
Selama masa pembuatan konstruk yang Verite jalani Mefras tidak hanya diam saja di kepalanya, untuk menyadari keinginannya untuk memiliki tubuhnya sendiri dia juga harus belajar sedikit Thaumathurgy.
Hal yang Mefras pelajari adalah hal hal mental seperti kemampuan menyuarakan formula dengan cepat dan meningkatkan konsentrasinya dalam merasakan alir mana yang ada di tubuh Verite, hal itu bermain peran penting dalam memberi Mefras kemampuan untuk memindahkan kesadarannya ke dalam konstruk yang akan Verite buat.
Dan inilah waktunya, Verite mulai memasukkan mana ke dalam konstruk kecil yang dia buat, Mefras bisa merasakan seberapa tingginya konsentrasi Verite, dia menyebutkan formula itu dengan cepat, Mefras merasakan mana Verite mengalir ke dalam konstruk itu.
Sedikit demi sedikit Mana itu masuk dan merubah warna Konstruk dengan Warna Verite, jika Mefras punya waktu dia akan membuat lelucon tentang hak paten tetapi yang dia lakukan adaah berkonsentrasi dan mengantarkan formula yang dia hafalkan.
Mefras merasakannya, kesadarannya mulai memudar, seakan akan akan dia di angkat dengan lembut dan di bungkus kain yang nyaman, tetapi dia tidak menyerahkan kesadarannya ke manusia pasir dan terus menyelesaikan formulanya, dia mendengar suara pikiran Verite.
'Ayo! Berhasil! Ayo! Berhasil!' DI ucapkannya ber ulang ulang tanpa henti selagi dia mengisi boneka konstruk itu dengan mana, Mefras tidak mau mengecewakannya, karena itu dia memperkuat kesadarannya dan melakukan dorongan mental, seperti sebuah tangan yang mendorongnya dari belakang dan dalam sekejap semuanya menjadi gelap.
Dia tidak tahu seberapa lama dia berada di kegelapan itu, tubuhnya melayang di kekosongan tak terbatas, jika dia merasa rasa takut dia pasti sudah bercerita minta tolong untuk di bebaskan tetapi dia tidak memiliki rasa takut atau paik, yang hanya dia rasakan adalah ketenangan.
Tidak lama kemudian Mefras akhirnya merasakan sesuatu, sebuah rasa, sebuah stimulasi akan indra kehidupannya, dia merasakan... Cahaya, cahaya yang tidak berasal dari mata pinjaman tapi cahaya yang mengenai mata Mefras sendiri.
Satu dem satu dia merasakan hal yang hilang darinya, mulai dari pergerakan, pendengaran dan akhirnya rasa sentuh yang memberi tahunya akan dua buah tangan yang menggendongnya.
Mefras menggeleng kepalanya, dia meraih kembali kendali dari tubuhnya dan memegang tangan yang melayangkannya d udara, dia melihat pemilik lengan itu.
Di depan matanya adalah Verite, seorang gadis muda yang entah mengapa mendapat Mefras di kepalanya, wajahnya terlihat khawatir, Mefras juga menyadari Helian dan Caene di belakang yang menatap Verite dengan tatapan yang sama dengan cara Verite menatap Mefras.
Mefras sekarang bisa menatap wajah Verite dengan matanya sendiri, seperti yang dia lihat di kaca Verite adalah gadis berambut merah membara dengan mata yang berwarna merah mudah, dia sudah sering melihat tampilan ini tetapi entah kenapa hal ini mengisinya dengan kebahagiaan.
"Kamu bisa dengar aku Mefras?" Verite bertanya, dia menurunkan Mefras ke lantai.
Mefras mau menjawab dengan 'Iya' tetapi tidak ada suara yang keluar dari mulutnya, jadi yang hanya dia lakukan ialah menganggukkan leher kayunya.
__ADS_1
"Ah aku merasa senang untukmu." Bilang Verite, dia tersenyum.
Mefras juga merasa senang, tubuh ini mungkin tidak sempurna tetapi ini lebih baik dari pada tidak bisa bergerak sama sekali, Mefras melihat tatapan Caene dan Helian kepada Verite, yang terlihat kebingungan jadi Mefras menyentuh Verite dan menunjukkan tangan mefras yang hanya berbentuk sebuah kepalan kepada mereka.
Mefras harus meminta Verite untuk memberinya artikulasi yang lebih, dia hanya bisa menggerakkan kaki tangan dan lehernya saja, dia tidak punya pergerakan pinggang atau jari.
"Ah Helian, Caene aku bisa jelaskan ini." Bilang Verite, berputar dan menunjukkan rambut kuncir kudanya yang membara, melihat rambut Verite yang membara membuat Mefras ingat akan sesuatu yang dia lihat di dunia asalnya.
'Tunggu dulu, rambut kuncir kuda yang membara? Rambut Merah, mata merah muda dan nama Bloome, jangan jangan ini-"
"Woah, konstruk itu benar benar bergerak." Caine berkata, memotong alur pikir Mefras, dia memasang wajah terkejut dan tertarik caena berjalan mendekati Mefras dan menyentuhnya dengan ujung jarinya. "Jadi apa yang bisa benda ini lakukan?" Tanya.
"Dia..." verite diam, sepertinya bingung mau menjawab apa.
Mefras memutuskan untuk memikirkan hal dunia sebelumnya nanti, yang penting sekarang membantu Verite menjelaskan kemampuan Thaumaturgynya pada Helian dan Caena.
Mefras mulai bergerak dan berjalan mengelilingi Caene, dia Menyuguhkan tangannya seakan akan mau salaman, mata kecilnya yang bersinar kuning menatap Caene.
"Hal ini bisa di raih tap kamu butuh waktu dan komitment untuk mencapai kemampuan untuk menggerakkan objek konstruk seperti yang Verite lakukan." Helian yang menjawab pertanyaan Caena, matanya berpindah ke Verite. "Kamu ingat kamu bilang kamu belum pernah menggunakan Thaumaturgy, apakah itu sebuah kebohongan?" Tanya Helian, dia tidak terlihat marah atau kecewa, cuma penasaran..
"Iya." jawab Verite. "Aku sudah mempelajari Thaumaturgy kurang lebih dalam waktu seminggu, aku menunjukkan ini kepada kalian sebagai terima kasih karena telah membantuku." Jelas Verite.
"Tapi kenapa kamu menyembunyikannya? Kamu sepertinya punya bakan dalam hal ini." Tanya Caene.
"Iya, kalau kamu menunjukkan ini kepada pak Jardi aku yakin kamu akan langsung di masukkan ke kelas Thaumaturgy tanpa harus menunggu sampai umurmu menjadi dua belas tahun." Tambah Helian.
"Iya itulah kenap aku tidak mau, kalian ingat pertanyaanku akan masa depan sebelumnya?"
__ADS_1
Mereka mengangguk.
"Karena itulah, aku masih belum yakin jika aku mau menekuni bidang ini dan aku tidak mau terbawa arus ekspetasi yang di timpa padaku." Jelas Verite.
"Ah itu masuk akal" Caena bilang, terlihat puas.
"Aku mengerti." Bilang Helian. "Ngomong ngomong seberapa lama kamu sudah belajar melakukan ini?" Dia bertanya.
"Kurang lebih satu minggu?" Jawab Verite, tidak yakin karena dia tidak menghitung hari.
"Cuma satu minggu?" Helian terkejut.
"Emangnya itu waktu yang bermasalah ya Helian?" Caena bertanya, sepertinya dia tidak mengetahui banyak tentang Thaumaturgy.
"Itu bukan masalah." Jawab Helian. "Verite benar benar berbakat, kemampuan mengendalikan gerakan konstruk butuh bertahun tahun untuk di asah dan bahkan dalam jangka waktu itu mereka hanya dapat membagi kesadaran mereka jadi jika mereka menggerakkan konstruk mereka maka pengendali konstruk itu tidak akan dapat bergerak." Helian melihat Mefras yang menatapnya. "Verite adalah serang genius jika dia bisa melakukan ini dalam jangka waktu satu minggu."
"Jadi Verite adalah satu dalam seribu genius?" Tanya Caena, terlihat kagum dengan Verite.
"Hahaha, kamu membesar besarkan Helian." Verite tertawa canggung, tidak tahu cara menjawab dengan benar.
Jika mefras punya mulut dia akan tertawa akan ke salah pahaman yang terjadi, tidak akan ada yang menyangka bahwa Verite punya dua kesadaran di kepalanya jadi ke salah pahaman seperti ini tidak bisa di hindari.
Sementara itu Verite terlihat canggung jadi Mefras berjalan dan menyentuh kaki Verite, dia mungkin bisa meminta tubuh yang lebih besar untuknya.
Verite yang merasakan sentuhan Mefras melihat kebawah dan tersenyum, dia mengangkat tubu Kayu Mefas dan bilang;
"Aku harus belajar untuk menambahkan fungsi suara untukmu."
__ADS_1
Verite kemudian melihat ke arah Helian,
"Jadi Helian... Kenapa kamu tahu begitu banyak tentang Thaumathurgy?"