
"Tolong! Pencuri!"
Dengan perkataan itu Verite langsung menyadari apa yang terjadi, orang berlari menubruknya dan Caena adalah seorang pencopet yang sedang melakukan aksinya.
Mengetahui itu Verite dengan sigap mengalirkan Mana ke seluruh tubuhnya, dia merasakan energi yang tidak bisa dimiliki manusia manusia biasa, inilah sebuah Mana Enchantment, teknik dimana seorang Thaumaturgist mengalirkan Mana di seluruh tubuhnya dan memberi dirinya kemampuan diluar batas manusia.
Verite mengambil satu langkah dan dalam satu langkah itu dia memotong jarak lebih dari sepuluh meter, dengan sekejap memotong jarak antara dirinya dengan pencopet itu.
“Apa…?”
Pencopet itu memasang tampang terkejut ketika dia merasakan tangan Verite di belakang kepalanya dan tanpa waktu untuk bereaksi wajahnya bertemu dengan lantai batu keras.
Verite menahan dari belakang, lututnya menggali ke dalam pundak pencopet itu.
“Siapa kamu!?” Pencopet itu mencoba membebaskan dirinya, tetapi Verite tidak bergoyah sedikitpun, si pencopet itu mulai kebingungan karena dia tidak bisa mengangkat tubuhnya karena seorang gadis kecil.
Verite tidak menghiraukannya, matanya berada di tas yang pencopet itu ambil, dengan mudah Verite merampasnya dari tangan pencopet itu dan memberikannya kepada Caena yang akhirnya menyusul Verite.
“Apa yang terjadi disini?” Beberapa penjaga datang setelah mendengar keributan.
“Aku menangkap pencuri ini.” Verite bangun dan menyerahkan pencopet itu kepada para penjaga yang memakai ekspresi terkejut ketika Verite melempar pencopet itu ke arah mereka.
“Ah… Terima kasih sudah melakukan ini, pencopet ini sudah menjadi duri di pasar ini.” Penjaga itu berterima kasih. “Bagaimana pemilik tas itu?” Penjaga itu bertanya, menunjuk ke tas kecil yang Caena pegang.
“Ah iya, tentang itu…” Verite melihat ke arah mereka berjalan sebelumnya dan melihat seseorang berlari ke arah mereka.
Setelah orang ini mendekat Verite bisa melihat penampilan orang ini dengan jelas, orang ini berpakaian seperti pelayan dan memakai kacamata bulat besar yang menyembunyikan matanya.
‘Ini baru pertama kali aku melihat seorang ‘Maid’.’ Mefras berkomentar.
‘Maid?’ Verite bertanya.
‘Dasarnya Maid itu adalah pelayan yang berseragam.’ Jawab Mefras.
__ADS_1
‘Ah.’ Iya, orang ini sepertinya adalah seorang pelayan yang sepertinya bekerja di bawah orang yang kaya.
“Ha…Ha…” Pelayan itu bernafas tergesa gesah, dia menarik nafasnya dan mulai berbicara, “Kalian menangkap pencuri itu? Terima kasih!” Dia berkata sambil menunduk, “Bagaimana tas belanja ku?” Dia bertanya.
“Ini dia.” Caena mengembalikan tas miliknya.
Pelayan itu melihat isi tasnya dan membuang nafas lega, “Terima kasih tidak ada yang hilang.”
“Sepertinya semuanya baik baik saja?” Petugas penjaga pasar itu bertanya.
Wanita itu mengangguk, “Iya, barang milikku aman.” Dia menjawab.
“Baiklah kalau tidak ada masalah kami akan mengusut pencuri yang sering meneror area pasar ini.” Setelah memeriksa jika tidak ada lagi masalah penjagaan itu pergi membawa pencopet itu.
Setelah penjaga itu pergi pelayan wanita itu menyapa Verite dan Caena, “Sekali lagi terima kasih, kalau kalian tidak menolong aku bisa dimarahi saat pulang.” Dia berterima kasih sekali lagi kepada Verite.
“Tidak apa apa, aku hanya menolong semampuku.” Bilang Verite, dia ingin menyelesaikan ini dan pergi ke Duke mansion, “Ayo Caena kita lanjut.” Verite mengajak Caena untuk pergi.
“Ah! Tunggu dulu, biarkan aku membayar mu!” Pelayan itu menghentikan mereka.
“Ah begitu ya, kalau begitu sekali lagi aku berterima kasih, semoga kita bertemu lagi.” Wanita itu mengalah dan mulai berjalan.
“Tunggu dulu.” Sekarang Caena yang menghentikan wanita itu.
“Apakah kamu bekerja di Duke Mansion?” Caena bertanya.
“Iya?” Dia menjawab.
“Kalau begitu bagaimana kalau kita pergi bersama? Kami kurang tahu jalan ke tempat Duke Bloome dan kami akan merasa senang kalau kamu membantu kami.” Caena bilang.
“Kalian mau pergi ke tempat Duke Bloome, kebetulan ya.” Dia bilang, “Baiklah ikuti aku…”
“Caena dan ini Verite.” Caena memperkenalkan dirinya ,”Kamu?”
__ADS_1
“Poppy.” Pelayan itu memperkenalkan dirinya.
“Ah Poppy senang bertemu denganmu.” Bilang Caena, “Ayo kita pergi sekarang.” Mereka mulai berjalan ke tempat tinggal Duke.
“Kalau kalian tidak keberatan bolehkah aku bertanya kenapa kalian mau pergi ke tempat Duke?” Poppy bertanya, dia sepertinya penasaran kenapa dua orang anak kecil ingin pergi ke tempat tinggal Duke Bloome.
“Tidak banyak, aku hanya ingin melihat dimana pemimpin kota kita tinggal.” Verite bilang, dia bisa menjelaskan bahwa dia mendapat tawaran dari Duke Bloome tapi dia merasa ini tidak cukup penting untuk dijelaskan.
“Ah jadi kalian bukan tamu Duke Bloome?” Poppy bertanya.
“Tidak, dia tidak tahu kami akan datang.” Verite bilang, “Memangnya kenapa kamu berpikir aku adalah tamu Duke Bloome?” Verite bertanya.
“Ah, saat kamu menangkap pencuri itu kamu menggunakan Thaumaturgy kan? Duke Bloome uka mengembangkan orang yang memiliki bakat Thaumaturgy, mungkin saja kamu adalah murid barunya.” Dia bilang.
“Ah, apakah dia sering menawarkan orang untuk menjadi muridnya?” Caena bertanya.
“Kalau dibilang murid langsung tidak, setahu saya dia hanya memiliki satu murid, tetapi dia sering mengundang anak berbakat dan membiayai kelas mereka.” Jelas caena.
‘Sepertinya kamu bukan orang yang pertama dia undang huh.’ Mefras berkomentar. ‘Sepertinya dia sudah punya satu murid sebelum kamu.’
‘Lebih mengejutkan jika dia tidak punya murid sama sekali.’ Jawab Verite, tidak mungkin orang yang benar benar menekuni ilmu Thaumaturgy seperti dia tidak memiliki seorang murid yang dia bisa menurunkan ilmu yang dia pelajari.
“Bagaimana pengalaman kamu bekerja di tempat Duke Bloome?” Verite bertanya, “Dan Bagaimana kepribadian murid Duke Bloome itu?” Verite bertanya kepada Poppy, dia ingin mengetahui bagaimana Duke Bloome sebagai seorang majikan dan guru.
“Pengalamanku bekerja di sana ya…” Poppy menaruh jarinya di dagunya. “Aku rasa cukup baik? Tidak ada orang yang menindas ku atau apalah dan kesalahanku yang ku lakukan karena tidak sengaja mudah memaafkan, tapi pelatihan untuk bekerja di sana sangat ketat, aku harus mempelajari banyak tipe tata krama agar aku tidak mempermalukan Duke Bloome sebagai pelayannya. Jika kamu ingin bekerja di sana kamu harus menghafalkan banyak hal.” Poppy melihat ke Verite, mungkin salah paham kalau dia ingin pergi ke tempat Duke untuk melamar kerja.
Verite mengangguk, menandakannya untuk melanjutkan.
“Kalau murid Duke Bloome, bagaimana ya aku bicaranya…” Dia berhenti, seperti ragu.
“Kenapa, apakah dia adalah orang yang tidak enak ditemui?” Caena bertanya.
“Ah bukan seperti itu, dia tidak galak atau hal hal seperti itu, dia cuma punya ketertarikan yang… unik jika bisa aku bilang.” Poppy sepertinya memiliki kesulitan untuk berbicara.
__ADS_1
“Kalau kamu tidak diizinkan mengatakannya kamu tidak perlu mengatakannya.” Verite bilang, dia tidak mau Poppy terjerat masalah karena pertanyaannya.
“Itu bukan maksudku, hanya saja master itu…”