Suara Di Kepala Sang Rival

Suara Di Kepala Sang Rival
Bab 24: Guild Petualang


__ADS_3

Tempat terakhir yang mereka kunjungi adalah tempat yang terletak di sudut yang berbeda dari gedung ini, Verite dan teman temannya membutuhkan waktu yang lebih untuk berjalan kesana ini membuat Verite memperhatikan bahwa gedung ini lebih luas dari yang dipikirkan jadi mungkin memanggil geung ini mansion bukanlah hal salah karena di jalan menuju ke tempat yang mereka tuju Verite melihat beragam tempat seperti ruang tamu dan tempat istirahat yang pantas digunakan untuk bangsawan, ini membiarkan fakta bahwa Veritte tidak pernah melihat tempat bangsawa sama sekali dan hanya mendapat perkiraan dari gambar  gambar yang Mefras tunjukan padanya.


Mereka sampai ke tempat yang Regulus tunjukkan, berada di sisi yang terbalik penuh dari area lab dan penelitian tempat ini adalah tempat yang digunakan untuk memberi misi para petualang, petualang adalah para pengguna Thaumaturgy yang tidak memiliki majikan sendirinya tetapi melakukan pekerjaan seketika mereka menemukannya, Mefras membandingkannya dengan PMS atau private military service, dasarnya mereka adalah layanan bersenjata yang diberikan oleh individual privat.


Duke Bloome bukan membuat ini ilegal malah mengambil kesempatan untuk menyatukan mereka dan memusatkan layanan mereka, dasarnya membuat mereka bekerja di bawahnya tanpa mengatakan mereka bekerja di bawahnya, ini membuat Verite menyadari seberapa kuatnya Duke Bloome sebagai individu yang memegang kekuasaan, jika dia benar benar ingin menghancurkan atau memanipulasi Verite dia hanya perlu menggerakan jarinya dan Verite tidak akan dapat berkutik. 


‘Jika dipikir tugas tugas yang kamu dapat di Blooming Bud hampir sama dengan system misi  petualang ini ya.’ Mefras berkata di kepalanya.


Verite sudah menyadarinya juga, mereka tidak di kirim ke tempat berbahaya atau melakukan pertarungan tetapi mereka disalurkan ke suatu tempat yang membutuhkan tenaga kerja.


Ini membuat sebuah implikasi bahwa Duke Bloome juga sudah memusatkan orang orang yang membutuhkan jasa kepadanya, jadi kemungkinan besar dia sudah memiliki monopoly jasa untuk di kota ini.


Sebelum mereka dapat memikirkan seberapa kuatnya tangan Duke Bloome Regulus mulai berbicara lagi kepada mereka.


“Bagaimana kalau kamu mencoba mengambil misi dari tempat ini?” Regulus menawarkan.


“Tapi master.” Poppy mulai berbicara tetapi Regulus menghentikannya. 


“Tentunya aku akan mengawasi mereka  dan hadiah dari misi yang mereka ambil akan menjadi hak mereka,” Regulus berhenti sesaat. “Dan aku yakin bocah itu akan mengapresiasi sebuah kelompok yang dia dapat.”


“Bocah?” Caena bertanya, Verite juga menduga siapa yang Regulus maksud.


Regulus menunjuk ke seseorang yang berdiri di depan tempat yang sepertinya adalah sebuah receptionist.


Caena dengan mudah mengenali orang itu dan mendekatinya sedangkan Verite mengikutinya dengan berjalan santai.


“Helian!” Panggil Caena selagi dia mendekati Helian.


Helian menoleh, sepertinya tidak mengira Caena berada di tempat yang sama sdengannya, “apa yang kamu lakukan disini?” Helian bertanya.


“Itu seharusnya pertanyaanku,” Caena menjuk ke Helian. “Apa yang kamu lakukan disini?” 


“Iya,” Verite menudukung Caena, “Apa yang kamu lakukan disini?” Dia berada disini adalah hal yang aneh karena anak seumurnya tidak mungkin disuruh untuk melakukan kerja seberat ini.


“Seperti yang kamu lihat, aku disini untuk mengambil sebuah pekerjaan.”  Helian menjawab.

__ADS_1


“Aku tahu itu, tapi kenapa? Kenapa kamu mengambil pekerjaan disini? Jika kamu butuh pekerjaan lebih kamu bisa langsung tanya pak Jardi.” Bilang Caena.


“Ini… Bukan urusanmu.” Helian Berkata. “Biarkan aku menyelesaikan ini dan mungkin kita bicara lagi.” Dia menandai Caena unuk diam dan memulai mengisi  registrasi form yang ada di meja.”


“Tapi aku hanya khawatir padamu…” Caena berkata suaranya mengecil.


Caena tidak salah untuk khawatir akan keadaan Helian, dia mengambil sebuah pekerjaan yang biasa diambil orang dewasa dan memiliki resiko tertentu yang anak seumur mereka tidak dapat hadapi.


Tapi Verite juga mengerti bahwa Helian punya sesuatu yang hanya dia harus tahu, memiliki Mefras di kepalanya membuka pikiran Verite bahwa seseorang pasti punya rahasia yang mereka tidak mau katakan kepada orang lain.


“Masukan nama Verite dan Regulus Bloome ke anggota party bocah ini.” Regulus berkata kepada receptionist yang mengangguk.


“Baiklah master Regulus.” Dengan begitu saja dia setuju.


“Master Regulus… Bagaimana tentang perkembangan konstruksi?” Poppy bertanya.


Semua ini mulai karena konstruk yang dia kembangkan melarikan diri.


“Aku bisa melakukannya nanti.” Bilangnya tanpa tegangan sama sekali.


Helian menatapnya dengan tatapan tanpa ekspresi. “Apa yang kamu inginkan dengan melakukan ini Regulus?” Helian bertanya.


“Verite kamu akan menjadi murid Duke Bloome?” Helian Bertanya.


“Aku belum memutuskan.” Verite bilang.


“Tapi pandanganmu positif kan?” Tanya Regulus.


Verite tidak menghiraukannya dan bertanya, “Apakah kamu juga akan menjadi Murid Duke Bloome Helian?” Verite bertanya.


“Tidak…” Dia sepertinya kebingungan dengan bagaimana dia menjawab.


“Kamu tidak perlu menjawab jika kamu tidak mau.” Verite menenangkannya.


“Terimakasih,” Dia bilang, “Dan Caena… Maaf akan sebelumnya.” Dia meminta maaf dengan Caena, epertinyadia menyadari perilakunya agak kasar.

__ADS_1


“Ah tidak apa apa, aku rasa aku mendorong pertanyaanku terlalu kuat.” Caena tersenyum, menenangkan Helian.


“Jadi pekerjaan apa yang kamu ambil?” Verite bertanya.


“Ah… Aku mengambil pekerjaan untuk membasmi babi hutan yang merusak  kebun kebun di desa orang barat dari sini.” Helian bilang.


“Kamu mengambil pekerjaan di luar kota?” Caena bilang,”Apakah kamu tahu perjalanan keluar kota mungkin akan memakan waktu seharian kan?” Caena bertanya, Verite juga tahu bahwa desa desa yang bisa diserang babi hutan adalah desa yang lumayan jauh dari kota Azalea, mungkin bisa mendapat beberapa hari perjalanan untuk bolak balik dari kota ini.


“Iya,”Helian mengangguk. “aku tahu, aku sudah memberi tahu pak Jardi tentang apa yang aku lakukan dan aku mungkin tidak akan pulang selama beberapa hari.”  Helian menjelaskan.


“Ah…” Bilang caena, menyuarakan bahwa dia mengerti.


‘Hey Verite.’ Mefras memanggil di kepalanya.


‘Iya Mefras?”


‘Kita memulai perjalanan ini untuk melihat Duke Bloome mansion tetapi mengapa kita sekarang ikut misi membasmi babi hutan seperti kita seorang rpg party?” Mefras bertanya.


‘Iya, ini adalah alur yang aneh.” Verite setuju,  tapi dia juga ingat bahwa dunianya mirip dengan game.


“Bagaimana denganmu Verite?” Helian memotong pembicaraan mental mereka.


“Bagaimana apa?” Verite bertanya.


“Kamu tahu, apakah kamu sudah bicara dengan Pak Jardi bahwa kamu tidak akan pulang hari ini?” Helian bertanya.


“Ah… soal itu iya, aku belum mengatakannya kepada Pak Jardi.” Verite bilang, “Aku mungkin harus pulang dahulu dan membawa barang  barangku juga, tidak seperti kamu aku hanya datang kesini dengan membawa Caena dan Mefras.” Verite menjelaskan.


“Tidak perlu.” Regulus memotong, “Aku sudah menyuruh Poppy untuk menyiapkan bekal dan perlengkapan kita, kita bisa pergi jika dia selesai.”


“Tapi aku masih harus memberi tahu Pak Jardi.” Bilang Verite.


“Temanmu bisa melakukannya untukmu.” Regulus melihat Caena, Verite mengingat bahwa Regulus hanya menambahkan nama Verite dan dirinya kepada receptionist dan tidak memasukkan Caena.


“Kamu tidak apa apa ditinggal?” Verite bertanya, dia tidak ingin menyinggung perasaan Caena.

__ADS_1


“Ah tidak apa,” Caena tenangkan, “Aku tidak tahu cara menggunakan Thaumaturgy untuk pertarungan, mungkin aku akan ikut jika sudah belajar lebih banyak lagi dan aku juga mempunyai shift di Bloom and Gloom besok jadi aku akan dimarahi Miss Gloom jika aku tidak datang.” 


“Kamu dengar dia, bilang saja Verite pergi dengan Regulus pada Jardinier, dia akan mengerti.” Regulus berkata kepada Caena yang mengangguk dan dia kembali melihat ke Verite. “Kita akan pergi setelah Poppy menyiapkan barang kita


__ADS_2