menoleh.
Dipikirannya ada rasa penyesalan, dia punya cukup penghasilan untuk berhenti menjadi bandit dan meninggalkan noda pekerjaan ini dan pergi.
Tetapi keserakahannya membuatnya mengincar seorang gadis muda yang tidak disangka adalah seorang Thaumaturgist, dia memukul singa tidur dan dia akan membayarnya.
Dia tidak boleh ditangkap, dia tidak akan ditangkap. Jika dia ditangkap dia akan diadili dengan hal hal yang dia lakukan dan hal yang dia lakukan akan mengirimnya ke pemenggal dengan cepat.
Dia tidak bisa ditangkap. Dia terus berlari dan berlari sampai dia tidak bisa mendengar suara itu lagi, dan dia merasakan sedikit harapan, mungkin mahluk ini kehilangan dirinya? Mungkin dia sudah bebas? Tetapi harapan ini tidak cukup untuk membuatnya melihat kebelakang karena dia takut harapannya tertindas.
Tetapi sayangnya untuknya harapannya masih tertindas, dia berhenti berlari, terror menyisip ke tulangnya.
Di Depannya berdiri raksasa besar yang terselimuti kegelapan, bayangannya hanya terlihat karena sinar rembulan di belakangnya, mata hijaunya bersinar dengan seram, meninggalkan jejak cahaya yang tidak natural.
__ADS_1
Dia jatuh ke bokongnya dan dia hanya bisa menyaksikan tangan raksasa itu yang sebesar balok kayu meraih kepadanya…